Ulasan Tentang Buku Aqidah Al-Wasithiyah

ULASAN TENTANG BUKU AQIDAH AL-WASITHIYAH

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Sebab penamaan sebuah kitab berbeda-beda dikalangan ulama. Ada yang menamai kitabnya dengan nama orang yang meminta dituliskannya kitab tsb,  ada yang dengan daerah tujuan kitab tsb spt: "al-Waasith",  "al-Hamawiyah",  atau "at-Tadmuriyah". Ada juga dengan nama penulisnya spt "at-Thahawiyah" krn penulisnya imam at-Thahawi. Ada juga berdasarkan org yang akan dituju, kebanyakan kpd para penguasa dan para raja,  misalnya "al-Aqidah an-Nizhamiyah" yang ditulis untuk raja Nizhamuddin. 

Kitab "al-Aqidah al-Waashitiyah" menurut penjelasan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah,  ditulis atas permintaan seorang qadhi bermazhab Syafi'i yang berasal dari Waasith yang terletak antara Kufah dan Bashrah. 

Kitab ini termasuk bagian dari kitab aqidah yang penting dipelajari. Anehnya, kitab ini beratus tahun tdk pernah disyarah. Kitab ini justru disyarah oleh ulama kontemporer. Ada 2 (dua) ulama yang dianggap pertama kali mensyarah kitab ini:

1. Syaikh Abdurrahman as-Sa'di rahimahullah;  dan, 

2. Syaikh Zayd al-Fayyadh rahimahullah. 

Ada khilaf mana diantara keduanya yang lebih dahulu. 

Hal yang menjadikan kitab ini memiliki kedudukan penting antara lain:

Pertama,  kedudukan penulisnya. Hal ini berdasarkan pengakuan ulama terkemuka akan kedudukan syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah. Dgn demikian,  apa yang beliau tulis memiliki derajat yang tinggi,  khususnya dari segi kebaruan dan kemantapan. 

$ads={1}

Kedua,  masalah² yang dibahas. 

Ada 3 (tiga)  karakter bahasan kitab ini:

1. Hal yang dibahas adl hal² pokok dalam bidang aqidah yang menjadi perselisihan dikalangan umat. Beliau berkata,  "...tdklah aku menuliskan sebuah pasal, kecuali didalamnya ada yang menyelisihinya... ". Dan,  "...semua kalimat terdapat khilaf dari satu kelompok..."

Jadi,  beliau ingin mendudukan persoalan yang menjadi perdebatan ummat,  kemudian menjelaskan mana menjadi ijma atas masalah tsb.  

2. Beliau mengembalikan penggunaan lafaz dari al-Qur'an dan as-Sunnah dalam masalah aqidah,  untuk menggantikan lafaz² dari ilmu kalam dan filsafat. 

3. Semua yang disebutkannya dalam masalah aqidah memiliki sanad dari ucapan para salaf dan imam² terdahulu. Beliau berkata,  "...aku tdk mengumpulkan kecuali dari aqidah para salafus shalih seluruhnya... "

Beliau juga berkata,  "Semua lafaz yang aku sebutkan, maka aku sebutkan atasnya ayat atau hadits atau ijma salaf..."

Ketiga,  penulis memasukkan masalah suluk dan akhlak. Ini menunjukkan bhw suluk dan akhlak adalah bagian penting dan termasuk aqidah ahlus sunnah wal jamaah yang wajib diketahui dan amalkan. 

Kitab ini dijamannya pernah menjadi polemik akibat fitnah dari kalangan jahmiyah, syiah rafidhah, al-ittihadiyah, dan lainnya. Mrk mengadu kpd sultan di Mesir dan menuduh Ibnu Taimiyyah sesat. 

Maka sultan mengutus utusan ahli ke Damaskus utk berdebat. Utusan tsb kemudian minta dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah. Setelah dijelaskan,  utusan itu berkata,  "...aqidah al-Waashitiyah serupa dgn apa yang aku yakini... ". 

$ads={2}

Peristiwa ini terjadi di waktu dhuha,  tanggal 8 Rajab tahun 705H. Dialog tsb dihadiri para qadhi, tokoh² mazhab dan berbagai golongan,  para amir,  perwakilan suku dan kelompok. Hadir juga ulama asyairah paling termuka saat itu yaitu syekh Shafiyyudin al-Hindi. Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bhw Ibnu Taimiyyah membacakan buku "al-Aqidah al-Washitiyah" dalam dialog tsb. 

Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah berkata tentang dialog tsb, "Terjadilah kesepakatan bahwa aqidah al-Washitiyah adalah aqidah sunniyah-salafiyyah... "

Imam adz-Dzahabi rahimahullah ketika menceritakan dialog tsb berkata, "Terjadi kesepakatan bhw aqidah ini (al-Washitiyah) adl aqidah salafiyah yang baik"

(Dr. Sulthan bin Abdurrahman al-Umayri, "al-'Uqud adz-Dzahabiyah",  dgn ringkas, dan selainnya)

Oleh: Ustadz Ibnu Rajab

Demikian Artikel " Ulasan Tentang Buku Aqidah Al-Wasithiyah "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama