Perbedaan Ila Ruhi, Ila Arwahi dan Ila Hadroti Saat Kirim Al Fatihah dan Contohnya

PERBEDAAN ILA RUHI, ILA ARWAHI DAN ILA HADROTI SAAT KIRIM AL FATIHAH DAN CONTOHNYA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Surat Al-Fatihah memiliki banyak keutamaan salah satunya yaitu mendapatkan pahala seperti membaca sepertiga ayat Al-Qur'an.

Dalam firqoh Ahlusunnah wal jama'ah istilah 'menghadiahkan Al-Fatihah' sering kali kita dengar. Mengirimkan/menghadiahi Al-Fatihah artinya jika ada seseorang yang meninggal maka orang yang meninggal tersebut akan mendapatkan manfaat ketika ada yang membacakan suratul Al-Fatihah atas nama dirinya. Hal ini berdasarkan rujukan hadits yang diriwayatkan Abu Dawud terkait anjuran Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk membaca suratul yasin kepada orang-orang yang telah meninggal dunia.

"Dari sahabat Ma’qal bin Yasar r.a, bahwa Rasulallah saw bersabda, 'Surah Yasin merupakan pokok dari Alquran, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosa-dosanya. Bacakanlah Surah Yasin kepada orang-orang yang telah meninggal dunia di antara kalian." (H.R. Abu Dawud, dll)

Melalui hadits diatas, jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dapat membawa manfaat kepada mereka yang telah wafat, salah satunya suratul fatihah.

Hal ini juga dikuatkan oleh pernyataan Imam Syafi'i Ra terkait pandangan membaca tahlil, Ayat Al-Qur'an dan Doa-doa kepada mereka para ahli kubur.

"Bahwa, disunahkan untuk membacakan ayat-ayat Alquran kepada mayit, dan apabila sampai khatam Alquran maka akan lebih baik."

$ads={1}

Perbedaan Ila Ruhi dan Ila Arwahi Saat Kirim Al Fatihah

Para ulama menjelaskan tata cara mengirimkan Al-Fatihah ke orang yang telah meninggal. Adapun redaksi bacaan antara orang biasa dan para kekasih Allah berbeda-beda tergantung konteks yang diniatkan dan ditujukan.

Kalimat Ila Ruhi dan Ila Arwahi merupakan kalimat yang sering diucap ketika ingin mengirimkan Al-Fatihah, Lalu apa arti dan perbedaan antara Ila Ruhi dan Ila Arwahi Saat mengirimkan Al Fatihah?

Berikut kami paparkan perbedaan diantara keduanya agar sobat rumah-muslimin mengerti.

Ila Hadroti

Ila hadroti diperuntukkan bagi orang-orang yang dimuliakan Allah SWT.

Kalimat Ila Hadroti Biasanya digunakan untuk bertawasul kepada kekasih-kekasih Allah seperti Para Nabi, Nabi Muhammad Saw beserta keluarga, Sahabat, Tabiin dan Wali-wali Allah.

biasanya lebih untuk penghormatan, biasanya untuk Rasulillah, ila hadroti Nabi,  kepada para sahabat, kepada para aulia, itu pakai ila hadroti sebagai bentuk penghormatan, takdim kepada mereka hamba-hamba yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta'ala. 

Contoh kalimat Ila Hadroti: Ila hadroti Nabi Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallam Wa 'alaa aalihi wa azwajihii, wa aulaadihi, Wa dzurriyatihi dst

Sedangkan kalimat Ila Ruhi dan Ila Arwahi diperuntukkan lebih kepada jumlah almarhum/almarhumah  yang akan dkirimkan doa dan Alfatihah.

Ila Ruhi

Ila Ruhi dapat dibacakan jika hadiah Al Fatihah hanya satu orang (Tunggal). Selain itu kalimat ila ruhi juga dapat disambung dengan beberapa nama almarhum/almarhumah

Contoh kalimat Ila Ruhi tunggal: Khususon Ila Ruhi Almarhum Bapak bin Adam bissiril fatihah...

Contoh kalimat Ila Ruhi Lebih dari 1: Khususon Ila Ruhi Almarhum Bapak bin Adam wa ila ruhi Kasmad kastami bin sarja wa ila Ruhi Almarhumah Dasinem binti kasmad kastami lahumul fatihah...

Ila Arwahi

Yang terakhir adalah ila arwahi, arwah jamak dari ruh, Jadi al-fatihah tersebut dihadiahkan kepada arwah. Artinya bisa banyak orang seperti ayah, ibu, guru, paman, kakek dst, hal ini hanya istilah bahasa saja. 

Contoh Kalimat Ila Arwahi: ila arwahi ahlil qubuur minal muslimiina wal muslimat wal mu'minin wal mu'minat"

Demikian Artikel " Perbedaan Ila Ruhi, Ila Arwahi dan Ila Hadroti Saat Kirim Al Fatihah dan Contohnya "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah -

Redaksi

Rumah Muslimin Grup adalah Media Dakwah Ahlusunnah Wal jama'ah yang berdiri pada pertengahan tahun 2017 Bermazhab Syafi'i dan berakidah Asyariyyah. Bagi sobat rumah-muslimin yang suka menulis, yuk kirimkan tulisannya ke email kami di dakwahislamiyah93@gmail.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close