Kisah Syekh Mutawalli Asy-Sya'rawi Mengakui Kesalahan Pendapat di Depan Umum

KISAH SYEKH MUTAWALLI ASY-SYA'RAWI MENGAKUI KESALAHAN PENDAPAT DI DEPAN UMUM

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Pada tahun 1961, Presiden Jamal Abd an-Naser mengeluarkan keputusan untuk mengembangkan Al-Azhar yang merupakan universitas tertua agar tetap paling besar di dunia*.

Di antara isi keputusan adalah membangun sejumlah fakultas keilmuan umum di universitas Al-Azhar, di samping fakultas ilmu agama & bahasa Arab.

Keputusan itu ditanggapi dengan berbagai pendapat dari dalam Al-Azhar sendiri..

Lalu, apa kata Syekh asy-Sya'rawi setelah 33 tahun (saat wawancara) dari keluarnya keputusan itu?

"Ada rahasia & bukti keagungan-Nya dalam al-Azhar, sebelum seribu tahun yang lalu dibuat untuk mengajarkan syi'ah.. Kemudian Allah membersihkannya sehingga murni menjadi madzhab Ahli as-Sunnah... Madzhab yang suci & murni...

Di sisi lain.. Pembangunan Al-Azhar di Mesir merupakan pilihan Allah SWT.. Dia Memilih Mesir untuk menjaganya... Sebelum dibangun Al-Azhar. Dalam al-Qur'an yang diturunkan pada Sayyiduna Muhammad SAW; Mesir punya kedudukan yang tidak dimiliki oleh negara apapun di seluruh bumi.

Aku menyebutkan secara umum.. Coba cari negara yang disebutkan secara jelas seperti halnya " Mesir".

Tidak ada.. Hanya Mesir.. Seakan-akan Allah SWT sudah Menyiapkannya dari azali... Disebutkan dalam kitab-Nya yang mu'jiz.

Baca Juga: Syeikh Mutawalli Al Husaini Bermimpi Belajar Kepada Seorang Guru Yang Tidak Dikenalnya

Rasulullah SAW menguatkan hal itu dengan menyebutkan bahwa "Mesir adalah Kinanah Allah di muka bumi"... Kinanah artinya busur, tempat letak anak panah yang dipakai untuk berperang.. 

....

Apabila tanah suci dimuliakan dengan tempat turunnya wahyu.

Maka Mesir dimuliakan sebagai tempat turunnya tahqiq (pembenaran) untuk manhaj Allah secara keilmuan".

Syekh asy-Sya'rawi memandang bahwa Al-Azhar mestinya dikhususkan untuk pendidikan agama saja, karena secara tarbiyah (menurut Beliau) sangat memporsir tenaga para pelajar Al-Azhar yang mesti mengikuti ujian pelajaran umum, kemudian ujian pelajaran Al-Azhar.

Mestinya (menurut Syekh) bukannya al-Azhar yang diberi materi ilmu umum, tapi lembaga umum lah yang mestinya diberi pelajaran agama.

Itu pendapat Syekh asy-Sya'rawi setelah 33 tahun dari keputusan Presiden 1961M, yaitu tahun 1994 M, yang dituliskan dari wawancara dengan Beliau halaman 133 - 135. 

$ads={1}

PDFnya:

http://k-tb.com/book/olmaa02006-الشعراوي-الذي-لا-نعرفه

Nah, kemudian apa yang terjadi setelah itu...

Syekh asy-Sya'rawi rahimahullah mengakui di depan umum tentang kesalahan pendapat Beliau.

Pada tahun 1995, Syekh asy-Sya'rawi rahimahullah mengunjungi kubur Presiden Jamal, berdiri di sana & mendo'akan setelah melihat dalam mimpi yang Beliau ceritakan:

"لقد أتانى عبد الناصر في المنام ومعه صبي صغير وفتاة صغيرة والصبى ممسكاً بمسطرة هندسية كبيرة والبنت تمسك سماعة طبيب ويقول لي ألم يكن لدى حق أيها الشيخ، فقلت له بلى يا عبدالناصر أصبت أنت وأخطأت أنا".

"Dalam mimpi, aku didatangi Abd an-Naser bersama seorang anak laki2 & seorang anak perempuan. Anak laki2 itu memegang penggaris insinyur & anak perempuan memegang alat deteksi dokter.

Abd Naser berkata: "Bukankah aku benar wahai Syekh?".

Aku pun berkata: "Begitulah wahai Abd an-Naser, kamu benar & akulah yang salah".

* Itu setelah sebelumnya - menurut cerita Syekh Ali Jum'ah hafizhahullah - Presiden Jamal ingin menutup al-Azhar, tapi diancam oleh Presiden Soekarno rahimahullah bahwa kalau sampai itu terjadi maka hubungan Indonesia & Mesir akan berakhir.. Presiden Jamal pun dinasehati oleh Presiden Soekarno agar mestinya baik pada Al-Azhar & mengembangkannya.

---

Al-Fatihah untuk masyayikh al-Azhar.. Juga untuk Presiden Soekarno & Jamal Abd an-Naser..

Oleh : Hilma Rosyida Ahmad

Demikian Artikel " Kisah Syekh Mutawalli Asy-Sya'rawi Mengakui Kesalahan Pendapat di Depan Umum "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama