Profil Pondok Pesantren Bina Islam Kalimantan Timur


PROFIL PONDOK PESANTREN BINA ISLAM KALIMANTAN TIMUR

Nama Pontren : Bina Islam
Lokasi : Jl. RM. Noto Sunardi, Tanah Grogot Kab. Kalimantan Timur
Telp : (0543) 21392/21864
Pendiri : Abdul Fattah Majidy
Tahun Berdiri : 1398/1997 M
Pemimpin Sekarang : H. Bachruddin AF
Julmah Santri : 252 orang
Jumlah Ustadz/Guru : 72 orang
Lembaga Pendidikan : TKA/TPA,RA,MTs, dan MA
Kajian Utama/Ciri Khas : Penguasaan Bahasa Arab dan Inggris


Profil

Tokoh agama H. Abdul Fattah Majidy keturunan Bugis merasa bahwa Islam yang dibawa oleh Rasulullah telah sempurna. Namun dalam perjalanan menunjukan bahwa islam nampak semakin menurun performance-nya dari masa ke masa. Dan itu perlu dibangkitkan kembali melalui pembinaan dalam abad ke-15 Hijriyah ini secara serius dan bertanggung jawab. H. Abdul Fattah Majidy yang berpengalaman sebagai tokoh di Kabupaten Pasir merasa terpanggil untuk melakukan terobosan melalui kegiatan yang dapat membangkitkan semangat perjuangan umat Islam, untuk kemerdekaan bangsa, negara, tanah air Indonesia.

Semangat untuk terus mengembangkan jiwa perjuangan menegakkan yang benar dan menghilangkan yang bathil melalui amar ma’ruf nahi munkar telah memberi dorongan kuat untuk mendirikan lembaga pendidikan agama dalam bentuk pondok pesantren.

Pada tanggal 1 Oktober 1965 yang merupakan hari kemenangan bangsa Indonesia dari kekejaman komunis Indonesia dalam wadah Partai Komunis Indonesia (PKI) dijadikan momentum  bersejarah bagi berdirinya sebuah lembaga pendidikan yang memiiki ruh perjuangan untuk menegakkan kebenaran kalimatullah di atas muka bumi dan khususnya di bumi nusantara ini. Berdiirilah pada tanggal tersebut sebuah pondok pesantren yang kemudian di beri nama Bina Islam.

Pondok pesantren ini berdiri di atas lahan seluas 1 Ha milik sang pendiri yang diwakafkan untuk pendidikan pondok pesantren/panti asuhan dan masjid. Pondok pesantren Bina Islam terletak di Jalan Agus Salim dan Jl. RM. Noto Sunardi, Tanah Grogot Kabupaten Pasir. Penggunaan dua alamat tersebut ditunjukan untuk mengembangkan lembaga. Pondok pesantren seluas 2 Ha ini diresmikan tanggal 15 Juli 2002.

Keadaan Masyarakat Sekitar

Pada awal berdirinya, masyarakat sekitar memandang asing kehadiran lembaga pendidikan ini. Karena Pondok Pesantren Bina Islam merupakan lembaga pendidikan yang pertama berdiri di Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur. Namun lama kelamaan, terutama setelah peresmian yang dilakukan oleh Bupati dan dihadiri oleh MUSPIKA, maasyarakat semakin bertambah percaya.

Dilihat dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat dapat diketahui bahwa tingkat ekonomi tergolong menengah ke bawah. Agama  yang dianut mayoritas Islam, walaupun masih terus perlu di bina dan dibimbing dalam pengalaman sehari-hari. Pencaharian penduduk di sektor  pertanian lebih dominan. Di sisi lain juga banyak yang terserap di sektor perkebunan. Dalam keseharian, hubungan warga masyarakat dapat diketahui dari intenitas pertemuan dalam kelompok-kelompok sosial kemasyarakatan dan sosial keagamaan. Kelompok sosial seperti gotong royong dan arisan warga masih dapat dijumpai dalam kehidupan masyarakat. Demikian pula kehidupan dan kegiatan keagamaan, juga mewarnai tempat-tempat ibadah, seperti masjid maupun langgar.

Organisasi  Kelembagaan

Pondok Pesantren Bina Islam dikelola secara perorangan, yaitu oleh pendiri lembaga tersebut dengan dibantu beberapa anggota keluarga. Dengan demikian tidak berafiliasi ke satu ormas atau partai politik apapun, baik yang terstruktur dari pusat maupun yang bersifat lokal.

Dalam menjalankan roda organisasi, dibentukk kepengurusan yang terdiri dari : peansehat, ketua, sekretaris, bendahara dan beberapa seksi, seperti seksi dana, pembangunan, kesejahteraan dan pendidikan.

Lembaga Pendidikan

            Jenjang pendidikan yang dikelola di pondok pesantren ini adalah : TK, Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Juga dikembangkan pendidikan kepesantrenan, seperti majelis taklim untuk para santri dan umum (warga masyarakat) baik kaum ibu-ibu dan bapak-bapak.

Dalam majelis taklim dibahas kitab-kitab kuning seperti : Kifayat al Awwam, Ta’lim al Muta’alim, Tafsir al Maraghi, dan Riyadh al-Shalihin. Tujuan pengkajian kitab ini untuk menambah dan memperluas ilmu  pengetahuan agama dari sumber kitab aslinya.

Juga diberikan pendidikan keterampilan seperti perbengkelan, pertanian, perkebunan, dan jahit menjahit. Semua kegiatan tersebut semata mata untuk memberi bekal bagi para santri saat terjun kembali ke masyarakat.

Keadaan Santri, Guru/Ustadz

Santri yang belajar berjumlah 268 orang. Tetapi yang tinggal di asrama (mukim) hanya 183 orang. Bila dilihat dari persekolahannya. Di TKA/TPA 46 santri, terdiri dari 21 putra  dan 25 putri, MTs 151 santri, terdiri 65 putra dan 86 putri, dan MA 71 santri, terdiri dari 27 putra dan 44 putri.

Diantara santri tersebut mereka juga sekolah di sekolah umum, yaitu di SD 46 anak, terdiri dari 21 putra dan 25 putri. Di SMK 151 santri, terdiri dari 65 putra dan 86 putri. Dan di SMU 71 santri terdiri dari 27 putra dan 44 putri.

Jumlah tenaga kependidikan yang mengabdikan di pondok pesantren ini berjumlah 19 orang, terdiri dari 1 orang kyai, badal kyai 1 orang, ustadz 13 orang dan 4 orang ustadzah. Latar belakang pendidikan para ustadz atau guru dan kyai adalah 1 orang berlatar belakang SD, 10 orang SLTP, D2 1 orang, dan S1 5 orang.

Adapun status para tenaga pendidik adalah 3 orang PNS, dan 14 tenaga honorer. Lama pengabdian masing-masing, kuang dari 5 tahun 12 orang, dan 10 tahun 5 orang. Pada umumnya pendidik masih usia muda dan memiliki semangat serta kesungguhan dalam membina kehidupan para santri.

Sarana dan Prasarana

Luas areal tanah yang dimiliki 90.000 m2. Status tanah adalah hak milik yang semula diperoleh oleh wakaf. Di atas lahan tersebut dibangun fasilitas seluas 5.200 m2 yang merupakan hak milik sendiri. Beberapa sarana yang dimiliki antara lain : ruang belajar/mengaji 11 lokal, ruang pimpinan 3 lokal, ruang pengasuh 4 ruang, ruang tata usaha 2 ruang, ruang keterampilan 1 ruang, masjid/mushola 2 ruang/lokal, asrama putra 10 lokal, asrama putri 11 lokal, rumah pimpinan 1 unit, dan rumah ustadz/guru 5 unit.

Sumber Dana dan Usaha Ekonomi

Pondok Pesantren Bina Islam membutuhkan data setiap bulan sebesar Rp.30.000.000,- . Sedang pemasukan dari uang ppendaftaran santri 10%, iuran/SPP santri 10%, sumbangan Depsos Pusat 20%, sumbangan Pemda Kab. Pasir 10%, Donatur 5%, Yayasan Darmais 5%, sedekah 5% dan usaha pondok pesantren 44%.

Usaha-usaha ekonomi yang telah pernah dan terus diupayakan antara lain : perkebunan, koprasi pondok pesantren, perbengkelan dan usaha menjahit. Dari usaha-usaha tersebut masih belum dapat dikembangkan sehingga belum menjadi andalan bagi pemenuhan kebutuhan keuangan pondok pesantren.

Program Pengembangan

Pengembangan fisik pondok pesantren melalui pembangunan asrama atau pemondokan santri lengkap dengan fasilitasnya. Juga penambahan gedung Madrasah Aliyah (MA) 3 lokal, serta sarana transportasi dan masjid.

Adapun pengembangan yang bersifat non fisik adalah dengan memberi bantuan kepada para santri yang berprestasi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, memberi bantuan pelayanan kepada anak-anak yatim piatu dan yang tidak mampu ekonomi keluarganya untuk memperoleh pelayanan pendidikan di pondok pesantren.

Bagi masyarakat sekitar mereka terlibat dalam gerakan Jum’at bersih melalui apel Siaga Abadi Kemanusiaan, membersihkan parit, saluran air, masjid dan perkuburan.

Bagi masyarakat sekitar, pihak pondok pesantren juga memberikan pelayanan untuk memperoleh pengajaran agama melalui majlis taklim, ceramah keagamaan, dan khutbah Jum’at serta peringatan hari-hari besar Islam.

Semoga Informasi ini bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab 

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

2 Komentar

Lebih baru Lebih lama