Tipu Daya Iblis Melalui Narasi Permisifme (Serba Membolehkan)

TIPU DAYA IBLIS MELALUI NARASI PERMISIFME (SERBA MEMBOLEHKAN)

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Apakah Iblis menganggap baik perbuatan zina, mencuri, membunuh, dan perbuatan buruk lainnya? Sebagai makhluk yang pernah dipercaya sebagai imam bagi para malaikat, Iblis tentu tahu dan paham semua perbuatan yang dibenci Allah. Bahkan di dalam surat al-Hasyr disebut bahwa Iblis berlepas diri dari perbuatan dosa yang dilakukan manusia, karena besarnya rasa takut (khasyah) Iblis kepada Allah: 

{ كَمَثَلِ ٱلشَّیۡطَـٰنِ إِذۡ قَالَ لِلۡإِنسَـٰنِ ٱكۡفُرۡ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّی بَرِیۤءࣱ مِّنكَ إِنِّیۤ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ }

Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu!" Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam."

[Surat Al-Hasyr: 16]

Iblis juga menolak dituduh memaksa manusia melakukan perbuatan dosa dan kesesatan, seperti tercatat di dalam Surat Qāf: 

{ ۞ قَالَ قَرِینُهُۥ رَبَّنَا مَاۤ أَطۡغَیۡتُهُۥ وَلَـٰكِن كَانَ فِی ضَلَـٰلِۭ بَعِیدࣲ }

Setan) yang menyertainya berkata (pula), "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh."

[Surat Qaf: 27]

Lantas, jika Iblis tahu semua perbuatan yang tidak disukai Allah, kenapa Iblis tidak melarang manusia berhenti melakukan perbuatan yang dilarang? Jawabannya karena dendam kesumat Iblis kepada manusia, seperti dipahami dari ayat ini: 

{ قَالَ فَبِمَاۤ أَغۡوَیۡتَنِی لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَ ٰ⁠طَكَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ }

(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,

[Surat Al-A'raf: 16]

Iblis bukan makhluk yang ceroboh dalam upayanya menyesatkan manusia. Iblis mengemas tipu dayanya dalam bentuk narasi permisifme (serba membolehkan) yang membuat manusia berpikir ulang untuk menjauhi larangan Tuhannya. Narasi permisifme itu dibangun seperti tertulis di dalam ayat ini:

{ فَوَسۡوَسَ لَهُمَا ٱلشَّیۡطَـٰنُ لِیُبۡدِیَ لَهُمَا مَا وُۥرِیَ عَنۡهُمَا مِن سَوۡءَ ٰ⁠ تِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنۡ هَـٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّاۤ أَن تَكُونَا مَلَكَیۡنِ أَوۡ تَكُونَا مِنَ ٱلۡخَـٰلِدِینَ }

Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, “Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).”

$ads={1}

[Surat Al-A'raf: 20]

Narasi permisifme itu dipandang indah, sehingga manusia yakin bahwa tidak ada masalah dengan maksiat yang dilakukannya. Tidak mengapa melakukan perbuatan zina sepanjang itu dilakukan untuk mencari nafkah bagi keluarga. Tidak mengapa mengkonsumsi barang yang memabukkan, asalkan itu dilakukan untuk menghangatkan tubuh dan meredakan ketegangan pikiran. Tidak mengapa melakukan korupsi asalkan ditujukan untuk memuliakan agama Tuhan. Tidak masalah mencampuradukkan ajaran Islam dengan ajaran lain, karena hakikat beragama adalah kemanusiaan, dan seterusnya dan sebagainya, yang menggambarkan narasi permisifme...

{ وَجَدتُّهَا وَقَوۡمَهَا یَسۡجُدُونَ لِلشَّمۡسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَیَّنَ لَهُمُ ٱلشَّیۡطَـٰنُ أَعۡمَـٰلَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِیلِ فَهُمۡ لَا یَهۡتَدُونَ }

Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,

Baca Juga: Para Dajjal di Akhir Zaman

[Surat An-Naml: 24]

 { وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنۡ هَمَزَ ٰ⁠تِ ٱلشَّیَـٰطِینِ (97) وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن یَحۡضُرُونِ (98) }

Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.”

[Surat Al-Mu'minun: 97-98]

Tipuan setan itu dahsyat. Adam alaihissalam yang pernah melihat langsung saja bisa ditipu, apalagi kita, anak-anaknya, yang tidak bisa melihat...

Oleh: KH. Abdi Kurnia Djohan

Demikian Artikel " Tipu Daya Iblis Melalui Narasi Permisifme (Serba Membolehkan) "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close