Polemik Hormat Bendera Melalui Perspektif Toleransi

 

POLEMIK HORMAT BENDERA MELALUI PERSPEKTIF TOLERANSI

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Setiap mendekati tanggal 17 Agustus, yakni bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia, beredar brodcast yang berisi tulisan diharamkannya menghormat bendera.

1. Jika mau jujur mengembalikan masalah ini kepada ilmu para ulama, maka kita akan dapati adanya dua pendapat : Antara yang mengharamkan dengan yang membolehkan.

2. Maka, jika selama ini antum tahunya ulama mengharamkan hormat bendera, sehingga menganggap yang melakukannya sebagai pelaku maksiat, ahli bid'ah apalagi musyrik, berarti antum harus lebih rajin membaca.

$ads={1}

Begitu juga jika antum menganggap yang tidak mau hormat bendera sebagai orang-orang bodoh yang tidak memahami dalil, antum harus lebih rajin meluaskan referensi.

3. Pendapat yang mengharamkan maupun yang membolehkan sama-sama diwakili oleh lembaga ulama yang tidak ada yang meragukan kelimuan mereka kecuali orang jahil yang lebih buta dari yang tidak bisa melihat terik sinar matahari.

A. Lajnah Daimah mengharamkan dengan fatwanya :

لا تجوز تحية العلم، بل هي بدعة محدثة

"Tidak boleh menghormati bendera, bahkan itu adalah bid’ah yang diada-adakan."

B. Darul Ifta' Mishriyah membolehkan dengan fatwanya :

فإن تحية العلم المعهودة أو الوقوف للسلام الوطني أمران جائزان لا كراهة فيهما ولا حرمة 

"Menghormat bendera dan salam kenegaraan adalah dua hal yang dibolehkan, tidak makruh dan tidak pula haram."

4. Adapun saya memilih pendapat yang kedua. Tanpa mencela pilihan saudara seiman yang memilih pendapat yang pertama.

Justru saya memandang pendapat itu pun ada keunggulannya sebagai pendapat yang lebih hati-hati dan selamat, sebagaimana ketika saya memilih dan mengunggulkan pendapat kedua yang nampak lebih teliti dan maslahat.

5. Menyikapi perbedaan pendapat dalam ranah yang termasuk mutaghayirat seperti ini, sikap yang bijak adalah menghargai pilihan pendapat masing-masing.

$ads={2}

Adapun saling menyesatkan dan melontarkan tuduhan keji kepada sesama muslim karena perbedaan rujukan, hanya akan menunjukkan dangkalnya nalar seseorang dan kotornya hati.

Wallahu a'lam Bishowab

Oleh : Ustadz Ahmad Syahrin Thoriq

Demikian Artikel " Polemik Hormat Bendera Melalui Perspektif Toleransi "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama