Hukum Membongkar Makam untuk Meletakkan Anggota Tubuh yang Hilang

HUKUM MEMBONGKAR MAKAM UNTUK MELETAKKAN ANGGOTA TUBUH YANG HILANG

Deskripsi

Saya ingin bertanya ustadz mengenai Orang mati yang sudah di kubur dan matinya akibat kecelakaan tabrakan dan salah satu aggota tubuhnya hilang sehingga di kubur dalam keadaan tidak utuh, beberapa hari kemudian anggota tubuhnya kembali di temukan oleh masyarakat sekitar dan kuburannya hendak di gali kembali guna mengembalikan anggota tubuh yang sudah hilang.

Pertanyaan

1. Bagaimana hukumnya menggali kuburan mayyit tersebut sebab mengubur anggota tubuh yang tidak lengkap?

Beserta ibaratnya soalnya lagi ada permasalahan mengenai hal tersebut.

Untuk waktunya saya ucapkan terimakasih utadz 

$ads={1}

Jawaban 

Hukum membongkar kuburan dengan tujuan untuk menggabungkan anggota mayyit yang terpisah adalah TIDAK BOLEH Sebab tidak ada dhorurat sehingga memperbolehkan nabsyu

Ketika menemukan bagian dari anggota tubuh seseorang maka diperinci sebagaimana berikut :

- Jika bagian anggota tubuh terpisah dari seseorang ketika dia meninggal dunia atau terpisah pada saat dia masih hidup namun tidak berselang lama dia meninggal, maka bagian anggota tubuh tersebut harus dimandikan, dibungkus dengan kain, lalu di sholati dan dikubur sebagaimana layaknya mayat seperti biasanya.

- jika bagian anggota tubuh terpisah dari orang yang masih hidup dan dia masih bisa bertahan hidup ( tidak langsung meninggal), dan ketika bagian Tubuh itu nantinya ditemukan pada saat dia sudah meninggal dunia, maka bagian tubuh tersebut tidak boleh disholati dan Sunnah untuk menutup nya dengan kain lalu menguburnya.

Dalam kitab Safinatun Naja di sebutkan “Mayit yang telah dikubur boleh digali kembali dengan empat alasan:

1. untuk memandikannya bila kondisinya masih belum berubah.

2. untuk menghadapkannya ke arah kiblat.

3. Karena adanya harta yang ikut terkubur bersamanya.

4. dan bila si mayat seorang perempuan yang di dalam perutnya terdapat janin yang dimungkinkan hidup.”

$ads={2}

Referensi

حاشية البجيرمي ج 1 ص 499

(ﻭ) ﺣﺮﻡ (نبشه) ﻗﺒﻞ اﻟﺒﻼء ﻋﻨﺪ ﺃﻫﻞ اﻟﺨﺒﺮﺓ ﺑﺘﻠﻚ اﻷﺭﺽ (ﺑﻌﺪ ﺩﻓﻨﻪ) ﻟﻨﻘﻞ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻛﺘﻜﻔﻴﻦ ﻭﺻﻼﺓ ﻋﻠﻴﻪ ﻷﻥ ﻓﻴﻪ ﻫﺘﻜﺎ ﻟﺤﺮﻣﺘﻪ (ﺇﻻ ﻟﻀﺮﻭﺭﺓ ﻛﺪﻓﻦ ﺑﻼ ﻃﻬﺮ)ﻣﻦ ﻏﺴﻞ ﺃﻭ ﺗﻴﻤﻢ ﻭﻫﻮ ﻣﻤﻦ ﻳﺠﺐ ﻃﻬﺮﻩ (ﺃﻭ) ﺑﻼ (ﺗﻮﺟﻴﻪ) ﻟﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﻘﺒﻠﺔ (ﻭﻟﻢ ﻳﺘﻐﻴﺮ) ﻓﻴﻬﻤﺎ ﻓﻴﺠﺐ نبشه ﺗﺪاﺭﻛﺎ ﻟﻄﻬﺮﻩ اﻟﻮاﺟﺐ ﻭﻟﻴﻮﺟﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﻘﺒﻠﺔ ﻭﻗﻮﻟﻲ ﻭﻟﻢ ﻳﺘﻐﻴﺮ ﻣﻦ ﺯﻳﺎﺩﺗﻲ (ﺃﻭ) ﻛﺪﻓﻦ (ﻓﻲ ﻣﻐﺼﻮﺏ) ﻣﻦ ﺃﺭﺽ ﺃﻭ ﺛﻮﺏ ﻭﻭﺟﺪ ﻣﺎ ﻳﺪﻓﻦ ﺃﻭ ﻳﻜﻔﻦ ﻓﻴﻪ اﻟﻤﻴﺖ ﻓﻴﺠﺐ نبشه ﻭﺇﻥ ﺗﻐﻴﺮ ﻟﻴﺮﺩ ﻛﻞ ﻟﺼﺎﺣﺒﻪ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﺮﺽ ﺑﺒﻘﺎﺋﻪ.

(ﺃﻭ ﻭﻗﻊ ﻓﻴﻪ ﻣﺎﻝ) ﺧﺎﺗﻢ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻩ ﻓﻴﺠﺐ نبشه ﻭﺇﻥ ﺗﻐﻴﺮ ﻷﺧﺬﻩ ﺳﻮاء ﺃﻃﻠﺒﻪ ﻣﺎﻟﻜﻪ ﺃﻡ ﻻ ﻛﻤﺎ اﻗﺘﻀﺎﻩ ﻛﻼﻡ اﻟﺮﻭﺿﺔ ﻭاﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻭﻗﻴﺪﻩ ﺻﺎﺣﺐ اﻟﻤﻬﺬﺏ ﻭﻣﻦ ﺗﺒﻌﻪ ﺑﺎﻟﻄﻠﺐ ﻛﻤﺎ ﻗﻴﺪ ﺑﻪ اﻷﺻﺤﺎﺏ ﻣﺴﺄﻟﺔ اﻻﺑﺘﻼﻉ اﻵﺗﻴﺔ ﻭﻗﺪ ﻓﺮﻗﺖ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ اﻟﺮﻭﺽ ﻭﻟﻮ ﺑﻠﻊ ﻣﺎﻻ ﻟﻨﻔﺴﻪ ﻭﻣﺎﺕ ﻟﻢ ﻳﻧﺒﺶ ﺃﻭ ﻣﺎﻝ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﻃﻠﺒﻪ ﻣﺎﻟﻜﻪ ﻧﺒﺶ ﻭﺷﻖ ﺟﻮﻓﻪ ﻭﺃﺧﺮﺝ ﻣﻨﻪ ﻭﺭﺩ ﻟﺼﺎﺣﺒﻪ ﻭﻟﻮ ﺿﻤﻨﻪ اﻟﻮﺭﺛﺔ ﻛﻤﺎ ﻧﻘﻠﻪ ﻓﻲ اﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻋﻦ ﺇﻃﻼﻕ اﻷﺻﺤﺎﺏ ﺭاﺩا ﺑﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻓﻲ اﻟﻌﺪﺓ ﻣﻦ ﺃﻥ اﻟﻮﺭﺛﺔ ﺇﺫا ﺿﻤﻨﻮا ﻟﻢ ﻳﺸﻖ ﻭﻳﺆﻳﺪﻩ ﻣﺎ اﻗﺘﻀﺎﻩ ﻛﻼﻣﻬﺎ ﻣﻦ ﺃﻧﻪ ﻳﺸﻖ ﺣﻴﺚ ﻻ ﺿﻤﺎﻥ ﻭﻟﻪ ﺗﺮﻛﻪ ﻭﻓﻲ ﻧﻘﻞ اﻟﺮﻭﻳﺎﻧﻲ ﻋﻦ اﻷﺻﺤﺎﺏ ﻣﺎ ﻳﻮاﻓﻖ ﻣﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﺗﺠﻮﺯ ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ اﻟﺒﻼ ﻓﻼ ﻳﺤﺮﻡ نبشه ﺑﻞ ﺗﺤﺮﻡ ﻋﻤﺎﺭﺗﻪ ﻭﺗﺴﻮﻳﺔ اﻟﺘﺮاﺏ ﻋﻠﻴﻪ ﻟﺌﻼ ﻳﻤﺘﻨﻊ اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ اﻟﺪﻓﻦ ﻓﻴﻪ ﻟﻈﻨﻬﻢ ﻋﺪﻡ اﻟﺒﻼ ﻭاﺳﺘﺜﻨﻰ ﻗﺒﻮﺭ اﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻭاﻟﻌﻠﻤﺎء ﻭاﻷﻭﻟﻴﺎء

سفينة النجاة ص ٥٣

ينبش الميت لأربع خصال: للغسل إذا لم يتغير ولتوجيهه إلى القبلة وللمال اذا دفن معه وللمرأة اذا دفن جنينها معها وأمكنت حياته

إعانة الطالبين ٢/١٠٩

ويرد المنتتف من شعرهما اليه ندبا في الكفن أو القبر وأما دفنه ولو في غير القبر فواجب كالساقط من الحي إذا مات عقبه.

بشرى الكريم ٢/٣٦

أما المنفصل من حي فيسن مواراته بخرقة ودفنه إن مات بخلاف ما لم يمت فيسن دفنه بلا لف خرقة.

[البجيرمي ,حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب ,2/278]

ولو وجد جزء ميت مسلم غير شهيد صلي عليه بعد غسله وستر بخرقة ودفن كالميت الحاضر، وإن كان الجزء ظفرا أو شعرا

قوله: (ولو وجد جزء ميت) أي تحقق انفصاله منه حال موته أو في حياته ومات عقبه فخرج المنفصل من حي ولم يمت عقبه إذا وجد بعد موته فلا يصلى عليه، ويسن مواراته بخرقة ودفنه. اهـ. م د

Sumber: NGAJI KITAB

Demikian Artikel " Hukum Membongkar Makam untuk Mengembalikan Anggota Tubuh yang Hilang "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama