Akhlak Abuya (Sang Mutiara Hadramaut yang Tersimpan)

AKHLAK ABUYA (SANG MUTIARA HADRAMAUT YANG TERSIMPAN)

RUMAH-MUSLIMN.COM - Bulan November lalu 2020 Alhamdulillah diberikan kesempatan berziarah ke Yaman. Hal yang wajib bagi kami adalah selalu menyambung silaturahmi dengan guru kami terutama Sang Murobbi Abuya Baharun, ada hal yang membuat saya terhentak kaget dalam pertemuan saya dengan Abuya. Kisahnya sederhana, sebelum keberangkatan kami ditipipin oleh Ning Iffat obat diet untuk Abuya yang sebelumnya Ning Iffat sudah berkomunikasi dengan istri saya yang mana sama sama almamater Al Ahgaff, singkatnya ingin paketan Abuya yang ada di Ning Iffat dibawa olehku, lalu Ning Iffat tanya apakah untuk Abuya biaya ongkir nya bayar Atau tidak tegas saya katakan tidak. Oke kalau begitu balas Ning Iffat.

$ads={1}

Setelah saya sampai di Tarim, kami berniat untuk segera ke Mukalla untuk mengobati rindu ini dan memberikan obat itu ke Abuya, karena urusan kami di Tarim masih belum beres, saya putuskan untuk ditunda ke Mukalla, tepatnya hari Jumat saya dikabari oleh Jadid kawan kami di Ahgaff kalau Abuya ada di Tarim dan tadi sholat Jum'ah di Masjid Jamik Tarim lalu ke Zanbal, langsung tanpa pikir panjang saya WA Abuya.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh, Ya Abuya Hal Mumkin Nazurukum?"

Beliau langsung membalas : Ta'al fi Syuqoh, wa ittasill bil Hamzah

Langsung seketika saya telpon Sayyid Hamzah (Putra Abuya)

Kami langsung munuju syuqoh Abuya yang bertempat di Suq Tarim yang biasanya dbuat penginapan oleh Dosen Dosen Ahgaff, sesampainya disana kami saling bertukar kabar dan begitu lah sifat Abuya seperti Bapak kami sendiri, apapun masalah kita atau ada kabar apapun selalu kita ceritakan dan beliau tidak menyekati antara santri santrinya sampai berkomunikasi WA saja tidak sampe berjam jam baru dibalas, namun cepat sekali merespon.

Baca Juga :

Santri Indonesia Curhat Kepada Habib Umar Ketika Ingin Kembali Ke Indonesia

Lalu saya berikan obat diet yang kami bawa dari Indonesia, ini Abuya titipan buat antum, beliau langsung menjawab dari Ning Iffat ya, iya betul Abuya. Lantas beliau bilang ke saya berapa Ongkir yang harus saya bayar, (sontak saya kaget) sebegitu lembut akhlaknya sekaliber beliau bisa saja nyuruh saya menbawa barang titipan banyak tanpa harus Ongkir, dimana beliau adalah guru kami dan saya santri nya yg berhak disuruh apapun itu. Teman saja banyak yang nitip paketan ke Yaman gratisan ini Abuya malah menanyakan Ongkir ke santrinya sendiri, ini memang kata senderhana namun bagiku adalah hal yang sangat luar biasa, bahkan beliau berkali kali menanyakan, benar ini tidak pake ongkir, saya katakan iya Abuya gratis. Allah.

$ads={2}

Dalam benak saya disana banyak orang tidak memikirkan beban kami yang penting titipan sampe Yaman dan ingin Gratis, mau diterima beban diterima kami kerepotan, tapi sosok Abuya melihat anaknya dengan interaksi yang sangat mulia, walaupun Abuya berhak menyuruh nyuruh namun itu tak lantas begitu saja, Abuya mengajarkan kami Adan dan akhlak disetiap perjumpaan. Milad Mubarok Ya Abuya.

Gresik, 7 Februari 2021 M Abdul Muhith

Demikian Artikel " Akhlak Abuya (Sang Mutiara Hadramaut yang Tersimpan) "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama