Fadhilah dan Keagungan Membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW

FADHILAH DAN KEAGUNGAN MEMBACA SHOLAWAT NABI MUHAMMAD SAW

بسم الله الرحمن الرحيم 

MUQODDIMAH

بسم الله الرحمن الرحيم

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إٍلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ.

Para Pembaca yang budiman Rohimakumulloh.

Risalah kecil ini berisi seputar keutamaan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam. Dimana sebelumnya ini merupakan tulisan berseri yang saya upload di Facebook, tepatnya saya posting pada setiap hari Jum'at selama bulan kelahiran Nabi, bulan Robi'ul Awal, tahun 1443 H/2020 M.

Sekalipun risalah ini begitu kecil, namun semoga bermanfaat dan membawa keberkahan kepada kita, menambah semangat kita untuk memperbanyak membaca sholawat, serta semoga bisa meningkatkan kecintaan kita kepada Nabi Agung Sayyiduna Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam.

Harapannya, semoga kita, saat ini ataupun kelak nanti, di akui sebagai umat oleh Beliau serta mendapatkan syafa'at dari Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam.  Amiiin amin amin ya Mujibas sailin.

Selanjutnya, kami ucapkan banyaaak banyak terima kasih kepada segenap guru-guru kami yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Terkhusus kepada segenap Masyayikh Pesantren Lirboyo, Masyayikh Pesantren Batokan, Masyayikh Pesantren Bandar Kidul, dan terkhusus juga kepada Kyai kawulo ugi Asatidz Pesantren Al-Anwar Petok.

Terakhir, bilamana dalam risalah kecil ini ada kekhilafan atau kesalahannya, kiralah Cerdik Pandai untuk berkenan menegur dan mengingatkan saya. Sukron katsir!

Kediri, 30 Desember 2021

ttd

Muhammad bin Ja'far Al-Huseiny

Alhamdulillah, saat ini kita memasuki bulan yang begitu istimewa, bulan kelahiran Baginda Nabiyyina Nabi Agung Sayyidina wa Maulana Muhammad Shollallohu 'alaihi wa 'ala alihi wa Sallam.

Disebutkan, bahwa nikmat teragung bagi manusia adalah diutusnya Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam.

Karena beliau, kita bisa mengenal Tuhan kita, Alloh Subhanahu wa Ta'ala.

Karena beliau, kita bisa mengetahui dan mendapatkan contoh akhlaq-akhlaq yang begitu luhur yang beliau suri tauladankan pada kita.

Karena beliau, kita ditunjukkan jalan keselamatan dan kebahagian, baik ketika di dunia, hingga kelak ketika di Akhirat nanti.

Beliaulah Nabi yang teramat sayang kepada umatnya, sangat memperhatikan umatnya, sangat peduli dengan keadaan umatnya, baik ketika di dunia maupun kelak ketika di Akhirat.

Sehingga sebab beliau pula, kita mendapat gelar khoirul ummah, sebaik-baik umat.

Jasa beliau teramat sangat banyak. Entah bagaimana jadinya bila Alloh Subhanahu wa Ta'ala tidak mengutus beliau?

Ya Allooh... Ya Allooh... Ya Allooh...

Karena itu, dalam syari'at agama ini, diantara ibadah yang fadhilahnya begitu banyak dan merupakan ibadah yang agung adalah membaca sholawat yang dihaturkan kepada beliau, Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam.

Diantara hadist-hadist yang menerangkan keutamaan sholawat adalah sabda Baginda Nabi Shollallohu 'alaihi wa Sallam:

من صلى علي صلت عليه الملئكة ما دام يصلي علي فليقلل عند ذلك او ليكثر

"Barang siapa bersholawat kepadaku, maka para malaikat akan memintakan rohmat untuknya selama ia bersholawat kepadaku, baik sholawatnya itu sedikit ataupun banyak." (1)

$ads={1}

Dalam hadist lain, malaikat Jibril Alaihis salam menjelaskan:

ومن صلت عليه الملائكة كان من أهل الجنة

"Barang siapa yang oleh malaikat di mintakan rohmat untuknya, maka dia termasuk ahli Surga." (1)

Masya Alloh... Dari keterangan diatas, selain menunjukan keutamaan bersholawat, yaitu dimintakan rohmat oleh para malaikat, juga menjelaskan bahwa walaupun bacaan sholawatnya itu tidak banyak, hanya membaca sedikit saja, tetap akan mendapatkan keutamaan karenanya.

Lebih dari itu, sekalipun hanya baru satu saja lafadz sholawat yang dihaturkan, itupun sudah bernilai begitu istimewa. Sebagaimana sabda Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam:

وأعطاه الله بكل صلوة صلاها علي قصرا في الجنة

"Dan Alloh membalas untuk setiap satu sholawatnya seseorang yang bersholawat kepadaku dengan balasan istana di Surga."

Masya Allooh...

Referensi:

(1) Dalailul Khoirot, Seykh Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuly, hal: 20, 24, 26.

Sewaktu di Pondok dulu, bila sehabis mengaji Al-Qur'an dihadapan Kyai, maka kegiatan selanjutnya santri-santri adalah membaca sholawat 1000 kali. Sholawatnya yang dibaca yaitu "Shollallohu 'ala Muhammad".

Banyak sekali?

Ya... Memang kelihatannya banyak, seribu kali. Akan tetapi kalau dipraktekan ternyata gak lama kok, cuma butuh waktu sekitar seperempat jam saja. Apalagi kalau sudah terbiasa, gak begitu berat juga.

Kala itu, saya nderek mawon apa yang sudah menjadi program pondok, sekalipun belum tahu apa tujuan dan fadhilah dari membaca sholawat 1000 kali.

Tapi alhamdulillah dengan berjalannya waktu, akhirnya mengetahui fadhilah dari membaca sholawat seribu kali. Selain itu, ternyata amalan membaca sholawat seribu kali ini juga dianjurkan oleh banyak ulama' dan kyai-kyai yang lainnya.

Adapun dasar dan fadhilah dari amaliyah ini adalah sabda Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam:

... ومن صلى علي الف مرة حرم الله جسده على النار وثبته بالقول الثابت في الحياة الدنيا وفي الآخرة عند المسئلة وأدخله الجنة وجاءة صلواته علي نور له يوم القيامة على الصراط مسيرة خمسمائة عام...

"Barang siapa membaca sholawat kepadaku seribu kali, maka:

- Alloh mengharamkan jasadnya dari neraka.

- Diberi ketetapan (kekuatan untuk memegang) "qoulust tsabit" ( yaitu ucapan "Lailaha illalloh") baik ketika hidup di dunia maupun sewaktu di Akhirat, ketika ditanyai (oleh malaikat Mungkar dan Nakir).

- Dimasukkan ke Surga.

- Bacaan sholawatnya kepadaku akan datang berupa cahaya baginya pada hari kiamat sewaktu di sirot sejauh perjalanan 500 tahun... " [1]

Demikian sebagian diantara fadhilah-fadhilah yang begitu penting dari membaca sholawat 1000 kali.

Selain itu, banyak hadist lain yang menjelaskan keutamaan memperbanyak membaca sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam. Seperti sabda beliau Shollallohu 'alaihi wa Sallam:

أكثركم علي صلوة أكثركم أزواجا في الحنة

"Banyaknya bacaan sholawat kalian kepadaku menyebabkan banyaknya istri kalian di Surga." [1]

Juga sabda beliau Shollallohu 'alaihi wa Sallam:

من عسرت عليه حاجة فليكثر من الصلوة على فإنها تكشف الهموم والغموم والكروب وتكثر الأرزاق وتقضي الحوائج

"Barang siapa yang kesulitan untuk mencapai hajatnya, maka perbanyaklah membaca sholawat kepadaku, karena sesungguhnya dengan sholawat menghilangkan kesedihan, keprihatian, kesumpekan, memperbanyak rizki dan juga tercapainya hajat-hajat." [1]

Lalu apakah membaca sholawatnya harus sebanyak seribu kali?

Tidak, tidak harus.

Ada keterangan hadist yang membacanya cukup 100 kali. Ada juga yang sebanyak 300 kali sebagaimana yang disampaikan oleh Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan. Ada juga Ustadz yang menyampaikan bahwa batasan banyak itu apabila membacanya lebih dari 600 kali.

Njeeeh, tergantung sesuai kesiapan dan kemampuan masing-masing. Wallohu a'lam.

[1] Dalailul Khoirot, Sayyid Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuly. Hal: 26, 24, 30.

Melihat Surga sebelum meninggal.

Ya, itulah diantara fadhilah selanjutnya dari membaca sholawat sebanyak seribu kali, bisa melihat Surga sebelum orang tersebut meninggal.

Seperti yang disampaikan oleh Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam:

من صلى على ألف مرة بشر بالجنة قبل موته

"Barang siapa membaca sholawat kepadaku seribu kali, maka ia akan diberi kabar gembira berupa Surga sebelum ia meninggal." [1]

Memang, kalau kita membaca kisah-kisah orang-orang yang sholeh, kita akan menemukan banyak cerita yang menjelaskan bahwa mereka ada yang sudah bisa melihat surga dalam mimpi mereka, bertemu bidadari-bidadari bermata jeli, bermimpi melihat keindahan-keindahan surga, bahkan ada yang dikaruniai anugrah bisa melihat Surga dalam keadaan terjaga. SubhanAllooh...

Berikut beberapa kisah diantaranya...

Pertama, kisah yang diriwayatkan di dalam kitab Ihya' Ulumuddin bahwa Syaikh Ibnu Tsauban Rohmatulloh 'alaih pernah berjanji kepada saudaranya bahwa ia akan berbuka puasa bersama, tetapi ternyata ia baru tiba keesokan paginya. Ketika saudaranya menanyakan penyebab keterlambatannya, Syaikh Ibnu Tsauban Rohmatulloh 'alaih menjawab, "Seandainya bukan karena janjiku kepadamu, tidak akan aku ceritakan penyebab keterlambatanku. Tanpa sengaja, aku terlambat datang hingga waktu isa'. Selepas sholat Isa', aku teringat belum sholat witir, sehingga aku khawatir jika aku mati malam itu, sholat witir itu menjadi tanggunganku. Ketika aku sedang membaca do'a qunut (pada akhir sholat witir), terlihat olehku sebuah taman surga hijau yang penuh berbagai jenis bunga. Demikian asyiknya aku memandang taman itu, sehingga tanpa terasa tibalah waktu subuh." [2]

Begitu juga cerita yang disampaikan oleh seorang teman, Ustadz Awi Nglengkong. Beliau pernah berkisah, bahwa ditempat istrinya, pernah ada seorang wanita yang mengalami hal yang aneh. Yaitu ketika akan meninggal, ia mengatakan melihat tempat yang begitu indah, dan melihat disana banyak anak muda-anak muda yang begitu tampan rupawan.

Lebih istimewanya lagi, wanita tersebut adalah sosok orang nampaknya yang biasa-biasa saja di masyarakat, bukan tokoh masyarakat. Namun memang beliau orang yang baik dan tidak neko-neko. Masya Alloh...

Kejadian yang menimpa beliau ini mengingatkan keterangan mengenai pemuda-pemuda yang berada di Surga yang disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an maupun hadist Baginda Nabi Shollallohu 'alaihi wa Sallam, salah satunya adalah ayat berikut ini:

وَيَطُوْفُ عَلَيْهِم وِلْدَانٌ مُخَلَّدُوْنَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُوْرًا ۝ 

"Dan mereka (ahli Surga) dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka mutiara yang bertaburan." (QS. Al-Insan, 19)

Selain melihat Surga dalam keadaan terjaga, ada banyak pula kisah orang-orang sholeh yang melihat Surga dalam mimpi mereka. Salah satunya adalah kisah dari Syaikh Abdul Wahid Rohmatulloh 'alaih, seorang ahli tasawwuf yang masyhur. Dia berkata, "Suatu hari, rasa kantuk menyerangku luar biasa, sehingga aku meninggalkan wirid-wirid dan dzikirku malam itu. Aku bermimpi berjumpa dengan seorang gadis cantik jelita berpakaian sutra hijau. Sekujur tubuh gadis itu hingga sepatunya sibuk membaca Tasbih.

Setelah terbangun dari mimpiku, aku bersumpah tidak akan tidur malam lagi." Diriwayatkan selama empat puluh tahun beliau Sholat Subuh dengan wudhu Sholat Isa'. [2]

Masya Alloh... Demikian sebagian kisah-kisah orang yang sudah melihat Surga. Sebuah anugrah istimewa untuk mereka, hamba-hamba yang begitu dekat dengan Tuhannya.

[1] Tangkhihul Qoulil Hasist, Seykh Nawawi Al-Bantany. Hal: 11.

[2] Fadoilul A'mal, Maulana Zakariya Al-Kandahlawy. Hal: 630-631 dan 305.

Diantara fadhilah dari membaca sholawat yang sangat istimewa adalah sholawat merupakan ibadah yang akan tetap diterima oleh Alloh Subhanahu wa Ta'ala walaupun belum ikhlas. Masya Allooh...

Diterangkan dalam sebuah hadist:

قال بعض الصحابة لرسول الله صلى الله عليه وسلم صلى الله عشرا لمن صلى عليك مرة واحدة،  هل ذلك لمن كان حاضر القلب قال لا بل هو لكل مصل علي غافل ويعطيه الله أمثال الجبال والملائكة تدعو له وتستغفر له

Artinya:

Ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa Sallam: "Alloh Subhanahu wa Ta'ala memberi rohmat sepuluh kali kepada seseorang yang bersholawat kepada anda satu kali. Apakah pahala ini untuk orang yang khusu'?

$ads={2}

Beliau menjawab: " Tidak, bahkan itu untuk orang yang bersholawat kepadaku dalam keadaan ia lupa. Selain itu, Alloh akan memberinya anugrah yang menyamai gunung, para malaikat mendo'akannya dan memintakan ampunan untuknya." [1]

Begitu besar fadhilah yang diperoleh bagi mereka yang membaca sholawat sekalipun dalam keadaan lupa/ tidak khusu'. Bagaimana lagi dengan mereka yang membacanya dengan khusu'?

Allohu akbar!

Banyak ulama' yang menjelaskan tentang hal ini, yaitu mengenai tetap diterimanya sholawat sekalipun saat membacanya belum ikhlas. Seperti yang disampaikan oleh Imam Syadzili, Sayyid Abu Bakar Satho', Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliky Rohmatullohi ta'ala alaihim dan ulama'-ulama' lainya.

Tentu, bagi kita hal ini merupakan jalan untuk beribadah yang begitu berharga dan anugrah yang luar biasa dari Alloh Azza wa Jalla. Bagaimana tidak, sebab untuk ibadah-ibadah lainnya, seperti puasa, sholat, haji dll diantara syarat diterimanya adalah harus adanya keikhlasan. Dan bila tidak ikhlas, maka ibadah-ibadah tersebut tidak terima. Padahal jika kita mengetahui definisi dari ikhlas, rasa-rasanya betapa sulit untuk mencapainya.

Itu baru mengenai ikhlas, padahal selain masalah ikhlas, masih banyak hal-hal lain yang bisa menyebabkan suatu ibadah tertolak atau tidak diterima. Sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Ghozali Rodiyallohu 'anhu dalam kitab Bidayatul Hidayah. Disana beliau menyampaikan satu hadist yang cukup panjang.

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa Alloh Subhanahu wa Ta'ala menciptakan tujuh malaikat yang menjaga tujuh langit.

Kemudian ada malaikat hafadzoh (malaikat yang menjaga amal seorang hamba) yang membawa amal ibadah, tapi ditolak oleh malaikat penjaga langit ke-1, karena orang tersebut ahli ghibah.

Ada juga yang sampai ke langit ke-2, tapi disana ditolak malaikat karena orang tersebut beribadah untuk tujuan keduniaan.

Ada yang sampai kelangit ke-3. Namun terhenti dan tertolak, karena orang tersebut memiliki sifat sombong.

Ada juga yang terhenti di langit ke-4, disebabkan karena adanya perasaan 'ujub/membanggakan diri.

Juga ada ibadah-ibadah yang melewati langit-langit tersebut, akan tetapi terhenti di langit ke-5. Disebabkan karena adanya sifat hasud, sehingga malaikat penjaganya menyuruh untuk memukulkan amalnya tersebut ke wajah orang yang melakukannya.

Ada juga ibadah yang mencapai langit ke-6, namun terhenti disana, karena ia sama sekali tidak memiliki belas kasihan kepada saudaranya yang terkena musibah atau sakit, bahkan ia merasa senang karenanya.

Selanjutnya ada juga malaikat hafadzoh yang membawa amal-amal manusia, dimana amal tersebut suaranya bergemuruh seperti tawon dan bercahaya seperti cahaya matahari, serta amal tersebut di iring-iringi oleh 3000 malaikat. Namun terhenti di langit ke-7, karena ia beramal agar mendapat derajat yang tinggi,  di puji oleh para ulama' serta agar terkenal sebagai orang yang baik di masyarakat.

Hingga ada juga yang bisa melewati ketujuh langit tersebut, berupa ibadah yang berbentuk sholat, zakat, puasa, haji, umroh, akhlak terpuji, menjaga lisan dan dzikir kepada Alloh Ta'ala, hingga sampailah amal tersebut di"hadapan" Alloh Ta'ala. Namun Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

أنا الرقيب على ما في قلبه أنه لم يردني بهذا العمل وإنما أراد به غيري

"Sesungguhnya Aku adalah Dzat yang selalu mengawasi apa yang ada di hatinya. Sesungguhnya dengan amal ini, ia bukan bertujuan untuk-Ku, akan tetapi ia bertujuan untuk selain-Aku." [2]

Demikian ringkasan dari hadist yang disampaikan oleh Imam Ghozali Rodiyallohu 'anhu.

Dari uraian diatas bisa diketahui betapa ternyata teramat sulit dan betapa banyak syarat dari suatu amal agar bisa sampai dan bisa diterima oleh Alloh Subhanahu wa Ta'ala.

Sehingga alhamdulillah... kita patut sekali bersyukur dan bersyukur lagi, sebab ada amal yang pasti diterima oleh Alloh Subhanahu wa Ta'ala walaupun amal tersebut tidak ikhlas, yaitu membaca sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam.

Sehingga untuk zaman yang sudah akhir seperti saat ini. Zaman dimana amal ibadah kebanyakan manusia sudah begitu menurun dibanding pendahulu-pendahulunya, baik dari jumlah maupun kualitasnya, serta begitu banyak kekurangannya disana-sini. Maka begitu pas dan begitu tepat apa yang disampaikan oleh Guru Mulia Habib Umar bin Hafidz Yaman bahwa ibadah umat akhir zaman adalah memperbanyak membaca sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wa Sallam.

#SalamBatokan

Referensi:

[1] Tangkhihu Qoulil Hasist, Seykh Nawawi Al-Bantany, hal: 11.

[2] Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghozali, hal: 80-82.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

DAFTAR PUSTAKA

1. Al-Qur'anul Karim.

2. Bidayatul Hidayah, Imam Ghozali.

3. Dalailul Khoirot, Sayyid Jazuly.

4. Fadhoilul A'mal, Maulana Zakariya Al-Kandahlawy.

5. Tangkhihu Qoulil Hasist, Seykh Nawawi Al-Bantany.

Sumber: Penerbit Salam Batokan

Demikian Artikel " Fadhilah dan Keagungan Membaca Sholawat Nabi Muhammad SAW "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama