Biografi dan Karomah Al Habib Husein Alaydrus ( Luar Batang )

BIOGRAFI DAN KAROMAH AL HABIB HUSEIN ALAYDRUS ( LUAR BATANG )

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ini kisah tentang Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus yang memiliki wilayah dan makam keramat Luar Batang, Jakarta. Nama lengkapnya adalah Habib Husein bin Abu Bakar bin Abdullah bin Husein bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Husein bin Sulthonul Ma’la Al-Habib Al-Imam Abdullah bin Abu Bakar Alaydrus Al-Akbar (pengarang Ratib Alaydrus).

Kelahiran dan Menimba Ilmu Agama

Habib Husein dilahirkan di sebuah desa yang bernama Ma’ibad Hazm, Hadramaut Yaman Selatan. Pada usia yang ke 11 tahun, beliau ditinggal wafat oleh ayahnya. Setelah wafat ayahnya, Habib Husein hijrah ke kota Tarim. Di pintu kota Tarim, ternyata telah menunggu seorang wali besar, yaitu Al-Quthub Al-Habib Al-Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad (pengarang Ratib Al-Haddad), yang langsung menyambut kedatangan Habib Husein.

Baca Juga :

Jenazah Preman Yang Tak Disholatkan, 20 Preman Bertaubat Berkah Habib Munzir Al Musawa

Setelah tiba di kota Tarim, beliau didampingi Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad untuk berziarah kepada Sayyidina Faqih Muqaddam Al-Habib Al-Imam Muhammad bin Ali Ba’alawy, Al-Habib Al-Imam Sayyidina Abdurrahman bin Muhammad As-Sagaf dan Datuk Beliau yakni Al-Habib Al-Imam Sayyidina Abdullah bin Abu Bakar Alaydrus Al-Akbar (Shohibur Ratib Alaydrus).

$ads={1}

“Semalam kakekmu, Sayyidina Abdullah Alaydrus Al-Akbar datang kepadaku dan mengabarkan tentang kedatanganmu wahai Habib Husein,” kata Imam Al-Haddad.

Habib Husein banyak memperoleh ilmu tanpa belajar atau dalam istilah Arabnya “Ilmu Laduni” yaitu ilmu pemberian langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Adapun sewaktu Al-Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus di Tarim pernah tabarukan menimba ilmu kepada Al-Habib Al-Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad sampai mendapatkan mandat kepercayaan untuk berdakwah.

Berdakwah

Habib Husein kemudian hijrah ke Asia Timur dan sampai di Indonesia. Setibanya di pulau Jawa, tepatnya di Pelabuhan Sunda Kelapa, sewaktu itu usia beliau berumur 16 tahun.

Baca Juga :

Kenikmatan Alam Kubur Sayyid Alawi Al-Maliki Berkah Kedermawannya

Beliau kemudian berda’wah di tanah Batavia ini dan pada saat itu penjajah Belanda sangat sensitif kepada para ulama yang mensyiarkan Islam, sehingga penjagaannya sangat ketat dan berakibat pada dicurigainya Habib Husein sebagai pemberontak, akhirnya beliau dimasukkan ke dalam penjara, yang berada di sekitar Glodok.

Karomah Al Habib Husein Alaydrus ( Luar Batang )

Perjuangan dakwah Habib Husein sangatlah luar biasa. Salah satu karomah beliau adalah di pagi hari beliau berada di dalam penjara, sementara anehnya menjelang maghrib beliau sudah tidak ada di dalam penjara. Beliau menyampaikan dakwah di berbagai musholla dan masjid, sehingga membuat takut para sipir penjara dan akhirnya kepala sipir penjara tersebut meminta agar Habib Husein keluar saja dari dalam penjara. Beliau malah menolaknya sampai akhirnya beliau keluar dari penjara dengan keinginannya sendiri.

$ads={2}

Pada suatu ketika di dalam perjalanan dakwahnya, Habib Husein melihat seorang sipir Belanda yang memang memiliki akhlak yang baik terhadap beliau, selalu menegur sapa dan ramah terhadap Beliau. Akhirnya Habib Husein memanggilnya untuk menjelaskan sebuah rahasia.

“Kamu kelak akan menjadi Gubernur di Batavia.”

Orang Belanda tersebut berkata sambil tertawa, “mana mungkin aku menjadi seorang Gubernur.”

Selang beberapa bulan kemudian orang Belanda tersebut dipanggil ke negerinya dan kembali ke Batavia untuk dipercaya menjadi Gubernur.

Akhirnya, setelah menjadi Gubernur itu, ia teringat ucapan Habib Husein. Ia menemui Habib Husein dengan penuh ketakjuban. Orang Belanda itu dan keluarganya akhirnya mendapatkan hidayah Allah, yakni masuk Islam atas bimbingan Habib Husein. Orang Belanda ini ingin memberikan hadiah uang dan emas yang melimpah, tapi semua ditolak Habib Husein.

“Jika kalian ingin memberiku hadiah, maka berikanlah aku tanah yang berada di luar pelabuhan Sunda Kelapa yang saat itu sedang surut,” kata Habib Husein.

Orang Belanda tersebut kaget dan berkata, “Percuma bila Aku berikan tanah tersebut, sebentar lagi air akan naik dan daratan itu akan terendam air laut.”

“Atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala bila kalian berikan sekarang, maka mulai saat ini air tidak akan pernah pasang bahkan hingga hari kiamat,” jawab Habib Husein.

Baca Juga :

Kisah Mbah Moen Beli Makanan Di Warung Non Muslim

Doa Habib Husein diijabah Allah, sehingga sejak saat itu sampai sekarang tak pernah ada banjir di kawasan keramat Luar Batang. Kawasan itu ada sekitar ± 10 hektar dan di atas tanah itu Habib Husein pertama-tama membangun masjid. Setelah bangun masjid, Habib Husein kemudian bangun rumahnya yang sekarang jadi tempat pusaranya.

Sejak saat itu, tanah-tanah itu dipatok dengan pilar dan batang-batang, sehingga daerah itu dikenal dengan sebutan “Luar Batang”, disebabkan di luar pelabuhan Sunda Kelapa muncullah batang-batang. Di situ beliau bersama salah satu muridnya Haji Abdul Qodir yang merupakan penterjemahnya mengajarkan ajaran Islam kepada murid-muridnya yang datang dari Banten, Indramayu, Cirebon, Kuningan, Tuban, Gresik dan pelosok-pelosok kota lain di Indonesia.

Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus wafat pada Malam 17 Ramadhan 1169 Hijriyah, 24 Juni 1756 Masehi, akan tetapi mengapa acara haul dari beliau diperingati setiap hari Ahad di akhir bulan Syawal? Karena ini merupakan kesepakatanpara habaib dan ulama, di mana para penjajah saat itu masih menguasai dan transportasi yang sangat sulit sekali serta bertepatan dengan keadaan orang-orang yang sedang berpuasa, sehingga diputuskanlah oleh para habaib dan ulama agar pelaksanaan haul Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus diadakan pada akhir Ahad bulan Syawal, sekaligus sebagai media silaturrahim lebaran.

Demikian artikel " Biografi dan Karomah Al Habib Husein Alaydrus ( Luar Batang ) "

(Abu Umar)

Sumber : www.bangkitmedia.com

Semoga bermanfaat bagi para pembaca...

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama