Saat Makan Sahur atau Jimak lalu Terdengar Adzan Subuh

SAAT MAKAN SAHUR ATAU JIMAK LALU TERDENGAR ADZAN SUBUH

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Menjelang fajar di bulan Ramadhan, ada mereka yang masih sibuk menghabiskan makanan/minuman sahurnya, atau ada pasangan suami istri yang masih sibuk “menunaikan hasratnya”. Mendadak tibalah waktu fajar yang disini ditandai dengan kumandang adzan Subuh, apa yang harus dilakukan?

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan dalam Minhajut Thalibin halaman 182 :

ولو طلع الفجر وفي فمه طعام فلفظه، صح صومه، وكذا لو كان مجامعا فنزع في الحال، فإن مكث بطل

“Sekiranya terbit fajar dan di mulut seseorang masih ada makanan lalu ia muntahkan, maka sah puasanya, demikian pula sekiranya ia sedang berjima’, maka ia mencabut (batang zakarnya) saat itu juga. Apabila ia tidak mencabut, maka batal puasanya.”

$ads={1}

Lebih lanjut, Al-Imam Jalaluddin Al-Mahalli rahimahullah menjelaskan dalam Kanzur Raghibin 1/457 :

ولو طلع الفجر وفي فمه طعام فلفظه، صح صومه) وإن ابتلع شيئا منه، أفطر، وإن سبق شيء منه إلى جوفه فوجهان مخرجان من سبق الماء في المضمضة، قال في {الروضة}: الصحيح لا يفطر، (وكذا لو كان) طلوع الفجر (مجامعا فنزع في الحال) صح صومه وإن أنزل؛ لتولده من مباشرة مباحة، قاله في {شرح المهذب}، وأولى من هذا بالصحة : أن يحس وهو مجامع بتباشير الصبح فينزع بحيث يوافق آخر النزع ابتداء الطلوع، (فإن مكث) بعد الطلوع مجامعا (بطل) صومه وإن لم يعلم بطلوعه إلا بعد المكث فنزع حين علم

“(Sekiranya terbit fajar dan di mulut seseorang masih ada makanan lalu ia muntahkan, maka sah puasanya) namun apabila ia menelan sedikit saja darinya maka batal puasanya, jika terlanjur masuk sesuatu dari makanan tersebut ke dalam kerongkongannya maka ada dua wajh yang ditakhrij terhadap kasus terlanjur masuknya air ketika sedang berkumur, sementara (An-Nawawi, -pent) dalam kitab Ar-Raudhah mengatakan : pendapat yang shahih; tidak batal. (Demikian pula sekiranya) pada saat terbit fajar itu (ia sedang berjima’, maka ia mencabut (batang zakarnya) saat itu juga), sah puasanya walaupun keluar air maninya; karena keluarnya air mani tersebut disebabkan hubungan yang dibolehkan, demikian dikatakan olehnya (yakni An-Nawawi, -pent) dalam kitab Syarh Al-Muhadzdzab, dan sahnya lebih utama lagi dibandingkan pendapat ini apabila ia menyadari mulai masuk waktu Subuh ketika sedang berjima’ lantas ia cabut (batang zakarnya, -pent) dengan perkiraan akhir pencabutannya bertepatan dengan mulainya terbit fajar. (Apabila ia tidak mencabut) setelah terbit fajar dan tetap meneruskan jima’ (maka batal) puasanya sekalipun ia tidak mengetahui sudah terbit fajar kecuali setelah melanjutkan tersebut ia mencabutnya langsung begitu ia tahu (bahwa sudah terbit fajar, -pent).”

Baca juga: Ikut Azan Magrib di TV atau Masjid Sekitar Saat Buka Puasa?

====

Maka penting untuk mengatur waktu sahur atau memperkirakan waktu untuk berjima’ bagi suami istri ketika dilakukan di waktu sahur, agar santap sahurnya atau hasratnya dapat diselesaikan dan ditunaikan sebelum terbit fajar.

Wallahu a’lam.

Oleh: Tommi Marsetio

Demikian Artikel " Saat Makan Sahur atau Jimak lalu Terdengar Adzan Subuh "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah - 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
close