Wahabi Kelompok yang Meremehkan Sunnah

WAHABI KELOMPOK YANG MEREMEHKAN SUNNAH

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Sunnah memiliki definisi luas, berbeda beda, sesuai disiplin ilmu masing masing, aku sangat menyadari dinamika ini.

Di abad ini kita menghadapi kelompok yang kaku dalam menegakkan Sunnah hingga tak jarang gelar ahli bidah mereka sematkan terhadap yang menyelisihi, namun di pihak lain justru muncul aib di internal oknum aswaja dalam dimensi yang berbeda, yaitu meninggalkan Sunnah bahkan meremehkannya, dengan delik, itukan cuma Sunnah, di tinggalkan boleh boleh saja.

Cadar, ah itukan hanya Sunnah, gak dosa di buka, syeh anu katakan adat kok. Jenggot, ah itukan masih khilafiyyah, ulama ada yang membolehkan cukur. Cingkrang, ah asal gak sombong kan no problem.

Sedihnya, ketika berbicara masalah tradisi mubah justru di besar besarkan, tingkepan, kendurian, tepung tawar, upah upah, malah lebih di tekankan ketimbang sholat jama'ah, majlis ta'lim, tak heran jika aku saksikan lebih membludak kendurian pesta dari pada meramaikan shalat jamaah, oknum aswaja berkata, ini tradisi baik, mari kita pertahankan, kita junjung tinggi warisan nenek moyang kita, terus kita jaga, ayo ayo ayoooo.

$ads={1}

Dinamika seperti ini melahirkan kegelisahan di hati syaikh abdulfattah abu guddah, ia berkomentar pedas, kau lihat sebagian ulama dan ahli fiqih abad ini, orang orang yang menganggap enteng ketika berinteraksi dengan Sunnah nabi.

Tatkala mereka di tanya, kenapa anda meninggalkan Sunnah, ia jawab, itukan Sunnah, boleh di tinggalkan, miris, ia memahami tarif fiqih terhadap sunnah secara makna Salabi yaitu Sunnah boleh di tinggalkan, ia melupakan dan meninggalkan makna ijabi yaitu tuntutan agar mengikuti arahan nabi.

,ترى بعض العلماء والمتفقهين من اهل عصرنا ممن عرف بالتساهل فى التمسك بالسنن إذا قيل له فى تركه بعض السنن ! قال هي سنة وهى جائزة الترك فيأخذ من التعريف الفقهى للسنة المعنى السلبى وهو جواز الترك ! ويدع المعنى الايجابى وهو المقتضى للاتباع والاقتداء !

تحفة الاخبار بإحياء سنة سيد الابرار

للعلامة عبدالحي اللكنوى الهندى ص 15

تحقيق الشيخ عبدالفتاح ابى غدة

Lanjut syaikh abu guddah, selayaknya muslim yang cerdik tidak bersikap seperti ini, agar di mengerti bersama, para salaf terdahulu mengerjakan semua apa saja yang di anjurkan syariat, walaupun hanya sebatas Fadhilah amal, tanpa membeda bedakan mana perintah yang bersifat wajib dan mana yang hanya sebatas Sunnah.

 واللائق بالمسلم الحصيف غير هذا فقد كان السلف الاول يفعلون كل مطلوب شرعا ولو كان غريبة او فضيلة دون تمييز بين ما يطلب على سبيل الفرض او الواجب وبين ما يطلب على سبيل الترغيب او الندب

تحفة الاخبار بإحياء سنة سيد الابرار

للعلامة عبدالحي اللكنوى الهندى ص 15

تحقيق الشيخ عبدالفتاح ابى غدة

Sunnah nabi yang diamalkan berpotensi mendatangkan Ridha Allah, lantas di ganti dengan limpahan surganya, sungguh sangat merugi golongan yang berkomentar itukan Sunnah, hanya Sunnah, sekedar Sunnah, gak wajib dikerjakan, gak dosa di tinggalkan.

Oleh: Mhizqil Iqozhimamb

Demikian Artikel " Wahabi Kelompok yang Meremehkan Sunnah "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close