Menanamkan Nilai-nilai Akhlak Melalui Contoh

MENANAMKAN NILAI-NILAI AKHLAK MELALUI CONTOH

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Ketika mengajarkan bahasa Arab, saya sering minta kepada santri atau mahasiswa/i untuk menyebutkan contoh isim dan fi'il (setelah mereka memahami apa itu isim dan apa itu fi'il).

Dari contoh yang diberikan, saya bisa menilai walau sekilas tentang pola pikir dan kecenderungan santri atau mahasiswa yang bersangkutan. 

Untuk fi'il misalnya, saya sangat senang dan mengapresiasi santri dan mahasiswa yang memberikan contoh fi'il itu seperti : membaca, menulis, tersenyum, membantu dan sebagainya. Karena kata-kata ini mengandung makna yang positif.

Tapi saya akan menegur dan meluruskan mereka jika contoh yang diberikan adalah : memukul, mencuri, memarahi dan sebagainya.

$ads={1}

Jangan dianggap, "Itu kan hanya contoh saja..." Karena bagi saya, penanaman nilai-nilai akhlak dan moral bisa juga dilakukan melalui pemberian contoh-contoh.

Itulah mengapa para ulama Nahwu dan Sharaf dulu ketika memberikan contoh-contoh, mereka mengutip dari ayat Al Quran, hadits Rasulullah, ucapan para ulama, atau contoh yang mereka buat sendiri tapi memiliki makna yang dalam.

Sayangnya, ada sebagian penulis buku dan guru yang sengaja memberikan contoh-contoh penerapan materi yang mereka ajarkan dengan sesuatu yang negatif, seperti yang tampak dalam halaman buku di bawah ini. 

Apa tujuannya penggunaan بئس dan نعم dicontohkan dengan menyebutkan nama tokoh-tokoh tertentu? Tapi itulah, kalau kebencian yang sudah berbicara. 

Maka benar kata orang Arab :

حبك الشيء يعمي ويصم

"Cinta itu membutakan dan menulikan"

Oleh: Ustadz Yendri Junaidi

Demikian Artikel " Menanamkan Nilai-nilai Akhlak Melalui Contoh "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama