Dialog Bid'ah yang Membagongkan

DIALOG BID'AH YANG MEMBAGONGKAN

"Cukup, Yah! Jangan lakukan lagi perbuatan Ayah itu! Bid'ah! Neraka tempatnya!" ketus Bagong.

Pak Semar menarik nafas panjang. Ia tak habis pikir, kenapa kebiasaannya selama ini, yaitu bersedekah Rp50.000,- setiap awal bulan ditentang habis-habisan oleh anak semata wayangnya.

"Gong, kalau bicara itu ya mikir. Kamu tidak tahu apa, kalau Islam memerintahkan kita untuk bersedekah dan membantu sesama. Kok malah sewot, orang mau beribadah?" jawab Pak Semar.

"Masalahnya bukan itu yah! Masalahnya, Ayah mengkhususkan waktunya di awal bulan, dan mengkhususkan jumlahnya 50 ribu! Pengkhususan seperti ini tidak dibenarkan dalam agama, Yah! Tidak ada contoh!" ketus Bagong.

$ads={1}

"Aneh-aneh saja kamu, Gong. Ayah mau lakukan kapan, mau berapa banyak, itu terserah Ayah lah. Ayah lakukan sesuai kelapangan dan kemampuan Ayah. Amal ini sesuai dengan umumnya keutamaan infaq dalam QS. Ali Imran : 134 kok. Yang kita tinggalkan itu yang dilarang, bukan yang tidak ada contohnya. Yang tidak ada contohnya ya belum tentu haram, Gong!"

"Halah, Ayah jangan banyak kilah dalam agama ini, Yah. Agama ini agama dalil, bukan akal-akalan. Hukum asal ibadah itu haram, sampai ada dalil yang membolehkannya. Sedekah itu ibadah, tapi sedekah dengan cara khusus seperti yang ayah lakukan ini tidak ada dalilnya. Jadinya bid'ah! Sudahilah, Yah! Bagong ingatkan ayah karena Bagong takut Ayah masuk neraka!" Bagong masih ngotot.

"Ya sudah terserah kamu sajalah Gong. Mau bilang Ayah masuk neraka juga, yang penting Ayah berbuat baik. Mustahil rasanya ada yang masuk neraka karena perbuatan baik," Pak Semar menghela nafas.

"La haula wala quwwata illa billah, Ayah! Kalau memang perbuatan Ayah itu baik, tentu sudah dilakukan dari dulu oleh generasi salaf, generasi terbaik umat! Ini akibat Ayah mendengar ceramah ustad syubhat, sehingga nasihat tidak masuk ke telinga Ayah. Allahu yahdiik. Allahumasyhad!"

"Sak karepmu lah, Gong! pancen seng ireng dudu bathukmu thok, atimu yo peteng! Pancen seng cingkrang dudu celonomu thok, utekmu yo cingkrang!"

$ads={2}

***

Anda merasa argumen si Bagong konyol? Anda berpihak kepada Pak Semar? Tentu saja!

Sekarang coba cek konsistensi penilaian Anda.

Ganti "sedekah" menjadi "zikir Allah",

ganti 50 ribu menjadi 5000 kali,

ganti "setiap awal bulan" menjadi "setiap hari",

kemudian ganti "QS. Ali Imran ayat 134" menjadi "QS. Al-Ahzab ayat 41".

Jika setelah diganti objek perdebatannya, anda malah berpindah ke pihak si Bagong, maka berarti Anda terjebak dalam pola pikir yang sangat membagongkan.

Saya kembali ingin tegaskan : yang kita tinggalkan adalah yang diharamkan agama, bukan yang tidak ada contohnya dari Nabi.

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik..

Oleh : Ustadz Fakhry Emil Habib

Demikian Artikel " Dialog Bid'ah yang Membagongkan "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama