Hadits Nabi Muhammad Tentang Berdoa dalam Sujud Sholat

HADITS NABI MUHAMMAD TENTANG BERDOA DALAM SUJUD SHOLAT

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Dua sabda Kanjeng Nabi shallallahu alaihi wasallam:

فأما الرُّكُوعُ, فَعَظِّمُوا فِيه الرب, وأما السجُودُ, فاجْتَهِدوا فيه بالدُّعاءِ فَقَمِنٌ أنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

“Ketika ruku’ agungkanlah Tuhanmu. Dan ketika sujud, bersungguhlah berdoa, niscaya, nyata! Doa kalian akan di kabulkan.”

أقْرَبُ ما يَكُونُ العَبْدُ مِنْ ربهِ وَهُوَ ساجِدٌ, فأكْثِرُوا الدعاءَ

“Posisi terdekat hamba dengan Tuhannya, adalah waktu bersujud! Maka perbanyaklah doa --dalam keadaan sujud--“

Imam al-Iraqi dalam Syarah Tirmidzi mengurai empat hikmah dari hadis kedua:

1. Seorang hamba. Sungguh! Di perintah untuk memperbanyak doa waktu keadaan sujud.

2. Keadaan sujud, adalah suasana dimana manusia menunjukkan rasa takluk, hina, dan hati remuk redam. Sebab orang yang bersujud menempelkan wajahnya ke bumi (Dan kepala di bagian belahan dunia manapun, adalah yang termulia). 

3. Sujud adalah ibadah pertama manusia semenjak Nabi Adam di ciptakan. Hingga lebih mendekatkan ke Allah Ta’ala di banding lainnya.

4. Sujud adalah bentuk penolakan terhadap kelakuan Iblis. Yang berani maksiat; menolak perintah Allah untuk bersujud** kepada Nabi Adam alaihis-salaam.

$ads={1}

(Adzkar Nawawi dan Futuuhaturrabbaniyyahnya Imam Ibnu ‘Alan bab doa-doa ketika sujud)

**Catatan penting: Bentuk sujud malaikat kepada Nabi Adam, para Mufassir khilaf. Ini saya copaskan dari tulisan apik Muhammad Nasif, kawan turats 2011 yang dimuat di tafsirquran.id

Imam Al-Qurthubi di dalam tafsirnya menyatakan, ulama’ telah sepakat bahwa sujud malaikat kepada Nabi Adam bukanlah bentuk penyembahan. Namun mereka berbeda dalam menjelaskan praktik sujudnya. Mayoritas meyakini bahwa sujud mereka sebagaimana sujud kita di dalam salat, yakni dengan menjatuhkan dahi ke tanah. Sebagian lain menyatakan bahwa sujud malaikat hanyalah kiasan dari sikap rendah diri saja (Tafsir Al-Jami’ Liahkamil Qur’an/1/293).

Imam Ar-Razi di dalam tafsirnya menyebutkan ada tiga pendapat mengenai praktik sujud malaikat kepada Nabi Adam. 

Pertama, sujud dengan menjatuhkan dahi ke tanah dan memposisikan Nabi Adam sebagaimana Ka’bah menjadi kiblat di dalam sujud kita. Sehingga pada hakikatnya sujud ini dilakukan kepada Allah. 

Kedua, sujud dengan menjatuhkan dahi ke tanah sebagai bentuk ucapan selamat dan penghormatan kepada Nabi Adam. 

Ketiga, sujud tersebut bukanlah sujud dengan menjatuhkan dahi ke tanah sebagaimana kita di dalam salat. Melainkan hanya praktik sikap rendah diri (Tafsir Ibn Katsir/1/232 dan Mafatihul Ghaib/1/493).

Dari ketiga pendapat tersebut, Imam Ar-Razi memilih pendapat kedua. Yakni praktik sujud malaikat kepada Nabi Adam adalah dengan menjatuhkan dahi ke tanah dan menjadikan sujud tersebut sebagai bentuk ucapan selamat dan penghormatan kepada Nabi Adam. Tradisi sujud sebagai bentuk penghormatan memang ada sejak zaman sebelum Nabi Muhammad dan kemudian dilarang di dalam syariat Nabi Muhammad. Sujud tersebut sebagaimana yang dilakukan orang tua serta saudara-saudara Nabi Yusuf kepada Nabi Yusuf, sebagaimana yang dikisahkan dalam Surat Yusuf ayat 100.

Imam Ar-Razi menolak pendapat yang menjadikan Nabi Adam sebagai kiblat sebagaimana dalam salat, sebab hal itu sama sekali tidak menunjukkan kemuliaan Nabi Adam. Padahal ayat di atas berbicara tentang kemuliaan Nabi Adam. Imam Ar-Razi juga menolak pendapat yang menjadikan sujud sebagai kata kiasan, sebab hal itu sama saja beralih dari makna asli menuju makna yang kurang dikenal pada pemakaiannya (Mafatihul Ghaib/1/493).

***

$ads={2}

Dan kemaren. Waktu ngaji Adzkar bersama kawan-kawan, kukatakan begini: “Makanya, sering kukatakan pada Sampeyan semua. Kalau kelak terkena musibah atau cobaan yang kira-kira manusia terdekat atau terjauh tak mampu mengatasi, doa yang kenceng waktu sujud! Contoh simpel bagi ABG labil kayak kalian, yakni cobaan LOVE! Iya toh?! Cinta itu membuat pusing kepala! Kadang nalar jalan, tapi hati tak mau kompromi. Tahu ada dua wanita cantik, namun anehnya yang digandrungi malah yang tak cantik. ‘Lhaiya, dia tu agak hitem. Tapi kok hati dag dig dug ser ketika melihatnya. Padahal kawannya tu lebih cantik, putih, bersih dan berkilau! Semm tenan!’. Doa dalam hati yang kenceng, yo! Misal: ‘Ya Allah, jika dia jodohku. Semikanlah rasa cinta di hati ini hingga ke pelaminan. Sebab enak, Gusti. Tapi, jika dia bukan jodohku, hilangkan, jauhkan, hancurkan bayangannya. Sebab itu sakit, Gustiihhh! Sakiittt’. Tapi apapun itu, lumayan masih suka perempuan. Lha kalau suka lelaki? Repot! Na'udzubillah! Masak lihat temen sekamar, tiba-tiba nggedumel: ‘Eh, lama-lama kamu kok kelihatan manis ya?!’”

Oleh: Ustadz Robert Azmi

Demikian Artikel " Hadits Nabi Muhammad Tentang Berdoa dalam Sujud Shalat "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close