Kutipan Kalam Para Habaib ketika Berziarah di Syi'ib Nabi Hud As

KUTIPAN KALAM PARA HABAIB KETIKA BERZIARAH DI SYI'IB NABI HUD AS

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ziarah ke Makam Nabiyullah Nuh AS dilaksanakan pada hari selasa (15/03/2022) kemarin. kalam-kalam ini dikutip melalui akun facebook Thalib Ahgaff, berikut kutipan kalamnya:

1. Kalam Al-Habib Umar bin Hafidz

- Ketika cahaya mahabbah telah menetap di hati seseorang, maka ia akan terbebas dari belenggu yang memaksa dia untuk mengikuti perkara yang dzalim, perkara yang hina dan perkara yang menjauhkannya dari ridha Allah. Dan juga ia terbebas dari kuasa hawa nafsu serta iblis.

- Hawa nafsu dan Iblis takkan bisa menguasai hati yang penuh dengan makrifat, hati yang shidiq (bersungguh-sungguh dalam bermu'amalah dengan Allah), dan hati yang penuh dengan iman serta yang senantiasa berserah diri kepada Allah.

- Jika seseorang yang berziarah/bertamu pada saudaranya yang muslim itu dinaungi 70 ribu malaikat (sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah), maka bagaimana jika seseorang menziarahi wali Allah, bagaimana jika seseorang menziarahi orang yang dekat dengan Allah, bagaimana jika menziarahi maqam Nabi? 

- Harga dari sifat tawadhu' sangatlah mahal dan tinggi, yang bisa mengangkat seseorang pada derajat yang tinggi dan abadi. Begitu juga sifat bersedih hati karena Allah (menyesali dosa-dosa yg telah dilakukan, takut akan azab Allah, merasa sangat bersyukur karena begitu besar nikmat yang Allah berikan), sifat ini dapat melahirkan kedekatan diri seorang hamba dengan Allah.

- Nafsu yang ada dalam diri kita selalu membutuhkan dakwah (harus selalu diajak dalam hal kebaikan), walaupun nafsu kita telah meningkat ke tahapan lebih tinggi seperti nafsu muthmainnah (nafsu yang tenang), nafsu radhiyah (nafsu yang ridha atas kehendak Allah), nafsu mardhiyah (nafsu yang diridhai oleh Allah), bahkan ketika nafsu tersebut telah mencapai nafsu yang sempurna, tetaplah membutuhkan dakwah, agar tetap terjaga kesempurnaannya.

- Setiap orang yang berdakwah atau mengajak dalam kebaikan, pada hakikatnya ia mewakili dakwah Nabi Muhammad Saw, oleh karena itu dia yang benar-benar menyampaikan dakwah karena Allah merupakan kekasih Allah.

- Kalam Nabi di dalamnya terdapat nur nubuwwah (cahaya kenabian), begitu juga kalam orang-orang yang hatinya bercahaya, jadi meskipun tidak paham artinya, hati akan merasa sejuk dan tentram ketika mendengarnya.

$ads={1}

2. Kalam al-Habib Umar bin Hamid al-Jailani

- Suatu tempat yang sering dijadikan dzikir kepada Allah, menjadikan tempat tersebut mustajab untuk berdo'a, sebagaimana mihrab Siti Maryam, di mana Nabi Zakariya memohon kepada Allah agar diberikan keturunan di umur yang sudah tua, maka Allah mengabulkan do'anya 

- Diantara hal-hal yang bisa mendatangkan rizki adalah perhatian seseorang kepada keluarga dan anak-anaknya, apakah sudah sholat? apakah sholatnya sudah benar? Dan apabila seseorang telah menunaikan kewajibannya sesuai apa yang diperintahkan syariat, maka Allah akan memberikannya rizki di luar dugaannya.

3. Kalam Al-Habib Abu Bakar al-Masyhur

- Sebagaimana yang kita ketahui, saat ini banyak penyakit yang tersebar di seluruh dunia, maka kita harus tahu diri, banyak diantara kita yang menganggap remeh ibadah sholat atau memakan harta syubhat, maka bertaubatlah kepada Allah, hingga Allah mengangkat penyakit ini.

- Diantara mereka ada yang menjadikan hal ini sebagai sebuah bisnis atau sebagai penghasilan dunawi, bahkan jika harus membuat manusia menderita dalam kesengsaraan. Jika mereka tidak bertaubat, maka hal ini akan menjadi perkara yang bisa membahayakannya baik di dunia, di alam kuburnya, atau di akhirat kelak, ia akan dibenci oleh para Nabi, dibenci para malaikat, dibenci orang-orang beriman dan di benci oleh Allah.

- Jadikan pusat perhatian kalian pada istri, anak-anak dan keluarga kalian (jangan sampai terbawa arus), karena media sosial sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian mereka, banyak keluarga yang hancur karenanya, media sosial (yang tidak didasari dengan akhlah islami) bisa merusak dan membahayakan akhlak, rizki dan keadaan kita.

Baca Juga: Mengenal Pesantren Daruzzahra (Dar Al Zahra) Tarim, Yaman

4. Kalam al-Habib Abu Bakar bin Abdullah Balfaqih

- Ada 3 kafaroh (penghapus dosa-dosa kecil)

1. Menyempurnakan wudhu (dengan sunnah-sunnahnya)

2. Jalan kaki menuju sholat jama'ah

3. Menunggu sholat jama'ah didirikan

- Ada 2 orang saling berteman saat di dunia, yang satu orang faqir dan yang satu lagi orang kaya. Dan si faqir ini lebih dahulu masuk surga daripada si Kaya. Dan saat si kaya masuk surga ia ditanya oleh si faqir: "Mengapa kamu lama sekali masuk surga?" Si kaya menjawab: Saya ditahan di suatu tahanan yang sangat sulit (saat hisab/perhitungan amal), hingga keringatku bercucuran, yang mana jika seribu unta minum keringatku, maka dahaga mereka barulah hilang".

(Kalam beliau menjelaskan bahwa hisab si faqir lebih ringan daripada hisab si kaya, meskipun si kaya ini adalah orang baik).

- Seseorang akan ditanya tentang 3 hal di akhirat nanti: 

1. Karena apa kamu melakukan sesuatu? Apakah karena mengharapkan ridha Allah atau karena hal duniawi?

2. Bagaimana caramu melakukan sesuatu? Apakah sesuai syariat islam, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh ulama (atau hanya mengikuti hawa nafsu saja)?

3. Karena siapa kamu melakukannya? Apakah karena Allah atau karena seseorang tertentu?

- Salah satu orang shaleh berkata: Saya heran terhadap orang yang lupa (akan akhirat) padahal akhirat tidak melupakannya (semua amal akan tampak di akhirat kelak), Saya juga heran terhadap orang yang giat mencari dunia padahal kematian selalu mengikutinya, dan saya juga heran terhadap orang yang membangun istana padahal peristirahatan terakhirnya adalah kuburan.

Baca Juga: Tarim Tempat Mencari Ketenangan Bukan Kesenangan

Berikut foto dokumentasinya:








Oleh: Thalib Ahgaff

Demikian Artikel " Kutipan Kalam Para Habaib ketika Berziarah di Syi'ib Nabi Hud As "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama