Apa itu Sujud Sahwi? Bagaimana Cara Melakukannya dan Berapa kali membacanya?

APA ITU SUJUD SAHWI? BAGAIMANA CARA MELAKUKANNYA DAN BERAPA KALI MEMBACANYA?

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Sujud Sahwi merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan ketika seseorang lupa salah satu rukun di dalam Shalatnya.

Di dalam hadits Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dijelaskan bahwa ada 2 metode sujud sahwi, yaitu sebelum salam  dan sesudah salam. Seperti redaksi pada hadits berikut :

"Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam." ( HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570 )

"Lalu beliau shalat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudia beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit." (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

Setelah melaksanakan sujud sahwi dengan salah satu metode diatas, lalu ditutup dengan salam sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat muslim :

" Kemudian beliau pun shalat satu rakaat (menambah raka’at yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi." (HR. Muslim no. 574)

$ads={1}

Ketentuan-ketentuan Dalam Melaksanakan Sujud Sahwi

Ada beberapa ketentuan yang diwajibkan seseorang untuk melaksanakan Sujud sahwi. ketentuan ini beradasarkan faktor kelupaan dalam rukun shalatnya.

1. Kekurangan Jumlah Rakaat Shalat

Kekurangan jumlah rakaat shalat merupakan rukun yang sering sekali mudah lupa/tertinggal oleh sebagian kaum muslimin.

Jika kamu lupa dengan rakaat saat melaksanakan shalat dan baru menyadarinya ketika usai ibadah, maka kamu harus menambahkan kekurangan jumlah rakaat shalat tersebut dengan mendirikan shalat kembali sesuai dengan rakaat yang kurang, setelah itu lakukan sujud sahwi setelah salam.

2. Kelebihan Jumlah Rakaat Shalat

Kelebihan Jumlah Rakaat Shalat juga menjadi salah satu faktor yang sering dilakukan oleh umat muslim.

Cara untuk melakukan sujud sahwi adalah setelah salam. Jadi setelah kamu mengucapkan salam, kamu harus segera melakukan sujud sahwi jika memang mengalami jumlah rakaat yang kelebihan.

3. Melewatkan Tasyahud Awal

Melewatkan Tasyahud Awal mungkin hal yang sering terjadi tanpa kita sadari, karena konsentrasi kita saat mendirikan shalat fokus kepada bacaan sehingga ketika diwaktunya tasyahud awal kita malah berdiri.

Namun jika didalam hati kamu merasa sudah apa belum mengerjakan, lebih afdholnya untuk melakukan sujud sahwi.

Ada 2 cara untuk melakukan sujud sahwi ketika melewatkan Tasyahud Awal sesuai dengan kondisi lupanya :

1. Jika kamu teringat bahwa kelupaan dalam melakukan tasyahud awal setelah berdiri, maka kamu tidak perlu langsung turun untuk sujud sahwi. Cukup kamu khusyuk' melanjutkan shalatnya kembali hingga selesai, setelah itu baru kamu lakukan sujud sahwi setelah salam.

2. Tetapi jika kamu teringat sebelum bangkit ke rakaat selanjutnya, maka kamu langsung duduk tasyahud dan melakukan salat sampai tuntas.

4. Ragu Jumlah Rakaat Shalat

Ragu dalam jumlah rakaat shalat tentu terjadi setelah usainya menunaikan ibadah shalat. lalu bagaimanakah cara memperbaikinya?

Ada dua metode untuk melakukannya :

1. Jika Anda ragu jumlah rakaat dan bisa menentukan mana yang lebih meyakinkan, maka Anda cukup mengerjakan jumlah rakaat yang kurang, lalu sujud sahwi setelah salam.

2. Tetapi jika Anda ragu jumlah rakaat dan sama sekali tidak bisa menentukan mana yang lebih meyakinkan, maka Anda cukup memilih yang lebih sedikit rakaatnya dan sujud sahwi sebelum salam.

Setelah kita mengetahui ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan sujud sahwi, selanjutnya kita harus mengetahui doa  yang di bacakan ketika sedang sujud sahwi.

Berikut doa sujud sahwi :

سُبْحَانَ الَّذِي لَا ينَامُ وَلَا يَسْهُو

Subhana man laa anaamu wa laa yas-huw

Artinya: "Maha suci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa."

Berapa kalikah kita membaca doa sujud sahwi tersebut?

Melihat ibarat-ibarat yang ada, ada kemungkinan bilangan bacaannya disamakan dengan sujud dan ruku' shalat biasa, sehingga pembahasan bilangan bacaan sujud sahwi, bukan pembahasan tersendiri, tapi tercakup dalam bilangan bacaan sujud secara umum. 

Ibarat dari Nihayatuz zain juga sharih, artinya kaifiyah dalam wajib dan sunnahnya sebagaimana sujud sholat yang lain, itu berarti bacaannya juga tasbih sujud rukun 3 kali.

Jadi jika kita melihat ibaroh:

وكيفيته كسجود الصلاة، فى واجباته ومندوباته

Fokus : ومندوباته

Maka dapat kita fahami baca subhanaladzi layanaamu... sebanyak 3 kali. Namun kemudian disusul dengan kalimat لكن إذا كان....الخ sehingga ternyata afdlolnya bukan pakai tasbih sujud rukun 3 kali tapi سبحان الذي لا ينام ولا يسهو atau سبحان من لا ينام ولا يسهو.

Berarti belum shorih menunjukkan سبحان الذي لا ينام ولا يسهو atau سبحان من لا ينام ولا يسهو dibaca 3 kali juga, karena bacaanya ternyata bisa beda dengan sujud shalat yang lain, artinya bentuk kesunnahannya ternyata bisa beda.

Referensi :

- Nihayatuz Zain :

ﻭﻛﻴﻔﻴﺘﻪ ﻛﺴﺠﻮﺩ اﻟﺼﻼﺓ ﻓﻲ ﻭاﺟﺒﺎﺗﻪ ﻭﻣﻨﺪﻭﺑﺎﺗﻪ ﻛﻮﺿﻊ اﻟﺠﺒﻬﺔ ﻭاﻟﻄﻤﺄﻧﻴﻨﺔ ﻭاﻟﺘﺤﺎﻣﻞ ﻭاﻟﺘﻨﻜﻴﺲ ﻭاﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﻭاﻻﻓﺘﺮاﺵ ﻓﻲ اﻟﺠﻠﻮﺱ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻭاﻟﺘﻮﺭﻙ ﺑﻌﺪﻫﻤﺎ ﻟﻜﻦ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻣﻘﺘﻀﻰ اﻟﺴﺠﻮﺩ ﻭﻗﻊ ﺳﻬﻮا ﻓﺎﻷﻟﻴﻖ ﺑﺎﻟﺤﺎﻝ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺳﺠﻮﺩﻩ ﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻨﺎﻡ ﻭﻻ ﻳﺴﻬﻮ ﺃﻭ ﻳﻘﻮﻝ ﺳﺒﺤﺎﻥ ﻣﻦ ﻻ ﻳﻨﺎﻡ ﻭﻻ ﻳﻐﻔﻞ ﻭﺇﺫا ﻭﻗﻊ ﻋﻤﺪا ﻓﺎﻷﻟﻴﻖ اﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﻗﺎﻝ اﻷﺫﺭﻋﻲ ﻭﺫﻛﺮ اﻟﺠﻠﻮﺱ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻛﺬﻛﺮ اﻟﺠﻠﻮﺱ ﺑﻴﻦ ﺳﺠﺪﺗﻲ اﻟﺼﻼﺓ

- Kitab Asnal Matholib :

فَصْلٌ سُجُودُ السَّهْوِ سَجْدَتَانِ]

(فَصْلٌ) (قَوْلُهُ: وَهُوَ سَجْدَتَانِ مَحَلُّهُمَا قُبَيْلَ السَّلَامِ) يُسْتَحَبُّ تَطْوِيلُ السَّجْدَتَيْنِ أَكْثَرَ مِنْ سُجُودِ الصَّلَاةِ

- Al-Majmu' :

قال النووي في المجموع: قال القاضي حسين: قول الشافعي يقول سبحان ربي العظيم ثلاثاً وذلك أدنى الكمال، ولم يرد أنه لا يجزئه أقل من الثلاث لأنه لو سبح مرة واحدة كان آتيا بسنة التسبيح، وإنما أراد أن أول الكمال الثلاث، قال: ولو سبح خمساً أو سبعاً أو تسعاً أو إحدى عشرة كان أفضل وأكمل. انتهى.

وقال ابن قدامة في المغني عند قول الخرقي: ويقول سبحان ربي العظيم ثلاثا وذلك أدنى الكمال، قال: وجملة ذلك أنه يشرع أن يقول في ركوعه سبحان ربي العظيم وبه قال الشافعي وأصحاب الرأي، وقال مالك: ليس عندنا في الركوع والسجود شيء محدود. انتهى، والسجود مثل الركوع في هذا وإن كان تسبيحه سبحان ربي الأعلى.

Demikian penjelasan lengkap mengenai " Apa itu Sujud Sahwi? Bagaimana Cara Melakukannya dan Berapa kali membacanya? "

Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat rumah-muslimin yang ingin mencari informasi seputar sujud sahwi. 

Sumber: http://www.piss-ktb.com/2020/12/6048.html & Google

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama