Ahli Hadits Ibnu Hibban Pecinta Ziarah Makam Wali

AHLI HADITS IBNU HIBBAN PECINTA ZIARAH MAKAM WALI

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ahli Hadis Ibnu Hibban (w 354 H / 965 M) sangat gemar melakukan ziarah ke makam-makam wali, bahkan antar Negara yang berbeda beda, bahkan beliau ulang berkali-kali, mulai dari Iran, Iraq, Damaskus, Samarkand dan lainnya. Bukan hanya sekedar berziarah, namun juga bertawassul. Syirikkah beliau? Adakah ulama ahli hadis yang menghukumi musyrik kepadanya? Jawabannya “Tidak Ada”, bahkan kitab sahih beliau digunakan oleh banyak ahli hadis hingga saat ini, yang dikenal dengan kitab “Sahih Ibni Hibban” 

- Makam Makam Ali bin Musa

وَقَبْرُهُ بِسَنَا بَاذٍ خَارِجَ النُّوْقَانِ مَشْهُوْرٌ يُزَارُ بِجَنْبِ قَبْرِ الرَّشِيْدِ قَدْ زُرْتُهُ مِرَارًا كَثِيْرَةً وَمَا حَلَّتْ بِي شِدَّةٌ فِي وَقْتِ مَقَامِي بِطُوْسٍ فَزُرْتُ قَبْرَ عَلِىِّ بْنِ مُوْسَى الرِّضَا صَلَوَاتُ اللهِ عَلَى جَدِّهِ وَعَلَيْهِ وَدَعَوْتُ اللهَ إِزَالَتَهَا عَنِّى إلِاَّ أسْتُجِيْبَ لِي وَزَالَتْ عَنِّى تِلْكَ الشِّدَّةُ وَهَذَا شَئٌ جَرَّبْتُهُ مِرَارًا فَوَجَدْتُهُ كَذَلِكَ أَمَاتَنَا اللهُ عَلَى مَحَبَّةِ الْمُصْطَفَى وَأَهْلِ بَيْتِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ (ثقات ابن حبان - ج 8 / ص 457)

“Makam Ali bin Musa di Sanabadz sebelah luar Nauqan sudah masyhur dan diziarahi di dekat makam ar-Rasyid. Saya sudah ziarah berkali-kali. Saya tidak mengalami kesulitan ketika saya berada di Thus (Iran) kemudian saya berziarah ke makam Ali bin Musa, semoga Salawat dari Allah dihaturkan kepada kakeknya (Nabi Muhammad) dan saya berdoa kepada Allah untuk menghilangkan kesulitan tersebut, kecuali dikabulkan untuk saya dan kesulitan itu pun lenyap dari saya. Ini saya alami berkali-kali, dan saya temukan seperti itu. Semoga Allah mematikan kita untuk cinta kepada Nabi dan keluarganya Saw” (ats-Tsiqat 8/457) 

$ads={1}

- Makam Uwaimir bin Amir

أَبُوْ الدَّرْدَاءِ عُوَيْمِرُ بْنُ عَامِرِ بْنِ زَيْدٍ اْلاَنْصَارِي مَاتَ سَنَةَ اثْنَتَيْنِ وَثَلاَثِيْنَ وَقَبْرُهُ بِبَابِ الصَّغِيْرِ بِدِمَشْقَ مَشْهُوْرٌ يُزَارُ قَدْ زُرْتُهُ غَيْرَ مَرَّةٍ (مشاهير علماء الأمصار - ج 1 / ص 84)

“Abu Darda’, Uwaimir bin Amir bin Zaid al-Anshari 32 H. Makamnya di ‘Pintu Kecil’ di Damaskus sudah dikenal dan diziarahi. Saya (Ibnu Hibban) sudah berziarah lebih dari sekali” (Masyahir Ulama al-Amshar 1/84)

- Makam Ibnu Sirin

مُحَمَّدُ بْنُ سِيْرِيْنَ اْلاَنْصَارِي أَبُوْ بَكْرٍ مَوْلِدُهُ لِسَنَتَيْنِ بَقِيَتَا مِنْ خِلاَفَةِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ وَمَاتَ بِالْبَصْرَةِ فِي شَوَّالَ بَعْدَ الْحَسَنِ بِمِائَةِ يَوْمٍ وَقَبْرُهُ بِإِزَاءِ قَبْرِ الْحَسَنِ بِالْبَصْرَةِ مَشْهُوْرٌ يُزَارُ وَقَدْ زُرْتُهُمَا غَيْرَ مَرَّةٍ (مشاهير علماء الأمصار - ج 1 / ص 143)

“Muhammad bin Sirin al-Anshari lahir 2 tahun tersisa dari masa khilafah Utsman bin Affan. Ia wafat di Bashrah di bulan Syawal setelah 100 hari wafatnya Hasan. Makamnya di Bashrah dikenal dan diziarahi. Saya sudah menziarahi keduanya lebih dari sekali” (Masyahir Ulama al-Amshar 1/143)

- Makam Fudlail bin Iyadl

فُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ بْنِ مَنْصُوْرٍ أَبُوْ عَلِى مَوْلِدُهُ بِسَمَرْقَنْدَ  .مَاتَ بِهَا سَنَةَ سَبْعٍ وَثَمَانِيْنَ وَمِائَةٍ وَقَبْرُهُ مَشْهُوْرٌ يُزَارُ قَدْ زُرْتُهُ مِرَارًا (مشاهير علماء الأمصار - ج 1 / ص 235)

“Fudlail bin Iyadl bin Mansur, kelahirannya di Samarkand. Meninggal disana tahun 187 H. Makamnya sudah masyhur dan diziarahi. Saya berziarah berkali-kali” (Masyahir Ulama al-Amshar 1/84)

- Makam Sufyan ats-Tsauri

سُفْيَانُ بْنُ سَعِيْدِ بْنِ مَسْرُوْقِ بْنِ حَمْزَةَ بْنِ حُبَيْبٍ الثَّوْرِي كَانَ مَوْلِدُ سُفْيَانَ سَنَةَ خَمْسٍ وَتِسْعِيْنَ وَمَاتَ بِالْبَصْرَةِ مُخْتَفِيًا عِنْدَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَهْدِى وَفِى دَارِهِ مَاتَ فِي َشَعْبَانَ سَنَةَ إِحْدَى وَسِتِّيْنَ وَمِائَةٍ وَقَبْرُهُ بِالْبَصْرَةِ فِي مَقْبَرَةِ بَنِى كُلَيْبٍ قَدْ زُرْتُهُ مِرَارًا (مشاهير علماء الأمصار - ج 1 / ص 268)

“Sufyan bin Said bin Masruq bin Hamzah bin Habib ats-Tsauri, lahir pada tahun 95 H. Wafat pada 161 H. Makamnya di Bashrah, di pemakaman Bani Kulaib, saya sudah berziarah berkali-kali” (Masyahir Ulama al-Amshar 1/268)

Dengan demikian, apa yang dilakukan oleh Nahdliyin dalam ziarah Wali Songo, wisata religi dan sebagainya, bukanlah suatu hal yang haram atau bahkan syirik, karena sudah dilakukan oleh para ulama Salaf.

Oleh: KH. Ma'ruf Khozin

$ads={2}

Demikian Artikel " Ahli Hadits Ibnu Hibban Pecinta Ziarah Makam Wali  "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah - 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama