Habib Umar bin Hafidz: Cara Berhenti bermaksiat yang telah melekat di hati


HABIB UMAR BIN HAFIDZ: CARA BERHENTI BERMAKSIAT YANG TELAH MELEKAT DI HATI

Bagaimana cara berhenti dari maksiat namun selalu kembali lagi seakan hati selalu terkait padanya?

Jawabannya

Ini merupakan bagian dari khayalan palsu, maka meyakini ketidak mampuan untuk meninggalkan maksiat itu sepenuhnya khayalan palsu, tidak adak maksiat terkecuali setiap insan mampu meninggalkannya, akan tetapi dia harus mengeluarkan semua kemampuannya, dan bersungguh-sungguh, memperbaiki dzikir dan selalu mengingat akhirat dan akibatnya

$ads={1}

Hendaknya seseorang menjauhi dari orang-orang yang mengajaknya kepada perbuatan maksiat dan menjauhi dari tempat serta gadget atau program yang menariknya kepada perbuatan maksiat.

Kemudian ingat tempat kembali dan berpulang kepada Allah serta mengingat ketika ia akan berhadapan dan adanya perhitungan dengan-Nya, dan ingat selalu adzab yang Allah dan Rasul-Nya selalu peringatkan dari perbuatan maksiat dan ingat balasan keutamaan meninggalkan maksiat, karena sesungguhnya dengan begitu Allah akan membantunya

Maka tinggalkan maksiat serta berhati-hatilah untuk menuruti bisikan iblis dalam khayalan yang menyatakan bahwa ia tak mampu meninggalkan maksiat, inilah tipudaya setan yang ia gunakan untuk menipu banyak manusia.

Namun jika taubat kamu tulus, meskipun tujuh puluh kali kamu kembali bermaksiat dalam sehari pasti akan diterima taubatmu

$ads={2}

Adapun ungkapan "Aku tidak mampu meninggalkan maksiat" ini adalah perbuatan lancang terhadap Allah, tidaklah Allah mengharamkan suatu hal kepadamu terkecuali kamu mampu meninggalkan. Maka jangan lancang kepada Allah dan mempercayai musuhmu, tuluslah niscaya Allah akan menolongmu dan jauhilah seluruh maksiat.

semoga Allah senantiasa memberikan taufik.

Sumber: www.majelisrasulullah.org

Demikian Artikel " Habib Umar bin Hafidz: Cara Berhenti bermaksiat yang telah melekat di hati "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama