Niat Menikah Karena Allah bukan karena Cinta


NIAT MENIKAH KARENA ALLAH BUKAN KARENA CINTA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Sebagian orang mengatakan bahwa kehidupan suami istri didasari atas rasa cinta.

Jika hal itu memang benar, maka apabila rasa cinta itu hilang karena suatu hal, maka akan runtuhlah bangunan rumah tangga.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan bahwa dalam mempergauli istri bukan dengan cinta tetapi dengan kebajikan.

وعاشروهن بالمعروف

"Pergauilah wanita-wanita itu dengan baik".

Al-Quran mengibaratkan dengan kata ma'ruf (baik, patut), tidak mengibaratkan dengan

وعاشروهن بالوداد أو بالمحبة

Dengan menggunakan kata widad atau hubb (cinta).

Karena kata ma'ruf mempunyai makna lebih luas dari pada kata mahabbah.

Kata Ma'ruf yang mempunyai arti baik atau patut digunakan untuk berbuat baik walaupun terhadap orang yang dibenci. Sedangkan kata Widad yang mempunyai arti cinta digunakan untuk berbuat baik terhadap orang yang dicintai atau terhadap orang yang kita merasa tentram bersamanya.

Hal itu dibuktikan dengan firman ALLOH ketika menjelaskan tentang perintah berbuat baik terhadap orang tua, walaupun keduanya masih dalam kekafiran dan memaksa untuk berbuat syirik, dengan menggunakan kata Ma'ruf:

وصاحبهما في الدنيا معروفا

Setelah menjelaskan paksaan keduanya terhadap kemusyrikan.

وإن جاهداك على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما

Paksaan akan kemusyrikan tentu hal yang dibenci, akan tetapi kita tetap diperintah untuk berbuat baik kepadanya.

$ads={1}

Karena itu Al-Quran mengatakan:

وعاشروهن بالمعروف

Pergaulan suami istri dengan dasar ma'ruf, walaupun sang suami sedang benci terhadap istri. Bukan dasar cinta, karena bila demikian, saat cinta luntur karena benci, maka rumah tangga pun akan hancur.

 نعوذ بالله من ذلك

Hal itu diperkuat dengan firman ALLOH setelahnya

فإن كرهتموهن فعسى أن تكرهوا شيئا

Maka, Walaupun ada rasa benci terhadap istri, hal itu mungkin karena sang suami sedang benci terhadap sesuatu hal. Karena itu, ALLOH mengajarkan agar tetap mempertahankan rumah tangga karena:

ويجعل الله فيه خيرا كثيرا

ALLOH menjadikan pada hal itu kebaikan yang banyak, karena:

1. Hal itu adalah wujud menjalankan perintah ALLOH.

2. Menerima Wasiat ALLOH yang tentu menghasilkan kebahagiaan dunia akhirat.

3. Memerangi hawa nafsu, dengan tetap mempertahankan rumah tangga walaupun tiada rasa cinta.

Hal ini adalah bentuk tata krama yang baik. Karena terkadang rasa benci yang ada akan berubah menjadi rasa cinta, seperti banyak disaksikan pada beberapa kasus. 

Dan setelah hilangnya kebencian akan timbul rasa sayang dan cinta yang besar sehingga keduanya diberi rizki berupa anak sholih. Dan hal ini adalah salah satu kebaikan yang dijanjikan oleh ALLOH.

Akan tetapi, ketika memang harus berpisah, Maka tetap dengan cara yang baik أو تسريح بإحسان dan ingat bahwa cerai adalah perkara yang dibenci walaupun hal itu halal. Seperti Sabda Nabi:

أبغض الحلال إلى الله الطلاق.

Itulah Pesan ALLOH dalam firmannya:

وعاشروهن بالمعروف

Mempergauli Istri dengan baik, walaupun tiada rasa cinta. Mengapa?

Karena penyebab rasa tidak cinta salah satunya adalah tidak adanya hal yang menarik dari diri perempuan itu. Semisal wajahnya kurang cantik, dan seterusnya.

Ingatlah wahai laki-laki!!!

Bahwa yang menjadi pokok pada istri adalah mereka itu suatu perkara untuk menyalurkan rasa dari laki-laki. Karena itu, apabila suami melihat seorang perempuan yang cantik sehingga ia terpikat terhadapnya, maka islam memerintahkan agar segera mendatangi istrinya dan berkumpul dengannya, untuk menyalurkan hasrat yang ditimbulkan dari wanita cantik itu. 

$ads={2}

Hal itu karena setelah hasratnya tersalurkan dengan sang istri, maka akan redamlah syahwat yang meledak-ledak, walaupun syahwat itu ditimbulkan dari melihat wanita lain.

Semoga kita dan keluarga dijaga dari pandangan haram dan perbuatan farji yang haram.

Ditulis oleh Kanthongumur di Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu Sarang Rembang Jawa Tengah.

Demikian artikel " Niat Menikah Karena Allah bukan karena Cinta "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama