Selasa, 05 Desember 2017

Membedah Akhlak Rasulullah SAW

Rate this posting:
{[['']]}

MEMBEDAH AKHLAK RASULULLAH SAW

Al-Habib Ali Al Jufri: 

kembali ke pertemuan ini sebagai pengingat untuk menghidupkan kembali hati kita terhadap arti dari kehidupan Nabi - dan untuk menghidupkan kembali karakter kita, pikiran, perbuatan dan kehidupan, sebagai makna dari : "Katakanlah jika Anda mencintai Allah ikutilah aku, dan Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. "

[...] di zaman baginda Rasulullah saw, para sahabat, dan generasi awal, ushul akhlaq/akhlak baginda rasulAllah saw diwariskan dari satu generasi k generasi berikutnya.-usul dan furu diminum (didapatkan) oleh anak anak dari ayahnya, diwariskan dari satu orang ke orang lain,-murid dari gurunya, diwariskan dari hati ke hati tanpa butuh buku.- saat rantai pengasuhan (dari orang tua ke anak) menjadi lemah dimasa kita, dan saat rantai antara umat dan akhlak baik menjadi lemah, kita menjadi butuh akan warisan yang baginda RasuluAllah saw tinggalkan untuk kita [...]

Jika kita merenungkan kitab Allah dan Sunnah Baginda Rasul sallallahualaihi wasalam, atau merenungkan kehidupan beliau dan orang orang disekeliling beliau maka kita bisa lihat akhlak nabi dalam 3 dimensi:

1) Akhlak baginda RasulAllah saw sendiri

2) Akhlak yg beliau tunjukan pada orang2 disekeliling beliau (yang masih hidup) , ataupun orang-orang yang telah mendahului Beliau (yang telah meninggal) 

Bagi kita yang mencoba mengamalkan ini, biasanya kita mengamalkannya (akhlak baik ini)hanya pada orang orang yang sependapat saja, yang memiliki ketertarikan yang sama dengan kita, karena pada banyak orang jika seseorang sesuai dengan kita maka kita akan baik padanya, dan jika tidak cocok maka kita berlaku sebaliknya (menggunakan akhlak buruk)

Rasulullah saw, tidak membeda bedakan bagaimana berakhlak pada orang orang ... 

kita melihat akhlak baik beliau saw melampaui batas waktunya (akhlak baik beliau meliputi yang mendahului dan yang akan datang). Kita bisa lihat akhlak beliau menjangkau hewan ternak dan hewan lain. Kita bisa lihat saat beliau akan pergi menuju perang Uhud, maka beliau saling bergantian mengendarai tunggangan dengan para sahabat, dan juga beliau meminta orang orang untuk turun dari punggung binatang agar binatang mendapat kesempatan beristirahat

Karakter beliau juga mencangkup tumbuhan dan benda tidak bergerak.. 

akhlak beliau begitu tingginya dengan semua hal, binatang, tanaman , leluhur beliau, benda tak bergerak, dengan malaikat-cara beliau berurusan dengan segala hal disekitar beliau...

3). dan bagian ketiga dari akhlak baginda RasulAllah saw adalah bagaimana para sahabat dan orang-orang dirumah beliau saw bersikap pada beliau saw dan berurusan dengan beliau saw...

dalam surat al hujarah ada ayat-ayat yg berkaitan dengan bagaimaan seharusnya kita berhubungan dengan beliau saw.

jangan memanggil beliau dengan berteriak, jangan tinggikan suara mereka, jangan panggil beliau seperti orang2 saling memanggil (jangan panggil nama saja) dan lain sebagainya.

jadi kita bisa lihat ada 3 bagian dari akhlak Nabi Sallahualaihi wa salam

1. akhlak beliau Saw sendiri.
2. cara beliau Saw berhubungan dengan yang lain(yg telah meninggal dan masih hidup, binatang, tumbuhan dan benda tak bergerak lainnya)
3. dan cara bagaimana kita diajarkan berhubungan/berurusan dengan beliau Saw.

Alasan kita mempelajari hal ini adalah karena kita sekarang dalam kondisi membutuhkannya-untuk ambil bagian kita dari usul dan furu- 

Baginda Rasul berkata " saya datang hanya untuk menyempurnakan akhlak- beliau datang dengan banyak hal, tauhid, kasih sayang, membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya - namun para ulama berkata , tidak ada satupun yang akan sempurna tanpa akhlak yang baik

Tanpa Akhlak baik, umat ini tidak akan bisa bangkit atau maju. itu adalah sesuatu yang menyertai/didalam kita... itu tidak terbatas pada masalah kafir dan beriman saja, semua orang bisa memilikinya._"Yang terbaik diantara kamu saat jahiliyah adalah yang terbaik adalah yang terbaik dalam islam"

Akhlak baik berhubungan dengan diri, saat ini dan pada semua orang, agama datang untuk memupuknya

jangan berfikir saat engkau mendatangi akhlak RasulAllah saw, kamu datang dari luar (akhlak beliau) dan kemudian memasukinya...melainkan kamu mengeluarkan mengeluarkan akhlak yang Allah sudah tanamkan dalam dirimu.

Saat kita bicara akhlak, maka kita melihat sesuatu yang telah Allah tanamkan dalam diri kita . 

Kesempurnaan kemanusiaan adalah baginda Rasul sallahualaihi wasalam. Kita harus menggerakan dan mengembangkan dan menjadikan hidup akhlak yang telah ada dalam diri kita ini.

Allah berfirman: "Seorang nabi telah datang padamu dari tengah/kalanganmu sendiri".
Beliau sallahualaihi wasalam adalah dari antara kita sendiri

Sang Nabi diciptkan dan dikirim sebagai seorang manusia, dan ini tidak merendahkan status beliau sama sekali. Namun malahan engkau jadi mampu mengikuti beliau sallahualaihiwasalam dari setiap aspek, jika kamu mau tidur kamu dapat contoh, jika mau makan atau minum, maka kamu juga dapat contoh.

Namun demikian baginda Rasul saw juga punya karakter khusus, Beliau berkata " Saya tidak seperti kalian, Tuhanku memberi makanku “-– RasulAllah saw biasa menahan(tidak makan) terus menerus tanpa berpuasa .beliau juga berkata "mataku tidur namun hatiku tidak"-

Wallahu a'lam Bishowab

Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa Shobihi wasalim.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar