Allah Maha Pengasih dan Penyayang lalu Kenapa ada Neraka?

ALLAH MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG LALU KENAPA ADA NERAKA?

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Sifat-sifat Allah antara lain yaitu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Biasanya sifat ini sering kita sebut dalam bacaan basmalah "Bismillahirrohmannirrohim".

Di dalam Surah Al Baqarah ayat 143 disebutkan bahwa Allah memiliki sifat Maha Pengasih dan Penyayang kepada seluruh umat manusia, bukan hanya kepada muslim saja:

وَكَذٰلِكَ جَعَلۡنٰكُمۡ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَکُوۡنُوۡا شُهَدَآءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوۡنَ الرَّسُوۡلُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيۡدًا ؕ وَمَا جَعَلۡنَا الۡقِبۡلَةَ الَّتِىۡ كُنۡتَ عَلَيۡهَآ اِلَّا لِنَعۡلَمَ مَنۡ يَّتَّبِعُ الرَّسُوۡلَ مِمَّنۡ يَّنۡقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيۡهِ ‌ؕ وَاِنۡ كَانَتۡ لَكَبِيۡرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيۡنَ هَدَى اللّٰهُ ؕ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيۡمَانَكُمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوۡفٌ رَّحِيۡمٌ

Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) "umat pertengahan" agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.

Bagi muslim awam, mungkin tidak mengerti dan memahami arti dan kandungan dari makna Maha Pengasih dan Maha Penyayang nya Allah SWT.

Arti Ar-Rahman (Maha Pengasih) :

Ar Rahman artinya Allah Subhanahu wa Taala mempunyai kasih sayang yang sangat luas, meliputi seluruh makhluk-Nya. Allah mengasihi seluruh makhluk-Nya dengan memberikan berbagai kenikmatan.

Arti Ar-Rahim (Maha Penyayang) :

Wujud sifat Ar Rahim dari Allah SWT dapat dilihat dalam salah satu kisah sahabat Nabi SAW. Pelayan Rasulullah SAW Abu Zain Usamah bin Zaid bin Haritsah RA bercerita, seorang putri nabi datang menyampaikan salam dan pesan dari beliau ketika anaknya sakit menjelang ajal.

$ads={1}

"Sesungguhnya milik Allah-lah segala apa yang diambil dan milik-Nya juga segala yang diberikan. Segala sesuatu di sisi-Nya mempunyai ketapan ajal. Jadi, hendaklah engkau bersabar dan menerimanya dengan senantiasa mengharapkan pahala," ujar putri nabi tersebut.

Kemudian, Rasulullah SAW datang bersama Sa'ad bin Ubadah, Mu'adz bin Jabal, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit, dan sejumlah sahabat lain. Beliau kemudian mengangkat dan mendekap anak yang napasnya sudah tersendat-sendat itu hingga meneteskan air mata.

Melihat kejadian tersebut, Sa'ad kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah, gerangan apa yang terjadi?"

"Ini adalah rahmat kasih sayang yang Allah jadikan dalam hati para hamba-Nya yang Dia kehendaki. Allah hanya memberi kasih sayang kepada para hamba-Nya yang mempunyai kasih sayang," ujar Rasulullah SAW.

Kesimpulan

Allah SWT memiliki sifat pengasih dan penyayang kepada hamba-Nya. dari Nikmat umur, kesehatan hingga nafas yang kita hembuskan saat ini merupakan sifat pengasih dan penyayang-Nya. Masalah akhirat, itu hak prerogatif Allah, Kita tidak boleh mengomentarinya.

Jika di Dunia saja ada Penjara maka di Akhirat ada yang namanya Neraka. Hal tersebut bentuk dari objektifnya Allah SWT kepada setiap hambanya dalam hidup di dunia. Yang berbuat baik akan dibalas 2 kebaikan, yang berbuat buruk akan dibalas dengan ketidaknikmatan.

Memang Allah itu memiliki sifat Rahmat, namun bukan berarti kita sebagai umat manusia bebas melakukan dosa dan hal yang dilarang oleh-Nya lalu berharap Rahmat-Nya di akhirat kelak, itu namanya durhaka kepada Allah. Jika Allah mengampunkannya, lalu mereka yang berbuat baik di dunia bagaimana? lalu dimana sifat Maha Adil-Nya jika demikian?

Maha Pengasih, Penyayang, Adil dan sifat Allah lainnya tidak bisa ditafsirkan secara dzahir atau tekstual, kita harus dapat memahaminya secara kontekstual dengan melihat ayat-ayat Allah lainnya dan tafsiran para Alim Ulama, jangan menurut perspektif kita sendiri.

Allah memberikan Rahmat dengan caranya yang kita tidak ketahui. Bahkan Rasulullah SAW yang merupakan manusia suci dari dosa pun masuk surga karena Rahmat-Nya.

$ads={2}
Sebagai Hamba-Nya jika kita ingin mendapatkan pandangan dan Rahmat-Nya di akhirat kelak, yaitu dengan cara Bertakwa kepada Allah dengan memperbanyak Ibadah dan menjalankan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW. Inilah salah satu cara agar kita mendapatkan Rahmat-Nya. Kalau kita ingin dinilai baik oleh Allah maka lakukanlah apa yang diperintahkan dan jauhi yang dilarangnya. Jalankan Shalat 5 waktu, Puasa Ramadhhan, Zakat, Dzikir, Shalawat dan amaliyah lainnya, Insya Allah Rahmat akan turun untuk kita di dunia dan Akhirat.

Oleh: Rumah-Muslimin

Demikian Artikel " Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang lalu Kenapa ada Neraka? "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama