Arti dan Makna Laisa Kamitslihi Syai'un

ARTI DAN MAKNA LAISA KAMITSLIHI SYAI'UN

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Melansir melalui laman facebook Kyai Abdul Wahab Ahmad, beliau membagikan sebuah tulisan mengenai Arti dan makna Laisa Kamitslihi Syai'un. Ayat ini merupakan sepenggalan awal QS. Asy-Syura ayat ke-11.

Menurut Kyai Abdul Wahab, bahwa para pengkaji akidah mengetahui ayat tersebut namun tidak semuanya tahu arti dan makna sesungguhnya dari ayat itu.

Oleh sebab itu Kyai Abdul Wahab atau yang kerap disapa Gus Wahab menjelaskan secara terperinci di status facebooknya, berikut isinya:

Dalam al-Qur’an, ada satu ayat yg menjadi kunci utama dalam memahami seluruh ayat/hadis terkait sifat Allah. Ayat itu adalah

لَیۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَیۡءࣱۖ وَهُوَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡبَصِیرُ

"Tiada satu pun yg sama dengan Allah. Dan, Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat" [Surat Asy-Syura 11]

Semua pengkaji akidah tahu ayat itu, tapi tak semuanya tahu apa makna sebenarnya dari ayat tersebut.

Mereka yg tak tahu maksudnya akan mengira bahwa ayat itu berarti tak ada yg bentuknya/ karakter fisiknya sama dengan Allah. Dalam benak mereka, Allah itu punya fisik hanya saja bentuk & karakteristiknya (kaifiyahnya) tak mirip dengan segala bentuk fisik yg lain/jismun la kal ajsam. Mereka mengira bahwa Allah punya tangan yg tak sama dengan tangan kita, tangan hewan, tangan malaikat, tangan jin/tangan robot, tapi tetap tangan secara fisik. Demikian punya dengan wajah, mata, kaki & lainnya hanya berbeda kaifiyahnya saja, tapi tetap organ fisik. Mereka inilah yg disebut para ulama sebagai mujassimah & musyabbihah.

$ads={1}

Mereka ini tak pernah sadar bahwa kalau artinya demikian, maka tak ada istimewanya Allah dengan perkataan Laisa kamitslihi syai'un itu. Bukankah banyak sekali bentuk fisik yg unik tak ada duanya di seluruh penjuru semesta. Coba saja anda buat coretan acak di atas kertas, maka itu akan jadi coretan unik yg takkan anda temui di mana pun, sampai ke akhirat pun takkan menemukan yg sama dengan itu (kecuali kalau difoto-copy, hehe). Coba anda buat bentuk abstrak dari tanah liat,/ bayangkan makhluk rekaan dalam kepala anda, maka hasilnya adalah sesuatu yg unik takkan mungkin sama dengan lainnya.

Bahkan, tubuh manusia pun unik takkan ada yg sama persis kaifiyahnya di seluruh penjuru semesta ini. Hitung saja rambutnya /scan sidik jari & retinanya kalau tak percaya. Dalam makna ini, maka sebagai manusia anda bisa berkata "laisa kamitsli syai'un" (tak ada yg satu pun yg sama denganku) & itu betul. Teman, saudara, & siapa pun bisa berkata seperti itu juga & itu semua betul.

Lalu apa spesialnya Allah berkata seperti itu di ayat di atas? Kalau maknanya hanya seperti di atas tadi, hanya tidak ada ada yg sama dalam hal bentuk & karakteristiknya (kaifiyahnya) dengan Allah, maka tak ada yg spesial bagi Allah sebab yg lain juga bisa berkata yg sama.

Akan tetapi, para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah (Asy'ariyah-Maturidiyah) tidak demikian memahami ayat di atas. Makna ayat itu adalah Allah benar-benar berbeda secara mutlak, tak ada yg sama dari aspek mana pun, tak ada bandingannya yg otomatis tak ada jenis kategorisnya & tak bisa diukur.

Bila seluruh alam dunia terdiri dari jauhar (entitas tunggal terkecil yg terdiri dari satu unsur), jisim (entitas yg terdiri beberapa unsur) & aradl (aksiden), maka Allah bukan jauhar, jisim/aradl. Artinya bila mau bertele-tele, maka kita katakan bahwa Allah bukan zat cair, zat padat, zat gas, energi, partikel, massa, volume, ruang, warna, geraka,/apapun yg mampu dikenal/dibayangkan manusia. Lalu apa Allah itu kalau bukan semua hal? Allah ya Allah, titik.

$ads={2}

Dengan makna ini, maka apa bedanya Allah dengan yg lain? Jawabannya adalah berbeda dalam semua hal & hanya Allah satu-satunya yg berbeda dengan cara seperti ini. Adapun selain Allah, paling banter hanya beda kaifiyah (bentuk/karakteristik) saja, bukan beda dalam level hakikat.

Oleh: Kyai Abdul Wahab Ahmad

Demikian Artikel " Arti dan Makna Laisa Kamitslihi Syai'un "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama