Keutamaan Bekerja menurut Syariat Islam

KEUTAMAAN BEKERJA MENURUT SYARIAT ISLAM

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Salah satu cara untuk tholabul halal adalah bekerja. Dengan bekerja, harapan untuk mendapatkan harta yang halal lebih besar daripada menunggu harta tanpa bekerja. Selain itu, banyak hikmah dan barokah yang bisa dipetik. Maka dari itu, bekerja jadi perintah syariat.

Gusti Allah dawuh

فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ

"Maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah" (Jumu'ah 10)

Dalam Al Qur'an, Gusti Allah mengistilahi rejeki yang didapat dari bekerja dengan istilah fadhlullah. Artinya ada rahasia kebaikan yang besar yang tidak terduga di balik bekerja. Karena itu disebut harta hasil usaha adalah paling halalnya rejeki.

Kanjeng Nabi Muhammad SAW dawuh

أحل ما أكل العبد كسب يد الصانع إذا نصح

"Paling halalnya sesuatu yang dimakan oleh seorang hamba adalah hasil usaha pekerjaan tangannya saat pekerjaannya itu baik sesuai syariat"

Dari 2 dalil tersebut, jadi perintah syariat untuk bekerja sebagai sarana tholabul halal. Karena itu, bekerja untuk tholabul halal bisa disebut ibadah. Bahkan bekerja itu ibadah yang lebih bagus daripada hanya sibuk ibadah tapi menggantungkan hidup pada orang lain.

$ads={1}

Diriwayatkan, Nabi Isa AS melihat seseorang yang khusyuk mojok sambil wiridan sendirian di tempat sepi. Lalu ditanya orang itu oleh Nabi Isa, "Apa yang sedang kamu lakukan?"

Orang khusyuk itu menjawab, "Saya sedang beribadah,"

"Trus, siapa yang membiayai hidupmu selama ini?" Tanya Nabi Isa lagi.

"Saudaraku," Jawab orang khusyuk tadi.

Nabi Isa menanggapi, "Saudaramu itu yang lebih layak disebut ahli ibadah daripada kamu,"

Para sahabat pun sangat benci orang yang cuma rebahan dan duduk-duduk, ngandalin doa dan wiridan dalam mencari rejeki. Sayyidina Umar bin Khattab RA dawuh

لا يقعد أحدكم عن طلب الرزق، يقول : اللهم ارزقني، فقد علمتم أن السماء لا تطمر ذهبا ولا فضة

"Jangan pernah satupun dari kalian ini dalam mencari rejeki, cuma duduk melamun lalu ngoceh "Ya Allah, berikan aku rejeki!", padahal kalian tahu bahwa emas dan perak tidak akan pernah turun dari langit"

Dawuh Sayyidina Ibnu Mas'ud RA

إني لاأكره أن أرى الرجل فارغا، لا في أمر دنياه، ولا في أمر آخرته

"Saya itu benci sekali kalo melihat ada orang nganggur, gak ngurus dunianya dan gak ngurus akhiratnya"

Baca Juga: Hukumnya Seorang Muslim Bekerja Membersihkan Kuburan Non Muslim

Jadi, jangan pernah kita kepikiran nganggur dan cuma mengandalkan wiridan dalam mengais rejeki, mbah. Kita bekerja agar kita bisa menyaksikan sendiri fadhol (kebaikan) Gusti Allah dan mendapat rejeki halal.

Mugi manfaat.

Oleh: Fahmi Ali N H

Demikian Artikel " Keutamaan Bekerja menurut Syariat Islam "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close