Rezeki diperoleh dengan cara yang Halal bukan Syubhat

REZEKI DIPEROLEH DENGAN CARA YANG HALAL BUKAN SYUBHAT

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Semua harta yang kita pakai mestilah diperoleh dengan cara yang halal. Bukan yang syubhat (tidak pasti halal atau haramnya), apalagi yang jelas-jelas haram.

Setiap muslim tahu hal ini. Tapi berapa yang benar-benar mampu mengaplikasikannya...

Apalagi kalau untuk menjaga diri dari harta yang syubhat itu ada resiko besar yang mesti ditanggung... Akan lebih sedikit yang mampu melakukannya...

Maka, semoga Allah meneguhkannya... Ia bertanya pagi tadi tentang bagaimana hukumnya transaksi yang dilakukannya dalam menjalankan usahanya. Sebenarnya transaksi antara ia dengan pihak kedua (pemasok barang) tidak ada masalah. Yang mengusik nurani keimanannya adalah ketika pembayaran dilakukan menggunakan cek giro. Oleh pihak kedua, cek giro ini dijual ke pihak ketiga untuk mendapatkan uang cash walaupun dengan nominal yang lebih rendah. Pihak ketiga ternyata membisniskan cek giro ini ke pihak keempat... pihak keempat juga membisniskannya ke pihak kelima dan seterusnya. Sepertinya yang terjadi adalah memperjual belikan hutang.

$ads={1}

Memang ia tidak ada kaitan langsung dengan semua alur transaksi itu. Tapi untuk mencairkan cek tersebut, pihak keempat atau kelima mendatangi ia untuk minta dituliskan namanya (pihak keempat atau kelima tersebut), karena pihak Bank tidak mau mencairkan giro itu kalau tulisannya berbeda (dari tulisan yang mengeluarkan cek giro).

Di sini ia ragu. Kalau ternyata transaksi yang dilakukan oleh pihak ketiga, keempat dan kelima (bahkan sampai ke pihak keenam) adalah transaksi riba, apakah ia tidak akan ikut menanggung dosanya?

Saya tidak bisa memberikan jawaban pasti karena ilmu belum sampai ke sana. Tapi saya memberi saran: "Periksa nurani Bapak. Jika Bapak ragu, maka tinggalkan dan pikirkan alternatif lain yang lebih aman."

Sejenak ia terdiam. "Walaupun saya mesti mengadakan reformasi total keuangan usaha ini, Ustadz?" tanyanya. "Meskipun begitu Pak. Yakinlah Bapak, apapun pengorbanan yang Bapak lakukan demi menjaga kebersihan harta Bapak, tidak akan disia-siakan Allah. Dia Maha Kaya." jelas saya. "Baik Ustadz, saya akan lakukan. Mohon doanya."

Tidak banyak yang seperti beliau. Semoga Allah memperbanyak orang-orang sepertinya. Belajar agama tidak terlalu sulit. Bicara tentang agama bahkan sesuatu yang sangat mudah (apalagi hari ini). Tapi mengamalkan apa yang diketahui dari agama dan konsisten memegang prinsip agama adalah sesuatu yang sangat sangat sulit, kecuali bagi hamba-hamba Allah yang mendapatkan peneguhan dari-Nya.

Semoga Allah meneguhkan hatinya untuk mengorbankan sedikit keuntungan duniawinya demi keuntungan ukhrawinya yang tidak terhingga.

Oleh: Ustadz Yendri Junaidi

$ads={2}

Demikian Artikel " Rezeki diperoleh dengan cara yang Halal bukan Syubhat "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama