Kenapa Ibnu Taimiyah Berbeda Pendapat dengan Jumhur perkara Ilahiah?

KENAPA IBNU TAIMIYAH BERBEDA PENDAPAT DENGAN JUMHUR PERKARA ILAHIAH?

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Jawaban Maulana Syekh Ali Jum'ah hafizhahullah:

Ibn Taimiyah rahimahullah dilahirkan & besar di al-Harran, sekarang masuk kawasan negeri Turki.

Di al-Harran itu kebudayaan masyarakat di sana condong pada nushūshiyah atau mengambil teks secara zhahirnya.

Ibn Taimiyah ini merupakan seorang yang sangat cerdas, aku katakan dalam sebagian bukuku bahwa Ibn Taimiyah merupakan keajaiban (tanda) keagungan Allah dalam kecerdasan.. 

Sebagian orang tidak menerima apa yang aku sampaikan itu, tapi begitulah kenyataannya Ibn Taimiyah sangat cerdas.

Nah, Ibn Taimiyah ini juga sangat banyak membaca buku.... jadi dia berkesempatan untuk memetik bunga dari setiap taman..

Masalahnya adalah dia tidak punya Syekh (guru) yang menjadi rujukan saat dia kebingungan menemukan ratusan ragam pemikiran.. Dia tidak punya guru yang membimbing & mengarahkan..

Akhirnya dia kadang ikut pemahaman berbagai ulama terdahulu yang berbeda dari jumhur.. seperti Ibn Hamid, Ibn Baththal dll.. 

Ibn Taimiyah sempat ke Syria, Mesir untuk belajar.. tapi dia tidak punya guru yang menjadi tempat untuk mengungkapkan apa yang berada dalam dirinya..

$ads={1}

Taqiyyuddin as-Subki rahimahullah mengungkapkan bahwa Ibn Taimiyah itu tertimpa kebingungan...

Syekh Ibn Athaillah as-Sakandari rahimahullah yang merupakan ulama besar, ahli fiqh yang menguasai ilmu syari'ah & hakikah, menjadi saksi penyimpanan Ibn Taimiyah.. sehingga kemudian Ibn Taimiyah dipenjarakan..

Setelah keluar penjara, Ibn Taimiyah sempat bertemu Ibn Athaillah as-Sakandari.. 

Dalam pertemuan itu, Ibn Taimiyah berkara: "Aku mengetahui kalau kamu menjadi saksi untuk kesalahanku adalah atas dasar agama".. maksudnya Ibn Taimiyah menyadari bahwa Ibn Athaillah as-Sakandari menjadi saksi bukan atas dasar kebencian atau iri dengki, tapi atas dasar pemahaman yang benar pada agama.

Ibn Taimiyah itu kebingungan & membuat bingung orang2 di sekitarnya.. 

Dalam bukunya, Ibn Taimiyah menceritakan bahwa "pada suatu hari terjadi debat, dan didatangkan Syekh al-Ashbahani rahimahullah... Syekh al-Ashbahani pun berkomentar: "Apa yang bisa aku lakukan dengan seseorang yang jika kesulitan kata maka dia mengambil pendapat kedua dari al-Imam al-Asy'ari rahimahullah?!".

Al-Imam al-Asy'ari kadang mempunyai 2 pendapat dalam beberapa masalah.. nah, Ibn Taimiyah kadang mengambil yang kedua yang tidak dipakai oleh jumhur al-Asya'irah..

Jadi anda wahai Ibn Taimiyah itu termasuk golongan al-Asya'irah?!

Pengikutnya tentu tidak terima...

Maulana Syekh Yusri Rusydi al-Hasani hafizhahullah menyampaikan bahwa Ibn Taimiyah itu kadang menuliskan sesuatu pendapat, menyampaikan dalil panjang beberapa halaman yang membuktikan kebenaran pendapat itu..

Tiba2 setelahnya dalam beberapa baris ataupun dalam 1 halaman, dia menafikan (mengingkari) yang ditulisnya panjang lebar..

Jadi membuat pembaca kebingungan...

Dan hal itu juga dilakukan oleh para muridnya..

Makanya aku menasehati agar tidak membaca buku mereka.. agar kalian tidak ikutan kebingungan..

~ Faedah jum'at siang, 2 Juli 2021M.

Oleh: Hilma Rosyida Ahmad 

Demikian Artikel " Kenapa Ibnu Taimiyah Berbeda Pendapat dengan Jumhur perkara Ilahiah? "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama