3 Kriteria Memilih Ustadz yang Benar bagi orang Awam

3 KRITERIA MEMILIH USTADZ YANG BENAR BAGI ORANG AWAM

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Kita memasuki zaman semuanya bisa diiklankan, termasuk jadi ustad(guru yang mengajarkan ilmu agama), ada orang melalui iklan membangun citranya sebagai ustad, lalu apakah dia jadi ustad dengan itu? Tentu tidak. Tapi sebagai orang awam sulit mengetahui mana ustad beneran dan mana ustad hasil iklan, para santri mungkin bisa aja membedakannya, tapu bagi orang awam keadaan ini membuatnya bingung, makanya harus ada penjelasan mengenai kriteria dalam memilih ustad, lalu apa kriteria dan syaratnya?

Kriteria memilih ustad:

1. Jelas gurunya(bersanad)

2. Memenuhi standar keilmuwan(diakui oleh ahli dan direkomendasi oleh orang yang sudah disepakati keulamaannya, minimal pada ilmu yang diajarkan)

3. Istiqamah dalam kebaikan(tidak melakukan dosa besar kecuali sudah bertobat, dan tidak terus menerus dalam dosa kecil, kecuali sesekali, nama aja manusia)

Setelah 3 hal diatas terpenuhi, baru like dan dislike, mau ustad yang ganteng, yang gahool, yang adem, yang tegas, yang berkelas, yang pinter orasi, yang macho, yang lucu, yang kaya, yang pendiam, dll terserah, sesuai selera masing-masing aja, karena masing-masing orang beda seleranya, karena tabiat ruhnya berbeda, yang penting gak keluar dari standar diatas. 

Jadi jangan like dan dislike duluan yang diutamakan, karena walaupun likersnya 1 juta, kalau ga memenuhi standar keilmuwan, ntar diaga tau yang diajarkan itu ajaran islam atau bukan, siapa tau yang diajarkan itu ajaran planet namec, jadi dewa picolo ntar hahaha.

$ads={1}

Begitu juga keilmuwan juga ga cukup, butuh keistiqamahan, karena tanpa keistiqamahan ditakutkan dia bisa menipu atas nama agama, dia tau hukum a bener, tapi demi kepentingan tertentu seperti duit, kekuasaan, kepopuleran, nafsu, dll yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan, tapi kalau kita melihat keistiqamahan secara zahir insyaallah jadi pertanda bahwa itu orang amanah dalam menyampaikan ilmu. Adapun hatinya? Itu urusan dia dengan tuhan, kita gak diperintah untuk mengulik isi hati orang.

Oh dia istiqamah dan dia juga berilmu, tapi hati saya kurang sreg dengan gayanya, penampilannya, gaya dia ceramah, atau beberapa sikapnya yang sebenarnya gak salah dan ga dosa si, tapi bikin ga simpatik, gimana donk? Ya gapapa, ga perlu diikuti, kenyamanan ruh itu ga bisa dipaksakan, ikuti yang memenuhi syarat yang cocok aja, kecuali didaerah kita gak ada yang lain, yawuda dengar aja, toh yang disampaikan benar dan amanah walau kita gak cocok sama orangnya, nanti kalau ada yang lain pindah pengajian, ga haram kok pindah pengajian, cukup hormati dia secara zahir sebagai orang yang berilmu saja, itu doank, selesai tugas kita awam, jadi awam gampang mah.

Ini kita bicara milih ustad ya, ustad, bukan ulama, standar ulama beda lagi. Sekali lagi milih ustad, bukan milih calon istri hahaa

Oleh: Fauzan Inzaghi

Demikian Artikel " 3 Kriteria Memilih Ustadz yang Benar bagi orang Awam "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama