Melarang Wanita Belajar Kuliah, Taliban Dianggap Langgar HAM

MELARANG WANITA BELAJAR KULIAH, TALIBAN DIANGGAP LANGGAR HAM

RUMAH-MUSLIMIN.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu membahas perkembangan terakhir di Afghanistan dan Israel melalui sambungan telepon pada Selasa (03/01/22).

Berdasarkan pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki, Cavusoglu dan Al Nahyan membahas keprihatinan bersama mereka tentang pengumuman larangan Taliban terhadap akses perempuan ke pendidikan, serta pengucilan perempuan dari organisasi non-pemerintah, dan kemanusiaan nasional dan internasional.

Pemerintah Turki berharap agar Afghanistan dibawah naungan taliban untuk segera mencabut keputusannya tentang akses pendidikan bagi perempuan, Cavusoglu juga menekankan pentingnya upaya terkoordinasi dalam hal ini, khususnya melalui Organisasi Kerjasama Islam.

$ads={1}

Kementerian Luar Negeri Turki juga mencatat bahwa Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab mengatakan keputusan Taliban baru-baru ini dan larangan sebelumnya terhadap anak perempuan untuk mengakses pendidikan menengah "melanggar Ham (hak asasi manusia)"

Al Nahyan menekankan bahwa Islam sangat memperhatikan perempuan, memberi mereka posisi khusus dan melindungi hak-hak mereka.

Dia juga menekankan perlunya menjamin hak-hak perempuan, serta pentingnya partisipasi perempuan dan anak perempuan secara penuh dan setara dalam semua aspek kehidupan, salah satunya mengaskes pendidikan.

"Dalam panggilan telepon, para menteri juga menegaskan kembali kecaman mereka atas penyerbuan Masjid AlAqsa kemarin oleh seorang menteri Israel. Mereka menggarisbawahi pentingnya menjaga status dan kesucian tempat-tempat suci di Yerusalem dan meningkatkan koordinasi terhadap tindakan yang tidak dapat diterima tersebut," Tutur Kementerian Luar Negeri Turki. .

Kedua menteri luar negeri meminta otoritas Israel untuk mengambil tanggung jawab untuk mengurangi eskalasi dan ketidakstabilan di wilayah tersebut, karena kebutuhan untuk memberikan perlindungan penuh ke Masjid Al-Aqsa dan menghentikan pelanggaran serius dan kejadian provokatif di sana.

Selain itu Al Nahyan dan Cavusoglu juga membahas isu-isu terkait agenda bilateral kedua negara.

(H/S)

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close