Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi, Jasad Utuh Karena Gemar Bersholawat

SYAIKH ALI BIN HASAN AL HALABI, JASAD UTUH KARENA GEMAR BERSHOLAWAT

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Syaikh Ali bin Hasan bin Bakri bin Ahmad Al-Bayanuni Al-Halabi atau yang dikenal dengan panggilan Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi merupakan seorang tokoh ulama Syafi'iyah yang memiliki kecintaannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan juga kepada para Ahlul Bait (keturunannya, yang biasa kita kenal dengan sebutan Sayyid maupun Habib).

Syaikh Ali bin Hasan bin Bakri digelari sebagai Maddah Ar-Rasul, karena beliau telah banyak menyusun Sholawat dan Qosidah untuk memuji Rasulullah SAW dan Ahlulbaitnya.

Kelahiran

Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi lahir pada tahun 1290 H di Bayanun, sebuah desa di Allepo, Suriah. Beliau juga memiliki anak yang menjadi ulama besar, yakni Syeikh Ahmad As-Sayyad. Anaknya pun diberi gelar Izzuddin (Kemuliaan Agama) oleh ulama-ulama negeri Syam.

Ibadah Haji

Setiap Syaikh Ali ingin melaksanakan Ibadah Haji, biasanya ia akan mengunjungi Madinah terlebih dahulu. Beliau tinggal disana beberapa waktu untuk memperbanyak sholawat kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan bersedekah kepada orang yang tidak mampu (fakir miskin). Setelah itu, beliau baru pergi ke Mekkah untuk menunaikan Ibadah Haji.

$ads={1}

Ada hal yang berbeda ketika Syaikh Ali melakukan perjalanan Ibadah Haji Pada tahun 1362 H. Biasanya beliau mampir menuju Madinah terlebih dahulu sebelum ke mekkah, namun ternyata beliau langsung menuju ke Mekkah dan bersilaturahmi ke kediaman Sayyid Alwi.

Disaat yang bersamaan, rumah Sayyid Alwi sedang dibukanya Halaqah untuk membahas suatu perkara yang rumit dalam ilmu Tasawuf, dan perkara tersebut baru terbuka seusai dijelaskan oleh Syaikh Ali. Sayyid Alwi kemudian bertanya darimana beliau mendapatkan ilmu tersebut.

Baca Juga :

Ustadz Arifin Ilham ditemui Abah Guru Sekumpul Dalam Keadaan Mimpi Dan Terjaga

Syaikh  Ali menjawab, "Dari manuskrip kuno yang saya miliki." Sayyid Alwi berkata, "Bisakah Syaikh membawakan manuskrip tersebut pada tahun Haji depan, agar kami bisa sama-sama mendapatkan manfaatnya." Syeikh Ali hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.

Beliau lalu berkata, "Wahai Sayyid, tahun ini aku tidak akan kembali ke negaraku. Rasulullah telah menyiapkan tempat terbaik untukku di sisinya. Oleh sebab itulah tahun ini aku pergi dulu ke Makkah sebelum ke Madinah." 

Wafat

Saat itu Syeikh Ali sebenarnya dalam keadaan sehat wal afiyat. Namun seusai melaksanakan ibadah Haji, tiba-tiba beliau mendadak sakit. Sesuai permintaannya, Sayyid Alwi lalu membawa Syaikh Ali ke rumah sakit di daerah Madinah. Disana beliau akhirnya wafat setelah dirawat intensif selama tiga hari. lalu Jenazah beliau dikebumikan di Pemakaman Baqi.

Seperti yang lazim terjadi di Pemakaman Baqi, dimana makam lama akan dibongkar untuk ditimbun dengan jenazah yang baru, makam beliau pun mendapat giliran pembongkaran pada tahun ke-4 setelah dimakamkan.

Namun ada hal aneh terjadi, jasad beliau yang telah terkubur selama empat tahun lamanya masih utuh seperti baru meninggal. Pihak Askar pun mengurungkan untuk membongkar makam beliau. Empat tahun kemudian, makam beliau dibongkar kembali. Namun yang terjadi adalah hal yang sama seperti 4 tahun yang lalu, yakni jasadnya masih utuh.

Akhirnya pihak Askar memutuskan untuk tidak lagi membongkar makam beliau, dan memberi tanda "Syaikh Syami" pada batunya. 

$ads={2}

Demikianlah keadaan orang yang gemar bersholawat, memuji dan merindukan Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam.

Sumber : Kisah dinukil dari mukaddimah kitab Imdadul Fattah hal. 2 karya Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah.

Semoga kita mendapatkan keberkahan dari kisah ini dan dapat dikumpulkan oleh orang-orang Shaleh di Yaumil Akhir kelak, Aamiin Ya Rabbal 'alaamiin...

Demikian Artikel " Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi, Jasad Utuh Karena Gemar Bersholawat "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama