Penjelasan Keutamaan, Kemuliaan serta Batasan Akhir Waktu Shalat Dhuha

PENJELASAN KEUTAMAAN, KEMULIAAN SERTA BATASAN AKHIR WAKTU SHALAT DHUHA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Shalat Dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang memiliki anjuran dan kemuliaan didalamnya. Karena di waktu ini, kaum muslimin disibukkan dengan berbagai macam aktivitas, salah satunya bekerja.

Baca Juga :

Mengenai Bacaan Shalat dalam Mazhab Syafi'i

Banyak dalil dari Al-Qur'an maupun hadits yang menegaskan keutamaan shalat dhuha, Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan sebagai berikut.  

 ويسن الضحى لقوله تعالى "يسبحن بالعشي والإشراق" قال ابن عباس صلاة الإشراق صلاة الضحى. روي الشيخان عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : أوصاني خليلي بثلاث: صيام ثلاثة أيام من كل شهر، وركعتي الضحى، وأن أوتر قبل أن أنام 

Artinya, “Shalat dhuha disunahkan berdasarkan firman Allah SWT, ‘Bertasbih bersama dia di waktu petang dan pagi.’ Ibnu Abbas menafsirkan shalat isyraq adalah shalat dhuha. Bukhari-Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ‘Rasulullah pernah berwasiat tiga hal kepadaku: puasa tiga hari dalam setiap bulan, shalat dhuha dua raka’at, dan witir sebelum tidur.’

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam juga menjelaskan di hadits yang diriwayatkan dari At-tirmidzi dan Ibnu Majah, bahwasannya barangsiapa yang istiqomah/menjaga shalat dhuha, dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan, hadits ini menjelaskan keutamaan shalat dhuha. Berikut haditsnya :

$ads={1}

Rasulullah bersabda,

من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر Artinya, “Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” 

(HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah) 

Di hadits yang lain juga dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan shalat dhuha tidak termasuk orang yang lalai, sebab shalat dhuha dianggap shalat sunnah yang sulit dikerjakan oleh kaum muslimin. Berikut haditsnya :

 من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين Artinya, “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i). 

Baca Juga :

Wajibnya Mengqadha Hutang Puasa

Sebenarnya Kapan Batasan Akhir Waktu Shalat Dhuha ?

Hingga sampai saat ini banyak kaum muslimin yang belum paham ataupun memahami secara pasti kapan waktu shalat dhuha itu berakhir. Ada ulama yang menyebutkan sampai tergelincirnya matahari, ada yang menyebutkan sampai tergelincinya matahari (awwal waktu sholat dzuhur) dan adapula yang menyebutkan sampai tegaknya matahari (menjelang/mendekat awwal waktu dzuhur).

Tentu ini menjadi kebingungan tersendiri bagi umat muslim dalam memahami waktunya. Apalagi bagi muslim awam yang ingin menjalankan shalat dhuha, banyak pertanyaan didalam benaknya.

Berikut jawabannya :

Inilah Waktu Batasan Shalat Dhuha Sebenarnya

Waktunya Sholat Duha itu Mulai Naiknya matahari sampai tergelincirnya matahari (waktu dzuhur). Sebagaimana yang diterangkan pada referensi kitab di bawah ini : 

Referensi :

فتح القريب المجيب

ووقتها من ارتفاع الشمس إلى زوالها - كما قال النووي في التحقيق وشرح المهذب.

- Minhajul Qawim :

ﻭﻳﺴﻦ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻴﻬﺎ ﺳﻮﺭﺗﻲ اﻟﺸﻤﺲ ﻭاﻟﻀﺤﻰ. ﻭﻭﻗﺘﻬﺎ "ﺑﻌﺪ اﺭﺗﻔﺎﻉ اﻟﺸﻤﺲ" ﻛﺮﻣﺢ ﺗﻘﺮﻳﺒﺎ "ﺇﻟﻰ اﻻﺳﺘﻮاء ﻭﺗﺄﺧﻴﺮﻫﺎ ﺇﻟﻰ ﺭﺑﻊ اﻟﻨﻬﺎﺭ ﺃﻓﻀﻞ" ﻟﺤﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ ﻓﻴﻪ. استواء الشمس: (مصطلحات) وجودها في وسط السماء عندما يصبح ظل كل شيء تحته ( خط الزوال ).

[الأنصاري، زكريا ,فتح الوهاب بشرح منهج الطلاب ,1/67]

وَوَقْتُهَا فِيمَا جَزَمَ بِهِ الرَّافِعِيُّ مِنْ ارْتِفَاعِ الشَّمْسِ إلَى الِاسْتِوَاءِ وَفِي الْمَجْمُوعِ وَالتَّحْقِيقِ إلَى الزَّوَالِ وَهُوَ الْمُرَادُ بِالِاسْتِوَاءِ فِيمَا يَظْهَرُ وَنُقِلَ فِي الرَّوْضَةِ عَنْ الْأَصْحَابِ أَنَّ وَقْتَهَا مِنْ الطُّلُوعِ وَيُسَنُّ تَأْخِيرُهَا إلَى الِارْتِفَاعِ قَالَ الْأَذْرَعِيُّ فِيهِ نَظَرٌ وَالْمَعْرُوفُ فِي كَلَامِهِمْ الْأَوَّلِ وَوَقْتُهَا الْمُخْتَارُ إذَا مَضَى رُبْعُ النَّهَارِ كَمَا جَزَمَ بِهِ فِي التَّحْقِيقِ وَقَوْلِي وَأَفْضَلُهَا ثَمَانٍ مِنْ زِيَادَتِي وَهُوَ مَا فِي الرَّوْضَةِ وَغَيْرِهَا.

Sumber : piss-ktb.com

Demikian artikel mengenai " Penjelasan Keutamaan, Kemuliaan serta Batasan Akhir Waktu Shalat Dhuha "

Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca wa bil khusus bagi yang ingin melaksanakan Shalat Dhuha

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama