Kisah Perjalanan Hidup Habib Umar yang Penuh Lika-Liku dan Cobaan


KISAH PERJALANAN HIDUP HABIB UMAR YANG PENUH LIKA-LIKU DAN COBAAN

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Jalan yang dilalui oleh Habib Umar bin Hafidz bukanlah jalan yang mulus dan penuh kesenangan. Namun penuh dengan gejolak dan cobaan. Hidupnya penuh kesusahan dan kegetiran. Semua itu tak membuat Habib Umar putus asa begitu saja.

Justru dengan jalan hidup yang penuh lika liku tersebut menjadikan sosok yang penuh dengan suri tauladan yang mengaggumkan banyak orang. Kini, beliau menjadi cahaya yang menerangi jutaan Umat Nabi Muhammad SAW. Selengkapnya, mari disimak kisah hidupnya :

1972 : Beliau hanyalah seorang anak yatim berusia 9 tahun yang baru saja kehilangan ayah dan pendidik utamanya (Habib muhammad bin Salim) yang diculik dan dibunuh oleh rezim komunis yang berkuasa di Yaman Selatan kala itu, usai wafat sang ayah, beliau dan ibunya seringkali tidak makan berhari-hari karena tidak ada lagi yang menafkahi, dunia tidak bersahabat dengannya.

$ads={1}

Baca Juga :

Begini Kesaksian Kiai As'ad Melihat Syakhona Kholil Terbang Ke Makkah

1981 : Pemerintah komunis penjajah yang berkuasa di Yaman semakin menjadi, mereka membunuh dan menyiksa para ulama, menutup rubat-rubat dan madrasah serta melarang semua hal yang berbau islam, keluarganya khawatir beliau akan bernasib sama seperti ayahnya, akhirnya ia terpaksa_ dilarikan” ke kota Baidho, Yaman utara, selama 11 tahun beliau belajar,mengajar dan menikah di kota itu, setelah menikah beliau tinggal di sebuah rumah kecil dgn 3 ruangan (kamar, dapur, dan toilet), beliau pun terpaksa ”mengungsi” di dapur ketika teman-teman istrinya datang bertamu, dunia masih enggan bersahabat dengannya.

1992 : Beliau kembali lagi ke kota Tarim bersama istri dan anaknya, karena belum punya tempat tinggal, beliau menumpang di rumah kakaknya Al Habib Ali Masyhur (Mufti Tarim saat ini), anaknya menceritakan keadaan saat itu : ” Kami tinggal dikamar yang sangat sempit, hanya cukup untuk 3 orang, aku, abahku dan ibuku, begitu sempitnya sampai-sampai abahku harus sholat tahajjud di jalan antara kamar dan toilet, ketika kami pindah ke rumah baru di kawasan ‘Aidid, aku seakan-akan baru masuk surga..

1994 : Beliau mulai memiliki beberapa murid dari Yaman dan Indonesia, setiap selesai sholat subuh beliau harus menyetir mobil dari tarim ke kota Seiwun (sekitar 30 km dari Kota Tarim) guna membeli sarapan pagi untuk murid-muridnya, beliau dan keluarganya seringkali memakan sisa roti atau nasi murid-muridnya, karena dirumahnya tidak dijumpai makanan sama sekali), bahkan di hari raya beliau dan keluarga hanya bisa memakan sebungkus biscuit (padahal semisikin-miskinnya orang sini masih bisa makan daging waktu lebaran), waktu itu, ia hanya berkata pada anak-anaknya: ” Apakah ada yang kurang dari hidup kita meski kita cuma memakan biskuit di hari raya.. ??

2015 : ketika banyak mata di dunia tertuju kepadanya, ketika semua bibir berebut mencium tangannya, ketika semua telinga menunggu setiap apa yang keluar dari lisannya, mereka mungkin tidak tahu bahwa beliau dulu adalah seorang anak yatim yang sempat ”diragukan” masa depannya. Seluruh yang didapatkan Habib Umar saat ini adalah buah dari ketulusan, kesabaran dan keteguhan beliau dalam mengarungi kehidupan.

Baca Juga :

Jenazah Preman Yang Tak Disholatkan, 20 Preman Bertaubat Berkah Habib Munzir Al Musawa

Habib Ali AlJufri salah seorang murid senior beliau pernah berkata: “Habib Umar adalah contoh dari seorang yang tidak pernah menyerah pada kehidupan, sepahit apapun cobaan hidup yang ia rasakan”.

Demikianlah sekilas perjalanan hidup Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz yang penuh makna dan pelajaran. Kisah ini dikumpul dari berbagai sumber antara lain Al Habib Ali Al Jufrii, Sayyid Salim bin Umar, Syeikh Fahmi Ubaidun dan asatidz Darul Musthafa lainnya.

Penulis: Mukhlisin

Sumber: www.bangkitmedia

Baca Juga :

Berkah Memandang Wajah Habib Umar bin Hafidz, Orang Afrika Ini Masuk Islam

Semoga artikel " Kisah Perjalanan Hidup Habib Umar yang Penuh Lika-Liku dan Cobaan " bermanfaat dan menjadikan pelajaran hidup bagi para pembaca

Editor Rumah-muslimin: Hendra,S

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama