Mengenal Fiqih Dakwah: Definisi dan Pentingnya Bagi Praktisi Agama

MENGENAL FIQIH DAKWAH: DEFINISI DAN PENTINGNYA BAGI PRAKTISI AGAMA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Secara bahasa, fikih dakwah adalah kepahaman atau kecakapan dalam berdakwah.

Karena dakwah adalah salah satu bentuk ibadah, maka dakwah membutuhkan ilmu, pemahaman dan kecakapan di dalamnya.

Tak terhitung guru-guru kamu mengingatkan, bahwa urgensi Fikih dakwah bagi para praktisi agama (santri dan Kiai) ini setara dengan urgensi ilmu kedokteran bagi para dokter. Mungkin bahkan tidak berlebihan jika kita anggap bahwa fikih dakwah lebih penting, karena ketika seorang mengaku dokter dan sembarangan memberi diagnosis dan resep, maka ia hanya akan membahayakan satu nyawa dan menimbulkan musibah yang bersifat duniawi yang sementara, tapi jika seorang mengaku sebagai praktisi agama dan sembarangan memberi hukum dan fatwa, maka ia menyebabkan kesesatan paham ummat dan menimbulkan musibah ukhrowi yang bersifat kekal.

Maka, wajib bagi para praktisi agama, selain belajar ilmu agama, ia juga harus paham betul ilmu fikih dakwah.

Misalnya, ketika dihadapkan dengan para pemimpin ia harus menjelaskan tentang berapa besar tanggung jawab dan beban para pemimpin, tentang pedihnya siksa bagi pemimpin dzolim, dan ketika ia dihadapkan dengan dengan masyarakat ia harus menjelaskan kewajiban patuh pemimpin selama dalam koridor syariah, juga menjelaskan bahwa pemimpin adalah refleksi dari masyarakat, jika masyarakat baik pemimpin akan baik juga sebaliknya. Jika ia mempraktikkan resep ini, kita akan mendapati para pemimpin berlaku adil, dan masyarakat yang patuh dan damai. Inilah yang disebut dengan fikih dakwah. Coba bayangkan jika praktisi agama tadi menukar "resep" di atas, maka ia akan menimbulkan kerusakan sosial dan agama. Para pemimpin akan semena-mena dan para masyarakat yang suka ribut dan tak mau diatur.

$ads={1}

Begitu juga dalam masalah-masalah yang lain, seperti ketika berhadapan dengan murid baru, maka ia harus motivasi mereka dengan hadist-hadist keutamaan belajar, akan tetapi ketika bertemu murid lama, maka ia harus menhingatkan mereka dengan betapa besar tanggung jawab seorang tholibul ilmi dan pewaris Nabi, tentang siksa bagi mereka yang belajar tanpa mengamalkan. Dan jika resep ini dibalik, maka para murid baru akan kabur dan murid lama akan terlena dan malas beramal.

Atau jika berhadapan dengan para suami, ia harus menyebutkan kewajiban para suami dan hak para istri, jika berhadapan dengan para istri ia harus menyebutkan kewajiban para istri dan hak para suami. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Guru kami pernah berkata, bahwa cara paling cepat dan tepat dalam mempelajari fikih dakwah ini -selain dengan belajar dari kitab yang secara husus membahas masalah ini sperti kitab milik Dr Ramadhan al-Buthi dan Syaikh Abdurrahman Habannaka- adalah dengan mushohabah para ulama dan Kiai, semakin banyak waktu yang kita habiskan bersama para guru, sebanyak itu pula kita bisa mengambil dari mereka ilmu fikih dakwah, karena jika kita hanya mengandalkan kitab, kita hanya paham teori tapi gagap dalam praktik, padahal dalam fikih dakwah praktik lapangan dan berhadapan langsung dengan masalah adalah unsur utama. Jika kita ibaratkan, teori adalah bahan masakan, dan praktek lapangan adalah kemampuan kita dalam memasak dan menggabungkan bumbu-bumbu dan bahan.

Baca juga: Perbedaan Al-Qur'an, Sunnah dan Fiqih

Teori itu penting, tapi yang lebih penting adalah cara mengaplikasikan teori tersebut di lapangan.

Guru Kami Syaikh Ali al-Qushoibati sering berkata:

"Kalau kalian hanya sibuk memahami dan menghapal teori untuk diri sendiri, kalian tak lebih dari tumpukan buku di perpustakaan"

*Foto: Maulana Syaikh Abdul Hadi Kharsah ketika mendatangi para pekerja renovasi masjid Istiqlal Jakarta, selepas sholat ashar. Beliau dengan santainya menyapa dan berbincang dengan mereka, bahkan ketika hendak pergi, beliau memberi mereka semangat dan mendoakan kebaikan bagi mereka.

#FaidahSTAIIS #26

Waru, Sidoarjo. Rabu, 07-07-2021.

Oleh: Hammad

Demikian Artikel " Mengenal Fiqih Dakwah: Definisi dan Pentingnya Bagi Praktisi Agama "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah -

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close