Makanan & Tazkiyatun Nafs

MAKANAN & TAZKIYATUN NAFS

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Banyak orang bertanya tentang sebab-sebab mengapa perilaku moral yang buruk menyebar luas di seluruh dunia di sekitar kita.

Salah satu alasan yang paling penting menurut saya adalah makanan yang buruk, Nabi SAW bersabda: «Perbaiki makananmu; dirimu akan menjadi seseorang yang do`anya dikabulkan» [HR Al at-Thabrani di al-Awsath].

Hadits itu terdiri dari dua suku kata:

- Yang pertama: Perbaiki makananmu, perintah yang meminta Rasulullah SAW untuk seseorang agar memperbaiki apa yang dimakannya.

Hal itu pada dua tingkatan:

- Tingkat Pertama: makanan halal.

Artinya: sumber penghasilan yang halal, tanpa ada unsur penyuapan, pencurian, penggelapan, pengambilan paksa, penipuan atau kecurangan. Dan juga jauh dari jenis apa yang Allah telah larang dari makanan seperti alkohol, daging babi, bangkai, darah.

Baca Juga: Syekh Ali Jum'ah, Ulama Yang Sukses diberbagai Bidang

- Tingkat Kedua: adalah bahwa makanan itu sendiri baik dalam rasa, dalam pengolahan.

Makanan jenis inilah yang dicari seseorang yang berhati lembut, bercita rasa tinggi yang tidak didorong oleh rasa lapar untuk mengisi perut tanpa ada menikmti lezatnya rasa dan menganggap makanan itu baik.

Suatu sifat yang kita lihat dalam firman Allah SWT tentang dari ahli al-Kahfi: setelah kelangsungan hidup mereka 309 tahun tidur lelap: 

(فَلْيَنظُرْ أَيُّهَا أَزْكَى طَعَامًا فَلْيَأْتِكُم بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلاَ يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا) [الكهف :19]

Pantaulah makanan murni yang paling bagus (pilihan) dan ambillah (belilah) sebagian dari makanan jenis itu, berhati-hatilah & jangan sampai ada seorang pun yang merasakan kehadiran kalian". (Q.S. al-Kahfi ayat 19).

$ads={1}

Bukan karena mereka didorong oleh rasa lapar untuk mencari makanan apa saja meskipun halal baik secara makanan itu sendiri, maupun dari dari sumbernya.

Tetapi, mereka mencari sesuatu yang berhubungan dengan yang "Al-azka" (yang paling bagus/pilihan).

Kemudian ayat itu mengacu pada jumlah makanan; mereka menjadikan rezki dari sebagian jenis itu, dan tidak mengatakan "datangkan (belilah) makanan itu (semuanya yang ada)".

Dan di sini kita melihat hubungan erat makanan yang menghasilkan tazkiah nafs (perbaikan jiwa)".

Syekh Ali Jum`ah

Sumber: postingan 15 Mei 2013

Oleh: Hilma Rosyida Ahmad

Demikian Artikel " Makanan & Tazkiyatun Nafs "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama