Mengenai Hukum, Niat Serta Cara Menepuk Punggung Imam Masbuk Di Dalam Shalat

MENGENAI HUKUM, NIAT SERTA CARA MENEPUK PUNGGUNG IMAM MASBUK DI DALAM SHALAT

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Hal yang sering kita lihat atau mungkin kita pernah alami sendiri ketika sedang shalat ada yang menepuk pundak kita, dan orang tersebut jadi jama'ah ketika kita shalat. Ataupun disaat kita ingin menjadi makmum ketika ada orang yang sedang shalat, lalu kita tepuk bagian punggung imam tersebut.

Bagaimana Hukum, Niat Serta Cara Menepuk Punggung Imam Masbuk Di Dalam Shalat ?

Oke kita kupas satu satu..

Hukum menepuk punggung imam dulu ya..

1. Hukumnya bisa berubah ubah sesuai konteksnya. 

Kalau cuma menyentuhnya saja ya gpp, mubah..

Sedangkan kalau sampai mengagetkan imam sampai terkejut sekali apalagi imamnya latah eh mencolot eh mencolot ya haram..

Adapun menyentuhnya pelan2, dibelai, hanya sedikit kaget saja ya jadi makruh atau sampai membuat persepsi kalau hal itu adalah wajib atau sunnah padahal enggak itu juga makruh..

$ads={1}

dan menjadi "sunah" ketika tidak sampai kaget atau mengingatkan imam agar berniat menjadi imam dan menjadi pahala berlipat bagi imam karena menjadi imam.. Sunnah versi ini lebih familiar disebut mustahab..

2. Menepuk punggung imam didalam sholat maupun diluar sholat selagi tidak bergerak lebih dari 3 kali itu boleh saja, keduanya boleh, tidak perlu menyalahkan salah satunya seperti di video ini..

Pergerakan seperti ini sama sperti kita menghadang orang yang lewat di depan kita ketika sholat, no what what kok..

Kalau menyalahkan brarti kurang suwe ngajine..

Karena semakin banyak kita mengkaji itu semakin sedikit dalam menyalahkan, dan orang itu cenderung menyalahkan apa yang dia tidak tau..

3. Makmum itu wajib niat jadi makmum, dan imam gak wajib niat jadi imam tetap sah sholat jamaahnya meskipun imam tidak mendapatkan fadhilah jama'ah.. Maka disinilah alasan menepuk punggungnya..

4. Niat makmum juga boleh ditengah2 seperti halnya boleh niat menjadi imam ditengah2, boleh tapi makruh..

$ads={2}

Jadi semisal kita sholat sendirian, tiba2 datang orang sholat didepan kita, yaudah niat aja makmuman, sah makmumannya dan dapat fadhilah jama'ah meskipun beda rokaat, kita sudah 2 rokaat imamnya baru 1 rokaat, imam masbuq..

Kata Syaikh Zainudin almalibari dalam fathul mu'innya :

و يجوز لمنفرد ان ينوي الاقتداء بابمام اثناء صلاته و ان اختلفت ركعتهما لكن يكره ذلك له دون مأموم خرج من الجماعة لنحو حدث امامه فلا يكره له الدخول في جماعة اخر فاذا اقتدى في الاثناء لزمه موافقة الامام ثم ان فرغ اولا اتمّ كمسبوق و الا فنتظاره افضل

Trus kalau rokaatnya berbeda bagaimana?

Menunggu sampai imamnya selesai tahiyat dan salam bersama imam masbuqnya..

Oleh : Gus Tsabit Abi Fadhil

Demikian Artikel " Mengenai Hukum, Niat Serta Cara Menepuk Punggung Imam Masbuk Di Dalam Shalat "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama