Kekesalan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

KEKESALAN SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Sebagian orang, ketika menilai orang lain, ia hanya berfokus pada hal-hal tertentu saja yang menurutnya termasuk qath’iyyat dan bisa dijadikan standar untuk membedakan mana yang berada di atas manhaj yang benar dan mana yang sudah menyimpang. Adapun kelebihan dan keunggulan yang dimiliki sosok yang dinilai, meskipun banyak dan terang, tidak akan masuk ‘hitungan’ karena ia dinilai sudah keluar dari manhaj yang shahih.

Ya biarlah… Mungkin memang demikian pola pikir yang ia terima dari guru-guru, kitab-kitab yang dibacanya dan lingkungan pergaulannya.

Tapi tak bisa disalahkan juga jika ada yang merasa ‘kesal’ dan ‘jengkel’ melihat kelakuan seperti ini, apalagi dari sosok yang semestinya jauh lebih matang jika melihat gelar akademik yang disandangnya. 

*** 

Syekh Muhammad bin Hasan Walad ad-Dadaw (ad-Dedew/ad-Dido) –seorang ulama terkenal dari Syanqith- menceritakan : 

Dalam sebuah majelis, dibacakan di depan Syekh Muhammad bin Abdul Wahab kitab Fathul Bari karya al-Hafizh Ibnu Hajar. Sudah dimaklumi bahwa Ibnu Hajar adalah seorang Asy’ariy.

$ads={1}

Di satu pembahasan Ibnu Hajar mentakwil sifat Allah Swt. Salah seorang murid Syekh yang hadir di majelis itu langsung berkata dengan suara keras: “Ini tidak boleh. Ini menyelisih akidah salaf.” 

Mendengar itu Syekh Muhammad berkata : 

اسكت ، ما أنت إلا كالذبابة لا تنزل إلا على قذر ، تسمع العلم الصحيح من الصباح إلى الآن ما علقت فلما جاء هذا علقت

“Diam ! Engkau tak ubahnya seperti lalat, hanya hinggap di tempat yang kotor. Sejak pagi engkau dengarkan ilmu yang benar, tak satupun yang engkau komentari. Tapi tiba di bagian ini engkau baru berkomentar.”

اللهم ارزقنا الإنصاف

Oleh: Ustadz Yendri Junaidi

Demikian Artikel " Kekesalan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama