Thursday, September 10, 2020

Buya KH. Siddiq DT Rajo Sikumbang, Tokoh Tarekat Patriotik Pembela Aswaja dan NKRI

Rate this posting:
{[['']]}


BUYA KH. SIDDIQ DT RAJO SIKUMBANG, TOKOH TAREKAT PATRIOTIK PEMBELA ASWAJA DAN NKRI

Ini almaghfurlah Buya KH Siddiq Dt Rajo Sikumbang, seorang tokoh tarekat patriotik sejati pembela Aswaja dan NKRI dari Kamang, Minang. 

Beliau adalah ayahanda Buya KH. Manshur Kamang perintis NU di Sumatera Barat tahun 1950. Saking militannya beliau membela Aswaja dan NKRI, Buya Siddiq ikut berjuang bersama ulama ulama tarekat dan surau membendung pemberontakan PRRI yg didalangi sebagian orang Masyumi dan PSI didukung Amerika. Amerika ingin PRRI-wahabi menjadi kekuatan perusak ideologi Aswaja dan NKRI seperti proyek pecah belah Korea (menjadi Korea Utara dan Korea selatan) dan Vietnam (Vietnam Utara dan Vietnam Selatan). Slogan "ancaman komunisme" dipakai untuk merusak negeri kita itu.

Buya Siddiq melawan proyek pecah belah itu. Ancaman komunisme hanya retorika pemberontak untuk melayani kepentingan nafsu imperialisme bangsa kafir itu. Beliau heran ada Muslim bela bangsa imperialis kafir. Yang jadi target paham imperialis itu adalah keislaman Aswaja (Ahlussunnah Waljamaah), dan harga diri orang Minangkabau sebagai bagian dari karakter keIslaman Nusantara yang digdaya. Karena ulama surau dan tarekat lah yg dulu berjasa menghalau Kompeni kapitalis dari Tanah Minang. Tuanku Imam Bonjol pun jadi pahlawan nasional karena kembali ke pangkuan Islam Aswaja itu.

Baca Juga :

Mencintai Habaib Sesuai Seleranya, Mencaci Maki Habaib Semaunya?

Perbuatan Tergantung Dengan Niatnya

Pelajaran Ranting Kecil Dari Rasulullah SAW

Buya Siddiq pun gugur syahid di tangan gerombolan PRRI yang menyerang masuk daerah Kamang dan merusak surau beliau... 

lahul Fatihah... 

Orang NU dan kader muda MATAN harus menulis kembali sejarah NU dan ulama2 tarekat di Sumbar agar tidak dilupakan generasi muda Muslim Sumbar dan sekitarnya ....

Source : Kiyai Ahmad Baso

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma Sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

  

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment