Perbedaan Taubat Imam Abu Hasan Al Asy'ari dan Imam Ibnu Taimiyah

PERBEDAAN TAUBAT IMAM ABU HASAN AL ASY'ARI DAN IMAM IBNU TAIMIYAH

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Imam Abu Hasan Al Asy'ari ketika taubat, beliau taubat dengan kesadaran pribadinya dari sekte bid'ah kepada Ahlussunnah wal Jama'ah. Diumumkannya kesesatannya di khalayak ramai dan menyatakan taubat. Lalu beliau mengarang buku yang membantah akidah sesat sebelumnya disamping menguatkan argumentasi akidah Ahlussunnah. Bahkan beliau dan murid-muridnya mendatangi majelis-majelis Mu'tazilah lalu menantang tokoh mereka dengan berbagai debat, termasuk sekte Jahmiyah, Karramiyah, Qadariyah, Jabariyah, Murjiah, Syi'ah dan sekte lainnya.

Buku Al Ibanah termasuk satu diantara buku yang ditulis setelah taubatnya dari Mu'tazilah dan di buku itu dengan terang beliau mengatakan bahwa akidahnya mengikuti akidah Imam Ahmad bin Hanbal, tetapi beliau tidak kepedean mengakui diri sebagai representasi Imam Ahmad bin Hanbal.

Ibnu Taimiyah dipaksa taubat oleh Qadhi (hakim) dari empat Mazhab dan setelah taubatnya tidak pernah menulis buku bantahan terhadap akidah sesatnya sampai wafatnya. Dan sampai hari ini akidah Ibnu Taimiyah diklaim sebagai representasi akidah Imam Ahmad bin Hanbal.

Dan Wahabi hari ini suka sekali sekali mengklaim Imam Abu Hasan Al Asy'ari taubat dari akidah Ahlussunnah kepada akidah Wahabi. Meskipun tidak ada bukti non ilmiah, apalagi bukti ilmiah. Ngelanturnya kok separah itu?!

$ads={1}

Begitulah lucunya Wahabi.

Imam Abu Hasan Al Asy'ari sama-sama menerapkan metode itsbat dengan sekte lain. Tetapi metode itsbat Imam Abu Hasan Al Asy'ari adalah itsbat sifat dan tawaqquf (abstain) terhadap memastikan makna hakikinya. Atau familiar juga disebut oleh Ulama dengan metode tafwidl (menyerahkan makna sesungguhnya kepada Allah). Atau kadang diungkapkan dengan pernyataan imraruha kama ja-at (sekedar meyakini sifat sebagaimana dijelaskan sendiri oleh nash), tanpa ada interpretasi makna, apalagi menetapkan makna hakiki atau makna zhahir. 

Maka tidak akan ditemukan Imam Abu Hasan Al Asy'ari dan murid-muridnya serta pengikutnya yang menyatakan itsbat dengan tambahan pernyataan "bi dzatihi" atau "ala al-haqiqah" atau ala "zhahirihi" atau redaksi yang semakna.

Imam Abu Hasan Al Asy'ari dalam meyakini sifat Allah sebenarnya berdiri dua kaki tapi tujuannya satu: 

Berdiri dua kaki maksudnya; 

1. Memakai metode tafwidl/takwil ijmali/tawaqquf/imraruha kama ja-at 

2. Memakai metode takwil

Tujuannya satu, yaitu : menetapkan semua sifat kesempurnaan yang layak bagi Allah sebagaimana yang disampaikan oleh Allah dan rasul-Nya yang juga dikuatkan oleh hukum logika berpikir yang benar. Dan menafikan segala sifat yang tidak layak dinisbatkan kepada Allah.

Oleh: Alnofiandri Dinar

Demikian Artikel " Perbedaan Taubat Imam Abu Hasan Al Asy'ari dan Imam Ibnu Taimiyah "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close