Biografi Lengkap Sayyidah Fatimah az-Zahra sa

BIOGRAFI LENGKAP SAYYIDAH FATIMAH AZ-ZAHRA SA

بسم الله الرحمن الرحيم 

MULAI MENULIS 12 ROBI'UL AWAL 1443 H/ 2021M

DAFTAR ISI

MUQODDIMAH

1. KELAHIRAN

2. SAUDARA KANDUNG

3. KEJADIAN SEBELUM PERNIKAHAN

4. PERNIKAHAN

5. KEHIDUPAN RUMAH TANGGA

a. Ketika Beliau Bersedih.

b. Puisi Rayuan Kecemburuan 

6. KETURUNAN

7. HAL-HAL YANG BELIAU CINTAI

8. KEISTIMEWAAN-KEISTIMEWAAN

a. Putri yang Paling di Cintai.

b. Sangat Mencintai Nabi.

c. Sangat Menjaga Pandangan.

d. Sangat Menjaga kehormatannya.

e. Sangat Dermawan.

f. Tidak Pernah Haid dan Selalu Suci.

g. Sangat Zuhud.

h. Sangat Sabar.

9. WAFAT

10. KISAH TASBIH FATHIMAH

11. SHOLAWAT SAYYIDAH FATHIMAH AZ-ZAHRO'

DAFTAR PUSTAKA

REFERENSI LAIN

MUQODDIMAH

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ رُوْحُهُ مِحْرَابُ الْأَرْوَاحِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكَوْنِ. اللّٰهّمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ هُوَ إِمَامُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ هُوَ إِمَامُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عِبَادِ اللّٰهِ الْمُؤْمِنِيْنَ.(*)

Para Pembaca yang budiman.

Buku kecil ini membahas secara ringkas biografi dari Sayyidatina Fathimah Az-Zahro Rodiyallohu 'anha, putri Baginda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa Sallam yang paling beliau cintai, dimana beliau kelak adalah Penghulu Wanita di Surga.

Sebenarnya penulis tidak membidangi dan bukan ahli dalam sejarah. Akan tetapi penulis memberanikan diri menulis kisah ini sebagai bentuk ungkapan cinta dan kekaguman kepada beliau, Sayidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha. Walaupun sebenarnya diri yang penuh salah dan dosa ini tidak pantas mencintai dan mengidolakan sosok beliau yang suci. Ya Allooh... 

Semoga dengan mengetahui biografi beliau, bisa menjadi suri tauladan dan contoh bagi kita, serta membawa keberkahan dan kemanfa'atan bagi kita, terkhusus bagi para wanita.

Kemudian, tak lupa kami haturkan banyak terima kasih kepada segenap Guru-Guru kami, yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu disini. Terkhusus kepada Mu'allimy Habib Ghozali yang begitu mendukung da'wah kami melalui media tulisan. Serta kepada Guru-Guru kami Habib Ali Baharun Mondo, Habib Husin Nabil dan Habib Alwi Husin, dimana beliau-beliau adalah cucu-cucu dari Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha. Terima kasih atas ilmu-ilmunya dan nasehat-nasehatnya.

Juga terima kasih penulis haturkan kepada Almukarrom Romo Kyai Mohammad Usman bin Abdul Qodir yang telah dengan sabar mengajari kami sejak kecil hingga saat ini, serta mendorong kami untuk menulis. Juga terima kasih kami haturkan kepada Almukarrom Romo Kyai Ahmad Soleh Abdul Jalil yang dulu secara khusus pernah meminta penulis untuk mengikuti kursus jurnalistik kepenulisan dengan biaya ditanggung oleh beliau.

Jazahumullooh ahsanal jaza' wa Jazahumullooh khoiron katsiro fid dunya wal Akhiroh. 

Terakhir, bilamana dalam risalah kecil ini ada kesalahan-kesalahannya, mohon kiranya pembaca berkenan untuk mengingatkannya.

Kediri, 3 Romadhon 1443 H/5 April 2022.

ttd

Muhammad Abdul Ghofur.

(*) Suatu ketika Habib Husin Nabil pernah menyampaikan bahwa suatu perkara yang baik akan sedikit barokahnya apabila tidak dimulai oleh basmalah. Menurut pendapat lain dimulai dengan alhamdulillah. Dan menurut pendapat yang ketiga dimulai dengan sholawat.

Karena itu, khusus risalah kecil ini, dalam muqoddimahnya penulis mulai dengan sholawat. Adapun sholawat yang digunakan adalah sholawat dari Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha. WAlloohu a'lam bissowab.

1. KELAHIRAN

Sayyidatina Fahiimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha adalah putri Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam yang ke empat. Ia adalah pemimpin wanita Surga. Menurut ahli sejarah ia putri yang paling bungsu. Ia lahir setahun setelah kenabian, yaitu saat Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam berumur 41 tahun. Sebagian riwayat menulis bahwa kelahirannya 5 tahun sebelum kenabian, ketika Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam berumur 35 tahun.

Dikatakan bahwa nama Fathimah diberikan berdasarkan ilham atau wahyu. Lafadz Fatham artinya terjaga, yaitu terjaga dari api neraka. Tentang piliha nama ini, Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam bersabda:

انما سميت فاطمة فاطمة لأن الله فطمها ومحبيها من النار

Artinya:

"Aku menamainya dengan nama Fathimah tiada lain karena sesungguhnya Alloh telah menjauhkanya dari neraka beserta orang-orang yang mencintainya."

Gelar beliau adalah Az-Zahro' dan Al-Batul.

Az-Zahro' artinya bunga. Karena beliau menjadi bunga bagi Sang Ayahanda Shollallohu alaihi wa Sallam.

Beliau bergelar pula Al-Batul yang artinya terputus. Karena beliau telah terputus dari hal-hal yang bersifat duniawi dan menjadikan setiap tindakan serta ucapan beliau hanya untuk ibadah. (Facebook Kyai Ali Khidir)

2. SAUDARA KANDUNG

Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha adalah anak ke-5 dari Baginda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa Sallam. Adapun putra-putri Baginda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa Sallam adalah sebagaimana disebutkan dalam bait Nadzom Aqidatul Awam:

وسبعة أولاده فمنهم * ثلاثة من الذكور تفهم

قاسم وعبد الله وهو الطيب * وطاهر بذين ذا يلقب

أتاه إبراهيم من سرية * فأمه مارية القبطية

وغير إبراهيم من خديجة * هم ستة فخذ بهم وليجة

وأربع من الإناث تذكر * رضوان ربي للجميع يذكر

فاطمة الزهراء بعلها على * وابناهما السبطان فضلهم جلي

فزينب وبعدها رقية * وأم كلثوم زكت رضية

Anak-anak beliau ada 7, tiga diantaranya adalah laki-laki.

Yaitu Sayyid Qosyim, Sayyid Abdulloh, dimana ia memiliki gelar "Toyyib Thohir".

Selanjutnya Sayyid Ibrohim yang berasal dari istri amat (budak). Adapun ibunya bernama Sayyidah Mariyah Al-Qibtiyah (Mesir).

Anak-anak selain Sayyid Ibrohim berasal dari Sayyidah Khodijah. Yaitu 6 orang, kemudian cintailah mereka.

Adapun putri-putri beliau ada 4. Mereka semua di ridhoi oleh Tuhan.

Yaitu Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' yang bersuami Sayyidina Ali. Dimana kedua putra mereka, adalah dua cucu Nabi. Keutamaan mereka semua itu jelas.

Kemudian Sayyidatina Zainab. Setelahnya adalah Sayyidatina Ruqoyyah. Dan juga Sayyidatina Ummu Kultsum yang suci dan di ridhoi.

(Aqidatul Awam, hal: 12-14)

Adapun jika sesuai urutan kelahirannya adalah:

1. Sayyid Qosyim.

2. Sayyidatina Zainab.

3. Sayyidatina Ruqoyyah.

4. Sayyidatina Ummu Kultsum.

5. Sayyidatina Fathimah. 

6. Sayyid Abdulloh.

7. Sayyid Ibrohim. (Rowihatul Aqwam, hal: 25)

3. KEJADIAN SEBELUM PERNIKAHAN

Dihari ketika beliau mau menikah, pakaian yang akan digunakan untuk acara pernikahan beliau infakkan. Hal ini sampai diprotes oleh ibu-ibu dan para wanita Madinah.

Mereka berkata, "Duh, Fathimah, kenapa begitu sih, orang mau nikah, malah baju pernikahan dikasihkan kepada orang lain. Saya adukan kamu kepada Nabi."

Kemudian mereka menghadap Baginda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa Sallam dan berkata, "Ya Rosululloh, anak Anda yang akan menikah, malah baju pernikahannya dikasihkan kepada orang lain."

Apa yang beliau lakukan?

Nabi datangin, Nabi peluk, Nabi keluarkan air mata, lalu Nabi bersabda:

أنت حقا بضاعة مني

"Emang benar, engkau adalah belahan jiwaku... Wahai Fathimah, seluruh hidupmu engkau serahkan untuk Alloh." (Facebook Habib Ahmad bin Hasan Alydrus)

$ads={1}

4. PERNIKAHAN

Pada mulanya beliau dilamar oleh Sayyidina Abu Bakar As-Sidiq Rodiyallohu 'anhu, namun Baginda Nabi Shollallohu alaihi wa Sallam menolaknya.

Kemudian beliau di lamar oleh Sayyidina Umar Rodiyallohu 'anhu, namun Baginda Nabi Shollallohu alaihi wa Sallam juga menolaknya.

Lalu ketika yang melamar adalah Sayyidina Ali Rodiyallohu 'anhu,  Baginda Nabi Shollallohu alaihi wa Sallam menerimanya.

Adapun maskawin untuk pernikahannya adalah baju besi beliau.

Usia Sayyidina Ali Rodiyallohu 'anhu kala itu 21 tahun lebih 5 bulan. Sementara usia Sayyidatina Fatimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'aha 15 tahun lebih 5 bulan.

Pernikahan ini terjadi setelah perang Badar. Kejadian ini terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah, pada bulan Muharrom, atau Sofar, atau Rojab, atau Romadhon. Setelah tujuh setengah bulan, barulah mereka berkumpul. (Nurudz Dzolam, hal: 30, Hikayah Shohabah, hal: 187)

5. KEHIDUPAN RUMAH TANGGA

a. Ketika Beliau Bersedih.

Pernah suatu ketika Sayyidina Ali Rodiyallohu 'anhu ingin menikah lagi dengan anak perempuan Abu Jahal, namun Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha merasa bersedih dengan rencana tersebut. Kemudian Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha mengadukannya kepada Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam,  lalu beliau bersabda, "Fathimah adalah bagian dari diriku. Barang siapa menyusahkannya berarti ia menyusahkanku."

Itulah sebabnya, selama Sayyidatina Fatimah Az-Zahro Rodiyallohu 'anha masih hidup, Sayyidina Ali Rodiyallohu 'anhu tidak menikah lagi dengan siapa pun. Setelah Sayyidatina Fatimah Rodiyallohu 'anha meninggal dunia, barulah Sayyidina Ali Rodiyallohu 'anhu menikah dengan keponakan Sayyidatina Fatimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha sendiri, yaitu Sayyidatina Umamah Rodiyallohu 'anha. (Hikayah Shohabah, hal: 188)

b. Puisi Rayuan Kecemburuan.

Suatu hari, ketika sampai rumah, Sayyidina Ali Rodiyallohu 'anhu melihat Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha sedang bersiwak. Melihat kayu siwak menyentuh bibir Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha, beliau cemburu. Karena disaat yang bersamaan beliau tidak bisa menghentikan Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha untuk tidak terus bersiwak, karena bersiwak adalah sunnah dari Ayahanda beliau, Baginda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa Sallam. 

Kecemburuan dan rayuan Sayyidina Ali Rodiyallohu 'anhu ini diungkapkan melalui sebuah puisi:

"Apakah yang kamu lakukan wahai kayu arok (siwak) dengan bersembunyi di dalam mulutnya (Fathimah).

Apakah kamu tidak takut wahai kayu arok jika aku melihat kelakuanmu?

Kalau seandainya ini medan perang, maka aku pasti telah membunuhmu.

Tidak kah kamu tahu kalau selama ini tidak ada yang bisa mengalahkanku dimedan perang?

Kecuali untuk perang kali ini, aku akui kemenanganmu wahai kayu siwak."

SubhanAllooh... 

(Facebook Ustadz Fauzan Inzaghi)

6. KETURUNAN

Keturunan Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam hanya berlanjut dari keturunan Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha, dan insya Alloh akan berlangsung terus sampai Hari Kiamat. Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha memiliki enam anak, tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan. (Hikayah Shohabah, hal: 188)

Putra putri beliau yaiitu:

1. Sayyidina Hasan Rodiyallohu 'anhu.

2. Sayyidina Husein Rodiyallohu 'anhu.

3. Sayyidina Muhassin Rodiyallohu 'anhu.

4. Sayyidatina Zainab Rodiyallohu 'anha.

5. Sayyidatina Ummu Kultsum Rodiyallohu 'anha.

6. Sayyidatina Ruqoyyah Rodiyallohu 'anha. (Nurudz Dzolam, hal: 30)

Sayyidina Hasan Rodiyallohu 'anhu dilahirkan sebelum kakek beliau wafat, yaitu Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam, dengan rentang jarak 8 tahun. Adapun Sayyidina Husein Rodiyallohu 'anhu 7 tahun sebelum beliau wafat.

Ketika Sayyidina Husein Rodiyallohu 'anhu lahir, Baginda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa Sallam "nyetak i" dengan air liur beliau yang suci, dan mengadzani telinganya, meludahi mulutnya, serta mendo'akannya. Kemudian setelah 7 hari, ia diberi nama Husein. Selain itu juga diselenggarakan aqiqah. (Nurudz Dzolam, hal: 30)

Dalam kitab Hikayah Shohabah dijelaskan:

Anak laki-lakinya yang tertua adalah Sayidina Hasan Rodiyallohu 'anhu. Ia lahir pada tahun kedua setelah pernikahan beliau dengan Sayyidina Ali Rodiyallohu 'anhu. Kemudian lahirlah Sayidina Husein Rodiyallohu 'anhu pada tahun ketiga pernikahannya (4 Hijriyah). Lalu lahir Sayidina Muhassin Rodiyallohu 'anhu, namun ia meninggal dunia ketika masik anak-anak. Anak perempuan Sayidatina Fathimah Az-Zahro Rodiyallohu 'anha yang bernama Sayidatina Ruqoyyah Rodiyallohu 'anha juga meninggal dunia ketika masih kecil, sehingga sebagian ahli tarikh tidak menulis mengenai dirinya. Putrinya yang kedua adalah Sayidatina Ummu Kultsum Rodiyallohu 'anha. (Hikayah Shohabah, hal: 188). Menurut seykh Ibnu Abdil Bar Rohmatulloh 'alaih, beliau dilahirkan sebelum kewafatan sang kakek, Baginda Nabi Shollallohu alaihi wa Sallam. (Nurudz Dzolam, hal: 30)

Sayyidatina Ummu Kultsum Rodiyallohu 'anha menikah pertama kali dengan Amirul Mukminin Umar Rodiyallohu 'anhu. Ia mendapat seorang anak laki-laki bernama Zaid Rohmatulloh 'alaih dan seorang anak perempuan bernama Ruqoyyah Rohmatulloh 'alaiha.

Setelah Sayidina Umar Rodiyallohu 'anhu meninggal dunia, Sayidatina Ummu Kultsum Rodiyallohu 'anha menikah  dengan Sayidina 'Aun bin Ja'far Rodiyallohu 'anhuma. Darinya ia tidak mendapat keturunan. Setelah meninggalnya Sayidina 'Aun bin Ja'far Rodiyallohu 'anhuma kemudian Sayidatina Ummu Kultsum Rodiyallohu 'anha menikah dengan Sayidina Muhammad bin Ja'far Rodiyallohu 'anhu (Saudara kandung Sayidina 'Aun Rodiyallohu 'anhu). Darinya ia mempunyai seorang anak perempuan yang meninggal waktu kecil.

Sesudah meninggalnya Sayyidina Muhammad bin Ja'far Rodiyallohu 'anhuma, ia menikah lagi dengan Sayyidina Abdulloh bin Ja'far Rodiyallohu 'anhuma (Saudara kandung Sayidina 'Aun Rodiyallohu 'anhu yang lainnya). Dari pernikahan ini ia tidak memiliki anak. Ketika menjadi istri Sayidina Abdulloh bin Ja'far Rodiyallohu 'anhuma inilah Sayidatina Ummu Kultsum Rodiyallohu 'anha meninggal dunia. Pada hari yang sama, anak laki-lakinya yang bernama Zaid Rohmatulloh alaih juga meninggal dunia. Akhirnya kedua jenazah ibu dan anak tersebut, diberangkatkan kepemakaman bersama-sama. Selain Zaid Rohmatulloh alaih, ia tidak mempunyai keturunan lagi.

Anak Sayidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha yang ketiga adalah Sayidatina Zainab Rodiyallohu 'anha. (Hikayah Shohabah, hal: 188-189)

Menurut Ibnu Atsir Rohmatulloh 'alaih, Sayyidatina Zainab Rodiyallohu 'anha dilahirkan ketika Nabi Shollallohu alaihi wa Sallam masih hidup. Ia putri yang cerdas, dan pandai. (Nurudz Dzolam, hal: 30)

Sayyidatina Zainab Rodiyallohu 'anha menikah dengan Sayidina Abdulloh bin Ja'far Rodiyallohu 'anhuma dan mempunyai dua orang anak laki-laki, yaitu Sayidina Abdulloh dan Sayidina 'Aun Rodiyallohu 'anhuma. Keduanya meninggal dunia saat Sayidatina Zainab dan Sayidina Abdulloh bin Ja'far Rodiyallohu 'anhuma masih menjadi suami istri. Setelah Sayidatina Zainab Rodiyallohu 'anha meninggal dunia, Sayidina Abdulloh bin Ja'far Rodiyallohu 'anhuma menikah dengan Sayidatina Ummu Kultsum Rodiyallohu 'anha, yang juga putri Sayidatina Fathimah Az-Zahro Rodiyallohu 'anha dan sebelumnya mantan istri saudaranya sendiri, yaitu Sayidina Muhammad bin Ja'far Rodiyallohu 'anhu.

Itulah putra-putri Sayidina Ali Rodiyallohu 'anhu dari Sayidatina Fathimah Az-Zahro Rodiyallohu 'anha. (Hikayah Shohabah, hal: 189)

Adapun menurut Seykh Hasan Al-Adwy Rohmatulloh 'alaih, putra-putri beliau ada lima, yaitu: 

1. Sayyidina Hasan Rodiyallohu 'anhu.

2. Sayyidina Husein Rodiyallohu 'anhu.

3. Sayyidina Muhassin Rodiyallohu 'anhu.

4. Sayyidatina Zainab Rodiyallohu 'anha.

5. Sayyidatina Ummu Kultsum Rodiyallohu 'anha.

Dengan tidak memasukkan Sayyidatina Ruqoyyah Rodiyallohu 'anha. (Nurudz Dzolam, hal: 30)

7. HAL-HAL YANG BELIAU CINTAI

Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha mengatakan:

حبب إلي من دنيكم ثلاث النظر الى وجه رسول الله وتلاوة كتاب الله والإنفاق في سبيل الله.

Artinya:

"Saya mencintai dari dunia kalian 3 hal, yaitu:

- Memandang wajah Rosululloh. 

- Membaca kitab Alloh.

- Berinfak di jalan Alloh. (Facebook Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus)

8. KEISTIMEWAAN-KEISTIMEWAAN

a. Putri yang Paling di Cintai.

Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha adalah putri yang paling dicintai oleh Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam. Apabila Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam akan bepergian, maka beliaulah yang paling akhir dipamiti. Jika beliau kembali dari bepergian, maka beliaulah yang pertama kali ditemui.

b. Sangat Mencintai Nabi.

Sayidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha adalah sosok putri yang sangat mencintai Baginda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa Sallam. Salah satu buktinya adalah sewaktu Baginda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa Sallam akan wafat, beliau begitu teramat sangat bersedih.

Sebagaimana disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori berikut ini:

عن أنس أنه قال: "لما ثقل رسول الله صلى الله عليه وسلم جعل يتغشاه الكرب فجعلت فاطمة رضي الله تعالى عنها تقول واكرب ابتاه فقال صلى الله عليه وسلم لا كرب على أبيك بعد اليوم".

Artinya:

"Dari Sayyidina Abbas Rodiyallohu 'anhu, sesungguhnya beliau bersabda, "Ketika keadaan Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam nampak berat, sehingga beliau diliputi kesedihan, maka Sayyidatina Fathimah Rodiyallohu 'anha bergegas mengatakan, "Aduh, betapa susahnya ayah saya." Kemudian beliau Shollallohu alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak ada lagi kesusahan bagi ayahmu ini setelah kematian." (Isti'dad lil Maut wa lima Ba'dal Maut, juz: 1 hal: 12)

Setelah Baginda Nabi Shollallohu alaihi wa Sallam wafat, Sayyidatina

Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha terus datang berziarah ke makam ayahnya, pun pula di ciumi tanah yang ada disana. (Facebook Habib Ahmad bin Hasan Alydrus)

c. Sangat Menjaga Pandangan.

Hal ini berdasarkan keterangan Kyai Ali Khidir dari Jombang. Beliau menceritakan peristiwa ketika suatu saat Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam bertanya kepada Sayyidah Fatimah Rodiyallohu 'anha, putri beliau: "Apakah yang terbaik bagi seorang wanita?"

Beliau menjawab:

أن لا ترى الرجال ولا ترونها الرجال

"Tidak melihat kaum pria dan para pria tidak melihatnya."

Jawaban singkat ini membuat Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam sangat gembira.

Begitu sempurnanya beliau dalam menjaga kehormatannya, hingga berkahnya dirasakan oleh keturunan-keturunan beliau.

Lalu Kyai Ali Khidir menyampaikan: "Sebuah pelajaran besar bagi kaum ibu-ibu yang ingin tahu cara nirakati anak cucunya..." (Facebook Kyai Ali Khidir)

d. Sangat Menjaga kehormatannya.

Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam bersabda:

إن فاطمة احصنت فرجها فحرم الله ذريتها على النار

Artinya:

"Sesungguhnya Fathimah sangat menjaga kehormatannya, sebab itulah Alloh mengharamkan keturunanya dari neraka." (Facebook Kyai Ali Khidir)

e. Teramat Sangat Dermawan.

Diantara keistimewaan Sayyidatina Fatimah Az-Zahro' RodiyAlloohu 'anha adalah beliau sangat-sangat dermawan. Saking dermawannya, bukan pertanyaan: Apa yang telah beliau infakkan? Tapi: Apa yang belum beliau infakkan?

Harta beliau habis diinfakkan di jalan Alloh. Bahkan juga termasuk kalung hadiah dari Sayyidatina Khodijah Rodiyallohu 'anha beliau infakkan kepada fakir miskin. Padahal itu satu-satunya kenangan dari sang ibu.

Waktunya, tenaganya, putra-putrinya, semua diinfakkan di jalan Alloh. (Facebook Habib Ahmad bin Hasan Alydrus)

f. Tidak Pernah Haid dan Selalu Suci.

Sayyidatina Fatimatuz Zahro' Rodiyallohu 'anha beliau seumur hidup tidak pernah haid. Hikmahnya bagi beliau adalah tiada waktu kecuali untuk beribadah. (Quthul Habibul Ghorib Tausykh 'ala Fathul Qorib, hal: 45)

g. Sangat Zuhud.

Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha pernah mengadu kepada Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam bahwa ia ingin seperti wanita-wanita yang lain berhias dengan barang emas. Lalu Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam membawa Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha ke suatu perigi (sumur) dan menimba ke dalam perigi tersebut.

Setelah diangkat naik timba tersebut maka kelihatanlah barang-barang perhiasan emas di dalam timba tersebut. Kata Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam, "Ambillah Fathimah!" Oleh karena ingin berhias seperti wanita lainnya, Sayyidah Fathimah pun mengambil, tapi cuma satu saja. Ambilnya juga dalam keadaan malu.

Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam kemudian bertanya kepadanya, "Cukupkah Fathimah?" jawab beliau, "Cukup ya Rosululloh." Kemudian Rosululloh menyambung, "Tapi ketahuilah wahai Fathimah, dengan kamu mengambil satu itu, sudah mengurangi kebahagianmu nanti di Akhirat. Sayyidah Fathimah pun segera mengembalikannya. Beliau tak sanggup menukarkan Akhirat dengan dunia yang sedikit. (Facebook Habib Usman)

h. Sangat Sabar.

Sebagaimana kita ketahui, semakin tinggi derajat seseorang, maka akan semakin berat cobaannya. Dan adapun beliau, Sayyidatina Fathimah Rodiyallohu 'anha adalah wanita terbaik dan paling utama, beliau juga diuji oleh Alloh Subhanahu wa Ta'ala dengan ujian-ujian yang sangat berat. Ujian-ujian ini beliau hadapi dengan penuh kesabaran.

Saking begitu beratnya ujian-ujian yang menimpa beliau, hingga beliau pernah berkata:

صبت علي مصائب، لو صبت على الأيام سرنى ليالي

Artinya:

"Ditimpakan kepadaku musibah demi musibah. Seandainya musibah itu Ditimpakan pada siang, maka siang akan sirna dan berubah menjadi malam." (Facebook Habib Ahmad bin Hasan Alydrus)

$ads={2}

9. WAFAT

Sayyidatina Fatimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha wafat setelah wafatnya Baginda Nabi Muhammad Shollallohu alaihi wa Sallam dengan jarak waktu 6 bulan, ini menurut qoul yang shohih. Malam Selasa, 3 Romadhon tahun 11 Hijriyah. Beliau dimakamkan di waktu malam hari. (Nurudz Dzolam, hal: 30)

Suatu ketika, beliau bilang kepada Sayyidatina Asma' Rodiyallohu 'anha, "Saya mau masuk ke kamar. Saya mau membaca Al-Qur'an. Jangan kau masuk ke kamar saya. Saya ingin fokus. Karena saya merasa ini adalah detik-detik terakhir saya. Nanti kalau kamu sudah tidak mendengar saya membaca Al-Qur'an, itu berarti saya sudah menyusul kepada ayah saya menuju alam barzakh."

Jadi, detik-detik terakhir beliau di isi dengan membaca Al-Qur'an. (Facebook Habib Ahmad bin Hasan Alydrus)

Menurut keterangan yang lain, suatu ketika Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha jatuh sakit. Suatu hari ia berkata kepada pembantunya, "Aku hendak mandi, siapkanlah air." Kemudian ia mandi dan berganti pakaian dengan yang baru. Selanjutnya ia berkata, "Letakkan alas tidurku di tengah-tengah rumah." Sayyidatina Fatimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha mendatangi  tempat tersebut dan berbaring menghadap kiblat, meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, lalu berkata, "Aku akan mati sekarang." Setelah berkata demikian, wafatlah putri Baginda Nabi Shollallohu alaihi wa Sallam itu. (Hikayah Shohabah, hal: 188)

Dikisahkan, ketika beliau wafat, yang membawa jenazah beliau ada 4 orang. Yaitu Sayyidina Ali Rodiyallohu 'anhu, kedua putra beliau, Sayyidina Hadan dan Husein Rodiyallohu 'anhuma, Serta Sayyidina Abu Dzar Al-Ghifari Rodiyallohu 'anhu.

Ketika mereka meletakkannya di tepi pemakaman, berdirilah Sayyidina Abu Dzar Al-Ghifari Rodiyallohu 'anhu dan beliau berkata, "Wahai kubur, tidakkah engkau tahu, siapa yang kami bawa datang kepadamu. Beliau adalah Sayyidatina  Fathimah Az-Zahro' putri Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam, suami dari Sayyidina Ali Al-Murtadho, dan ibu dari Sayyidina Hasan dan Husein Rodiyallohu 'anhuma."

Kemudian mereka mendengar suara dari dalam kubur. "Aku bukanlah tempat mengira-ngira dan nasab. Sesungguhnya aku adalah tempatnya (balasan) amal sholeh. Tidak selamat dariku, kecuali orang yang banyak berbuat baik, hatinya selamat, dan bersih amalnya." (Nurudz Dzolam, hal: 30)

Ketika Sayyidina Imam Ali bin Abu Tholib Rodiyallohu 'anhu memasukkan jenazah istri tercinta, Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha ke liang lahat, beliau menangis terisak-isak sehingga putranya Sayyidina Hasan Rodiyallohu 'anhu berkata:

"Wahai ayahku, gerangan apakah yang membuat dirimu menangis sedemikian rupa?."

"Wahai putraku Hasan, aku teringat pesan kakekmu Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam, beliau bersabda,"Kelak ketika putriku Fathimah telah tiada wahai Ali, maka akulah yang pertama kali menerima jasadnya di liang lahat." Demikian jawaban Sayyidina Imam Ali Rodiyallohu 'anhu.

"Dan demi Alloh wahai Hasan putraku, aku melihat tangan kakekmu Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam menerima jasad ibumu Fathimah. Aku melihat kakekmu Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam menciumi wajah ibumu Fathimah." 

Sayyidina Imam Ali bin Abu Tholib Rodiyallohu 'anhu kemudian berkata:

"Wahai Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam, kini aku kembalikan amanah yang telah engkau berikan kepadaku. Aku kembalikan belahan jiwamu, yang dimana setiap engkau rindu akan Surga, engkau cium wajah suci putrimu Fathimah Az-Zahro'." (Facebook Ala NU)

10. KISAH TASBIH FATHIMAH

Sayyidina Ali Rodiyallohu 'anhu berkata kepada seorang muridnya, "Maukah kuceritakan kepadamu mengenai Fathimah, putri Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam yang sangat beliau cintai." Muridnya menjawab, "Tentu!" Lalu Sayyidina Ali Rodiyallohu 'anhu pun bercerita, "Dengan tangannya, Fathimah menggiling gandum, sehingga timbul bekas ditangannya. Ia pun mengisi tempat air sendiri, dan bekasnya terlihat di dadanya. Ia juga menyapu rumah dan bagian-bagian yang lain, sehingga bajunya kotor dan lusuh.

Suatu ketika, Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam mendapatkan beberapa hamba sahaya wanita. Aku berkata kepada Fathimah Rodiyallohu 'anha, "Pergilah kepada Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam dan mintalah pembantu kepada beliau agar dapat meringankan pekerjaanmu!" Fathimah pun datang ke majlis Baginda Nabi Shollallohu alaihi wa Sallam. Saat itu disana banyak orang, dan ia memiliki sifat sangat pemalu, karena itu ia tidak berani menyampaikan maksud kedatangannya di depan ayahnya. Akhirnya ia kembali ke rumah.

Keesokan harinya, Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam mengunjungi rumah kami dan berkata kepada Fathimah, "Wahai Fathimah, apa maksud kedatanganmu kepadaku kemarin?" Karena malu, Fathimah diam saja. Kemudian aku berkata, "Ya Rosululloh, ia menggiling gandum setiap hari sehingga timbul bekas di tangannya, dan ia mengisi air hingga berbekas di dadanya. Ia juga selalu membersihkan rumah dan bagian-bagian yang lain,  sehingga bajunya kotor dan lusuh. Kemarin aku menyuruhnya mendatagi engkau untuk meminta seorang hamba sahaya."

Dalam riwayat lain, Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha berkata kepada Baginda Nabi Shollallohu alaihi wa Sallam, "Ya Rosululloh, aku dan Ali hanya memiliki sebuah alas tidur dari kulit kambing. Malam hari kami gunakan untuk tidur dan pagi hari kami gunakan sebagai tempat rumput untuk memberi makan unta"  Baginda Rosululloh Shollallohu alaihi wa Sallam bersabda, "Wahai putriku, bersabarlah! Selama sepuluh tahun Musa Alaihis salam dan istrinya hanya mempunyai satu alas tidur, itupun mantel Musa Alaihis salam.  Malam hari, mantel itu dihamparkan untuk tidur. Bertakwalah kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan tetaplah menyempurnakan kewajibanmu dan pekerjaan rumahmu. Ketika kamu akan berbaring tidur, bacalah Subhanalloh 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allohu Akbar 34 kali! Itu lebih baik daripada seorang hamba sahaya." Sayyidatina Fathimah Az-Zahro' Rodiyallohu 'anha berkata, "Aku ridho kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan Rosul-Nya." (HR. Abu Dawud, dari kitab Muwattho') (Hikayah Sohabah, hal: 142-143)

11. SHOLAWAT SAYYIDATINA FATHIMAH AZ-ZAHRO'

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ رُوْحُهُ مِحْرَابُ الْأَرْوَاحِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكَوْنِ. اللّٰهّمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ هُوَ إِمَامُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ هُوَ إِمَامُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عِبَادِ اللّٰهِ الْمُؤْمِنِيْنَ.

Artinya:

"Ya Alloh, limpahkanlah rohmat kepada manusia yang jiwanya menjadi mihrob seluruh jiwa, para malaikat dan alam semesta. Ya Alloh, limpahkanlah rohmat kepada manusia yang menjadi pemimpin para Nabi dan para Rosul. Ya Alloh, limpahkanlah romat kepada Pemimpin Ahli Surga, yaitu hamba-hamba Alloh yang beriman." (Al-Ibriz min Kalami Sayyidi Abdil Aziz, hal: 287)

DAFTAR PUSTAKA

- Al-Ibriz min Kalami Sayyidi Abdil Aziz Ad-Dabbagh. Seykh Ahmad bin Mubarrok Al-Maliky.

- Aqidatul Awam. Sayyid Ahmad Marzuqi Al-Maliky Al-Makkiyi.

- Hikayah Shohabah. Maulana Zakariya Al-Kandahlawy.

- Isti'dad lil Maut wa lima Ba'dal Maut juz: 1. KH. Mohammad bin Abdul Qodir.

- Nurudz Dzolam syarah Aqidatul Awam. Seykh Nawawi Al-Bantany.

- Qhutul Habibil Ghorib Tausykh ala Fathul Qorib. Seykh Nawawi Al-Bantany.

- Rowihatul Aqwam Nadzom Aqidatul Awam. Kyai Bisri Mustofa Rembang.

REFERENSI LAIN

- FB Habib Ahmad bin Hasan Alydrus. 

- FB Habib Usman.

- FB Kyai Bagus Ahmadi.

- FB Kyai Ali Khidir.

- FB Ustadz Fauzan Inzaghi.

- FB Ala NU

Sumber: Penerbit Salam Batokan

Demikian Artikel " Biografi Lengkap Sayyidah Fatimah az-Zahra sa "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama