Sikap Kita Kepada Muawiyah dan Penguasa Setelahnya

SIKAP KITA KEPADA MUAWIYAH DAN PENGUASA SETELAHNYA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu, meskipun beliau memberontak dan menolak bai'at kepada Sayyidina Ali karramallahu wajhah, bahkan beliau memang mengincar kekuasaan, dan menjadikan tragedi terbunuhnya Sayyidina Utsman hanya sebagai alat untuk menarik simpati penduduk Syam dengan menuntut Amirul Mukminin agar menyeret pelakunya. Indikasi ini semakin jelas dengan bukti bahwa setelah Sayyidina Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhu melepas kekuasaan dan ia yang ganti berkuasa, tidak seorang pun ia ekskusi atau ia proses atas pembunuhan Sayyidina Utsman yang dulu ia menuntut hal itu dari Amirul Mukminin Ali karramallahu wajhah. Toh beliau juga bukan termasuk golongan As Sabiqunal Awwalun, juga bukan golongan Muhajirin, sebab memang tidak pernah hijrah, beliau baru masuk Islam saat Fathu Makkah. Sedangkan Sayyidina Umar bin Khatthab radhiyallahu 'anhu pernah berkata : "Sungguh urusan (khilafah) ini adalah hak Ahli Badar dan Para Sahabat Muhajirin generasi pertama selama diantara mereka masih ada yang hidup. Adapun para 'thaliq' (saya kurang faham siapa yang dimaksud dengan thaliq ini 🙏) dan orang² yang baru masuk Islam setelah Fathu Makkah maka tidak ada hak sedikitpun bagi mereka." 

$ads={1}

Namun meski begitu, karena Mu'awiyah adalah besan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau juga salah satu penulis wahyu, dan termasuk sahabat, sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang kita mencaci atau merendahkan para sahabat, maka kita tidak boleh menyebut Sayyidina Mu'awiyah kecuali dengan sebutan yang baik. Terlebih Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memang telah mengabarkan bahwa Mu'awiyah kelak akan berkuasa. "Hai Mu'awiyah, apabila kamu berkuasa maka jadilah penguasa yang baik", pesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam satu waktu kepadanya, lalu beliau juga mendo'akannya.

Amirul Mukminin Ali radhiyallahu 'anhu juga berkata : "Janganlah kalian membenci pemerintahan Mu'awiyah. Demi Allah seandainya kalian kehilangan dia niscaya kalian akan melihat banyak kepala manusia bergelimpangan." 

Adapun Yazid dan penguasa dari Bani Al Hakam, mereka semua orang² terlaknat dan bahkan dilaknat oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Sebab itulah ketika Imam Ahmad bin Hambal ditanya anaknya tentang hukum melaknat Yazid beliau berkata, "Bagaimana mungkin tidak boleh dilaknat, orang yang telah dilaknat oleh Allah ta'ala dalam Al Qur'an". 

$ads={2}

"Saya telah membaca Al Qur'an namun tidak mendapati ada laknat kepada Yazid", kata putra beliau. Dan Imam Ahmad menjawab, "Sungguh Allah telah berfirman :

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ • أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? • Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.

Dan adakah yang lebih merusak dan lebih banyak menghancurkan keluarga daripada Yazid, wahai anakku?" tanya Imam Ahmad. 

Wa Allah ta'ala a'lam 

Dari kitab Al Isya'ah, Sayyid Muhammad bin Rasul Al Barzanji Al Husaini, hal. 134. 

Oleh: Ustadz Ahmad Atho

Demikian Artikel " Sikap Kita Kepada Muawiyah dan Penguasa Setelahnya "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama