Membela Orang yang Menyakiti Keluarga kita, Tidak Selalu dengan Sabar

 

MEMBELA ORANG YANG MENYAKITI KELUARGA KITA, TIDAK SELALU DENGAN SABAR

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Kadang kala ada orang lain yang melecehkan istrinya, keluarganya, temannya dan ia bersikap diam dan sabar. sebagian dari mereka mengatakan "cukuplah dengan sabar atas apa yang mereka lakukan, tunjukkan dengan akhlakul karimah".

Sabar merupakan langkah terbaik yang patut diambil ketika ditimpa musibah dan masalah, namun bukan berarti kita tidak membela sedikitpun atas hinaan mereka kepada orang yang kita kenal dan cintai. tentu kita harus memiliki sikap membela, begitulah akal menerimanya.

$ads={1}

Tulisan yang dibagikan oleh Kyai Abdul Wahab Ahmad cukup menyadarkan kita bagaimanya diri ini harus memiliki rasa peduli dan ghirah untuk membela orang yang kita kenal dan cintai, selama hal yang kita yakini itu benar maka lakukanlah. berikut tulisan lengkapnya,

Ketika istrinya dilecehkan ia bersabar dan memilih sikap netral, maka ia lelaki yang tak punya harga diri.

Ketika ibunya dilecehkan ia bersabar dan memilih netral, maka ia anak tak tahu diri.

Ketika anaknya dilecehkan ia bersabar dan memilih netral, maka ia tak punya tanggung jawab sebagai orang tua.

Ketika teman-temannya dilecehkan ia bersabar dan memilih netral, ia tak punya solidaritas.

Ketika agamanya dihina ia bersabar dan memilih netral, Almarhum Kyai saya bilang: "Ia adalah himar".

Saya jadi teringat kisah para sahabat; Dulu sewaktu terjadi perang besar antar Sahabat Nabi, banyak di antara mereka memilih netral tak memihak manapun karena merasa kedua kubu (kubu Khalifah Ali dan Mu'awiyah) sama-sama benar. Dalam kasus seperti ini, pilihan netral tidaklah salah sebab kedua kubu adalah muslim yang sama-sama berguru langsung kepada Rasulullah dan meneladaninya. Di antara mereka yang memilih netral adalah Ibnu Umar, putra khalifah kedua, Umar bin Khattab. Di akhir hayatnya, Ibnu Umar berkata:

ما أجد في نفسي شيئا إلا أني لم أقاتل الفئة الباغية مع علي بن أبي طالب

"Aku tak menyesali apapun kecuali bahwa aku tak ikut memerangi kelompok yang salah bersama Ali bin Abi Thalib". (Adz-Dhahabi, Siyar)

Ia menyesali netralitasnya di masa lalu setelah ia yakin mana kubu yang benar. Padahal kita tahu bahwa mengambil sikap netral untuk kasus itu dapat dimaklumi sebab tak ingin memperparah kekacauan/fitnah. 

Jadi, jangan takut menentukan sikap supaya tak menyesal kehilangan momen membela apa yang kita yakini benar.

Demikian pesan yang disampaikan oleh Kyai Abdul Wahab Ahmad. Semoga apa yang disampaikan oleh beliau menjadikan ilmu, manfaat dan pelajaran untuk kita, agar kita dapat memahami mana hal yang perlu kita hadapi dengan sabar dan mana yang perlu kita bela.

Semoga bermanfaat

(H/S)

Demikian Artikel " Membela Orang yang Menyakiti Keluarga kita, Tidak Selalu dengan Sabar "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah - 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama