Isi Kitab Al-Barzanji Menyesatkan? Begini Penjelasannya...

ISI KITAB AL-BARZANJI MENYESATKAN? BEGINI PENJELASANNYA...

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Salafi Wahabi merupakan kelompok yang paling getol menolak segala macam amaliyah dan kitab-kitab yang dimiliki oleh Ahlusunnah Wal Jamaah, salah satunya kitab Al-Barzanji.

Dimana kelompok wahabi mengkritik isi kitab tersebut dengan kapasitas ilmu yang tidak mumpuni. ditambah lagi ia lebih mendahulukan nafsu dan mengkaji sendiri lalu menyimpulkan kitab Al-Barzanji sesat dan syirik tanpa mendahulukan tabayyun dan bertanya terlebih dahulu mengenai makna kandungan arti-arti dari kitab tersebut kepada ulama ahlusunnah wal jama'ah, inilah hal yang sangat patut disayangkan.

Sikap inilah yang membuat perselisihan dan perseteruan hingga saat ini diantara kelompok Wahabi dengan Aswaja ( Ahlusunnah Wal Jama'ah ).

Dulu, di Group MUHIBIN I pernah ada seorang anggota Group membuat status yang diberi judul sebagai berikut:

"Kitab Al-Barzanji, Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi Shallallahu Kitab Sesat, Lagi Bid'ah."

Tatkala membaca judul tulisan tersebut, hati tersentas dan penuh tanya; " Benarkah Kitab Al-Barzanji itu menyesatkan sebagaimana yang telah ia sangkakan? "

Benarkah Kitab Al-Barzanji itu sebagai kitabnya ahlul bid'ah dlolalah sebagaimana yang telah ia sangkakan?

$ads={1}

Untuk mengetahui kebenarannya, berikut ulasan mengenai Kitab Al-Barzanji tersebut.

Berikut ini ulasannya:

1. Isi dari Kitab Al-Barzanji berisi sejarah perjalanan hidup Sayyiduna Muhammad Shallallahu 'alahi wa sallam

Sementara orang yang menuliskan sejarah orang mukmin yang telah wafat sama dengan ia telah menghidupkan kembali orang mukmin tersebut,

Sebagaimana yang tertulis dalam kitab Bughyat al-Mustarsyidin halaman 97 disebutkan sebuah hadits tentang pentingnya dan manfaat menuliskan sejarah orang-orang yang shaleh:

وَقَدْ وَرَدَ فِي اْلَاثَرِ عَنْ سَيِّدِالْبَشَرِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنَّهُ قاَلَ :مَنْ وَرَّخَ مُؤْمِناً فَكَأَنمَّاَ اَحْياَهُ وَمَنْ قَرَأَ تاَرِيْخَهُ فَكَأَنمَّاَ زَارَهُ فَقَدْاسْتَوْجَبَ رِضْوَانَاللهِ فيِ حُزُوْرِالْجَنَّةِ.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

“Barangsiapa membuat sejarah orang mukmin (yang sudah meninggal) sama saja ia telah menghidupkannya kembali. Dan barangsiapa membacakan sejarahnya seolah-olah ia sedang mengunjunginya. Maka Allah akan menganugerahi baginya ridha-Nya dengan memasukkannya di surga.”

2. Kitab Al-Barzanji selain berisi sejarah Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, juga berisi banyak sekali Shalawat kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Baca Juga :

Filosofi Semar, Gareng, Petruk, Bagong (Punakawan) Dalam Islam

Terkait dengan keutamaan dari sholawat tentu kita umat islam sudah tidak meragukan lagi. Banyak sekali dalil baik dari Al-Qur'an maupun hadits yang telah menjelaskan tentang perintah dan keutamaan untuk bershalawat tersebut, di antaranya:

$ads={2}

Firman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa:

Surat Al Ahzaab (33) ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

Artinya:

“Sesungguhnya Allooh dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Artinya:

“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan "

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anjuran memperbanyak shalawat., karena ini merupakan sebab turunnya rahmat, pengampunan dan pahala yang berlipatganda dari Allah Ta’ala.

Dengan beberapa hujjah yang telah saya ajukan tesebut, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Kitab Al-Barzanji bukanlah kitab yang sesat  menyesatkan.

2. Membaca Kitab Al-Barzanji merupakan wujud pelaksanaan dari Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

3. Orang yg membid'ah-bid'ahkan terhadap pembacaan Kitab Al-Barzanji , sesungguhnya dialah pelaku BID'AH DLOLALAH yang sesungguhnya, karena telah berani membid'ahkan apa yang telah dikabarkan akan kebaikannya oleh Rasuulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam.

Demikian sekilas ualasan saya tentang Kitab Al-Barzanji.

Semoga ada manfaatnya.

Wallohu a'lam bi showwab

Allahumma shalli  'alaa Sayyidina Muhammad wa'alaa alihi wa shahbihi wa baarik wa sallim

Oleh : Kyai Sumarsam, Katib PCNU Lubuklinggau, Sumatera Selatan

Editor : Hendra, S

Demikian artikel " Hukum dan Dalil Membaca Manaqib, Kitab Maulid Para Wali dan Sholihin "

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama