Umat Islam Lupa Bahwa Peradaban Itu Tidak Dibangun Dari Perdebatan Furu'iyyah


UMAT ISLAM LUPA BAHWA PERADABAN ITU TIDAK DIBANGUN DARI PERDEBATAN FURU'IYYAH

KH. Abdi Kurnia Djohan :

Umat Islam lupa bahwa peradaban itu tidak dibangun dari perdebatan soal furu'iyyah dan soal remeh temeh. Mari kita lihat situasi pada masa kekuasaan Dinasti Abbasiyyah di abad ke-2 sampai ke-4 H (kalau keliru tentang waktunya silakan koreksi). Pada masa itu, kelompok sunni sibuk berdebat dengan sesama mereka. Bagaimana kelompok Asy'ariyyah sibuk meladeni perdebatan dengan sebagian pengikut mazhab Hanbali yang menamakan diri salafiyyah, tentang apakah Allah punya tangan, mata dan kaki. Kita saksikan juga Ibnu Taimiyyah sibuk "memperbaiki" aqidah umat yang katanya kacau balau, dengan melancarkan tuduhan sesat dan kufur kepada kelompok yang berbeda pendapat dengannya.

Sementara itu, kelompok Mu'tazilah dan Syi'ah menarik diri dari perdebatan, seraya mengaku "kalah" dalam perdebatan dalil dari kelompok sunni. Tapi, apa yang sebenarnya terjadi? Mu'tazilah dan Syiah "menyudahi" perdebatan dalil itu. Mereka rupanya sibuk meramu peradaban dengan menerjemahkan karya-karya filsafat Yunani dan melakukan eksperimentasi ilmu sains. Sunni yang lebih senang berdebat tampaknya larut dalam pertikaian tak berujung, mengulangi lagi dan mengulangi lagi topik yang sama. Sedangkan Mu'tazilah dan Syiah sibuk menampilkan al-Khawarizmi sebagai tokoh matematika dan Ibnu Sina sebagai tokoh di bidang kedokteran.

Sejarah sudah berlalu, nama Ibnu Sina dan al-Khawarizmi sudah menjadi sejarah. Tapi, kita lihat orang-orang yang bermental kalah berteriak ,"Syiah dan Mu'tazilah" untuk menolak fakta sejarah tadi. Yang konyol, kita justru mengamini teriakan itu. Kita lupa bahwa peradaban hanya bisa diganti dengan peradaban, bukan teriakan. Kita lupa bahwa orang yang cuma bisa berteriak adalah orang yang tidak mampu berbuat. Menjadi Syiah atau Mu'tazilah bukanlah jawaban untuk membangun peradaban. Tapi, peradaban dibangun dengan fokus kepada masalah-masalah besar.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
  

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama