Cara Nabi Muhammad SAW Menghadapi Orang yang Suka Mencela

CARA NABI MUHAMMAD MENGHADAPI ORANG YANG SUKA MENCELA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Salah satu rahmat Allah terbesar kepada manusia adalah diutusnya baginda Muhammad Saw sebagai rasul. Ia menjadi penyampai pesan mulia dari Allah kepada umat manusia. Salah satu tema penting dari agama selain ketauhidan adalah akhlak. Selain menyampaikan pesan moral dalam al-Qur’an, baginda Muhammad mengaplikasikan ajaran moral al-Qur’an dalam kehidupannya sehari-hari. Makanya, ketika Aisyah ditanya bagaimanakah sifat Nabi? Ia menjawab, beliau berakhlak al-Qur’an.

Suatu ketika, sekelompok Yahudi lewat rumah Aisyah. Ia mempelesetkan salam “Assamu ‘alaik” (semoga kamu celaka). Aisyah yang tidak terima membalas “Assamu ‘alaikum wa la’anakumullah wa ghadiba ‘alaikum” (celaka kalian. Dan semoga Allah melaknat dan murka kepada kalian). Rasulullah yang mendengar perkataan Aisyah menegur: “Tenang Aisyah, bersikaplah lemah lembut. Jangan mencela dan berkata kotor. Sungguh Allah tidak menyukai perkataan kotor. Jika orang-orang Yahudi berucap salam yang semacam itu, maka cukup jawab ‘wa’alaikum’.

Begitulah Rasulullah memberi teladan. Kaum Yahudi itu sudah jelas bahwa mereka itu musuh Allah. Mereka sering bekonspirasi untuk mencelakakan Rasulullah dan keluarganya. Meski begitu, Rasulullah melarang kita untuk mencelanya, atau membalas celaan dengan celaan. Ini karena, jika kita membalas celaan dengan celaan, suatu hari mereka akan mencela kita lagi dengan lebih brutal. Ini adalah ajaran al-Qur’an, sebagaimana termaktub dalam QS. Al-An’am: 108.

وَلَا تَسُبُّواْ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّواْ ٱللَّهَ عَدۡوَۢا بِغَيۡرِ عِلۡمٖۗ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah secara brutal tanpa pengetahuan”

Ayat di atas memberi pengajaran pada kita untuk tidak mencela atau memaki siapapun. Dengan tidak mencela, berarti kita telah melindungi diri kita, keluarga kita, agama kita atau bahkan institusi kita dari celaan orang lain.  

Mulianya akhlak baginda Rasul juga bisa kita lihat bagaimana beliau memperlakukan tamu yang berakhlak buruk. Diketahui, dia adalah seorang yang terkenal karena suka mengumpat, memaki dan berkata kotor. Suatu ketika, ia meminta izin Aisyah untuk menemui Rasulullah. Aisyah pun melapor kepada Rasul jika ada yang ingin bertemu. Rasulullah berkata: “Dia adalah seburuk-buruk kaum”. Rasulullah kemudian menemuinya dan mengajaknya mengobrol dengan senyum dan lemah lembut. Setelah orang ini pulang, Aisyah heran lalu bertanya: “Mengapa engkau memperlakukannya dengan begitu baik sedangkan sebelumnya engkau berkata kalau dia itu seburuk-buruk kaum?” Rasulullah menjawab: “Wahai Aisyah, pernahkah engkau melihatku berkata buruk pada orang lain? Aku memberi tahu kalau dia seburuk-buruk kaum itu agar kalian tahu dan tidak memancingnya untuk berkata kotor di sini” 

$ads={1}

Begitulah Rasulullah mengajari kita bagaimana memperlakukan orang yang suka berkata kotor dan gemar mengolok-olok. Rasulullah melarang kita bersikap provokatif agar mereka tidak terpancing dan mengeluarkan kata-kata kotornya. Semoga Allah menambahkan rasa cinta kita kepada Rasulullah dengan meneladani akhlaknya. Amin.

Oleh: Fazal Himam

Demikian Artikel " Cara Nabi Muhammad SAW Menghadapi Orang yang Suka Mencela "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama