Kisah Kyai Ahmad Bin Muhammad PP Al-Falah




KISAH KYAI AHMAD BIN MUHAMMAD PP AL-FALAH

Ada kyai bernama Kyai Ahmad bin Muhammad Winongan. Di pesantrennya, yaitu PP Al-Falah, tak ada satu santri pun yang berani menatap beliau. Jangankan menatap, jika beliau melintas, tak ada satu pun santri yang berani menampakkan diri. Cuma saya saja yang kurang adab yang menghampiri beliau dan menciumi tangannya yang wangi. Setelah melakukannya, saya ditegur oleh beberapa senior. Hanya sekali dua kali saya menuruti mereka, setelah itu saya tak pernah menyia2kan peluang untuk menciumi tangan beliau.

Suatu hari, ada santri yang bernama Cak Fatah mengalami kejadian unik. Cak Fatah ini gutakan (kamar)nya berada di sebelah gutakannya Kyai. Gutakannya Kyai ini sering dipakai untuk berzikir--atau apalah kami tidak tau--seusai shalat subuh. Sepulang dari nongkrong tengah malam (karena Cak Fatah ini bukan santri yang rajin, senengannya nongkrong dan ngobrol sampai larut malam), Cak Fatah langsung masuk ke gutakannya. Saat sedang enak2nya tidur, dia merasa ada tangan halus yang memijatinya. Awalnya enak, tapi lama2 Cak Fatah ini merasa terganggu. "Kok berani2nya mijitin senior, siapa ini?" gumamnya. "Heh, jangan macam2 ya, saya ngantuk!" bentaknya.

Pijatan itu sempat berhenti, tapi lalu lanjut lagi. Tak lama Cak Fatah merasa tak begitu ngantuk lagi. Mata yang tadinya merem, sekarang melek. Dia memandang ke langit2. Jantungnya tiba2 seperti diketok palu. Dia lihat sekeliling kamar hanya ada baju putih dan kitab2. Tidak ada lemari baju dia, tidak ada pemandangan yang biasa dia lihat di kamarnya. Saat itu dia baru sadar, bahwa bau harum yang dari tadi dicium itu bau harum yang sangat familiar.

"Ngapunten, Yai... Ampun Yai.. Ampun..." katanya sambil beranjak dari posisi terlentang ke posisi seperti budak yang hendak dicambuk tuannya. Menurut Cak Fatah ini, Kyai Ahmad hanya tersenyum dan mengelus-elus kepalanya. "Subuhan nggih!" kata Kyai Ahmad, diikuti dengan kepergian Cak Fatah secara tergopoh-gopoh.

Seumur-umur saya di sana, ada 2 doa yang diijazahkan oleh beliau. Salah1nya adalah doa saat menghadapi bahaya. Doanya adalah:

اللهم كلآءة ككلآءة الوليد

"Ya Allah, mohon keselamatan seperti keselamatan Nabi Musa." Dibaca 3x dengan menahan nafas, atau bisa juga tak usah menahan nafas.

Dan doa kedua

اللهم لك الحمد وإِليْك المشتَكى وأنتَ المستعان ولا حول وَلا قوّة إِلا بالله العظيم

Dibaca saat menghadapi kesulitan, juga bahaya besar, seperti saat Nabi Musa membelah lautan.

Semoga Allah menempatkan beliau di tempat mulia bersama Kanjeng Nabi dan orang2 shalih yang lain. Amiin...

Copas dari status kyai khoiron mustafit Tawakkal Alallah

Wallahu a'lam Bishowab

Allahhuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
  

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama