Ketika Sesama Waliyullah Bertemu ( Gusdur dan Habib Mundzir )

KETIKA SESAMA WALIYULLAH BERTEMU ( GUSDUR DAN HABIB MUNDZIR )

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Pada suatu ketika, Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa hendak dakwah ke Papua. Sampai di bandara Soeta, ternyata ada Gus Dur juga di bandara. Gus Dur ditemani Kang Maman Imanul Haq. Melihat Gus Dur duduk nyantai, Habib Mundzir menghampiri dan menciumi tangan Gus Dur seraya bersimpuh di hadapan Gus Dur.

Lalu Kiai Maman bertanya, “Ada apa Bib?”

“Kalau wali ya Gus Dur, Kang Maman.” Jawab Habib Mundzir al-Musawa.

Kang Maman kagum dan penuh takdzim kepada Habib Munzir. Sosok habib muda yang menjadi panutan umat. Takdzimnya kepada para kiai luar biasa, sehingga Habib Mundzir sangat dihormati dan ditakdzimi para kiai di Nusantara.

Lalu Gus Dur bertanya kepada Kiai Maman, “Itu siapa?”

“Habib Mundzir, Pak,” jawab Kiai Maman.

“Kalau ingin tahu wali yang muda ya Habib Mundzir. Tapi usianya tidak panjang,” kata Gus Dur kemudian.

Baca Juga :

Kewalian Abah Guru Sekumpul Tak Lepas Dari Doa Ayahandanya

Dan ternyata betul apa yang dikatakan Gus Dur waktu itu, Pimpinan Majelis Rasulullah Saw. Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa itu kemudian meninggal dalam usia yang masih muda.

Khususon Ila ruhi Almarhum Gus Dur wa Habibana Mundzir bin fuad Al Musawa, Lahumul Fatihah...

Demikan artikel mengenai " Ketika Sesama Waliyullah Bertemu ( Gusdur dan Habib Munzir ) " semoga membawa manfaat untuk kita semua bagi yang membacanya.

$ads={1}

Bonus artikel mengenai  Karomah-karomah Guru mulia Alhabib Mundzir bin Fuad Al-Musawa :

1. Al-Habib Munzir al-Musawa Tidak Memiliki Rumah

Seseorang pernah bertanya kepada Habib Munzir: “Wahai Habib, bukankah Rasul Saw. juga punya rumah walau sederhana?”

Beliau Habib Munzir tertegun dan menangis, beliau berkata: “Iya betul, tapi kan Rasul Saw. juga tidak beli tanah, beliau diberi tanah oleh kaum Anshar, lalu bersama-sama membangun rumah, saya takut dipertanyakan Allah kalau ada orang muslim yang masih berumahkan koran di pinggir jalan dan digusur-gusur, sedangkan bumi menyaksikan saya tenang-tenang di rumah saya.”

2. Perjumpaan Al-Habib Munzir dengan Wali Besar Tarim

Seorang wali besar Tarim, salah satu guru al-Habib Umar bin Hafidz yang bernama al-Habib Abdul Qadir al-Masyhur, saat al-Habib Munzir datang menjumpainya, maka al-Habib Abdul Qadir al-Masyhur yang ketika itu usianya sudah tua renta langsung menangis dan berkata: “Wahai Muhammad…! (Saw.)”

Maka al-Habib Munzir berkata: “Saya Munzir, nama saya bukan Muhammad.”

Lalu al-Habib Abdul Qadir al-Masyhur berkata: “Engkau Muhammad Saw.!, Engkau Muhammad Saw.!”

Maka al-Habib Munzir diam. Kemudian saat al-Habib Umar bin Hafidz datang maka segera al-Habib Abdul Qadir al-Masyhur berkata: “Wahai Umar, inilah Maula Jawa (Tuan Penguasa Pulau Jawa)”

Al-Habib Umar bin Hafidz pun hanya tersenyum mendengarnya.

$ads={2}

3. Kesaksian Seorang Ibu dari Australia Jama’ah Majelis Rasulullah Saw.

Kita saksikan, ke manapun al-Habib Munzir pergi pasti disambut tangis ummat dan cinta. Bahkan sampai ke pedalaman Irian, ongkos sendiri, masuk ke daerah yang sudah ratusan tahun belum dijamah para da’i, ratusan orang yang sudah masuk Islam di tangan al-Habib Munzir, banyak orang bermimpi Rasul Saw. selalu hadir di majelisnya.

Baca Juga :

Kisah Ayah Crew Majelis Rasulullah SAW Yang Wafat Dengan Tersenyum

Dikisahkan bahwa ada seorang ibu-ibu dari Australia yang selalu mimpi jumpa Rasulullah Saw. Ia sudah bai’at dengan banyak thariqah, dan 10 tahun ia tak lagi bisa melihat Rasul Saw. entah kenapa. Namun ketika ia hadir di Majelis al-Habib Munzir tepatnya yaitu saat Majelis Rasulullah Saw. Digelar di Masjid Almunawar, ia bisa melihat lagi Rasulullah Saw.

Maka si ibu itu berkata: ”Sungguh Habib yang satu ini adalah Syeikh Futuhku, dia membuka hijabku tanpa ia mengenalku, dia benar-benar dicintai oleh Rasulullah Saw.”

Lalu kabar tersebut disampaikan kepada al-Habib Munzir, dan beliau hanya menunduk malu.

Selengkapnya mengenai Karomah-karomah Guru mulia Alhabib Mundzir bin Fuad Al-Musawa bisa kunjungi pada link berikutKaromah-karomah Guru mulia Alhabib Mundzir bin Fuad Al-Musawa

Editor : Hendra Setiawan

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama