Merasa Khawatir Amal Ibadah Tidak Diterima oleh Allah SWT

MERASA KHAWATIR AMAL IBADAH TIDAK DITERIMA OLEH ALLAH SWT

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺆْﺗُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﺁﺗَﻮﺍ ﻭَّﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﻭَﺟِﻠَﺔٌ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﺭَﺍﺟِﻌُﻮﻥَ  

ﺃُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻳُﺴَﺎﺭِﻋُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﻭَﻫُﻢْ ﻟَﻬَﺎ ﺳَﺎﺑِﻘُﻮﻥَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.”

(QS al Mukminun 60-61)

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

 “Apakah yang dimaksud oleh ayat ini adalah orang yang mencuri dan minum arak ?”

Beliau shallallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sallam bersabda,

ﻻ ﻳﺎ ﺑﻨﺖ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ ﻭﻟﻜﻨﻬﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺼﻮﻣﻮﻥ ﻭﻳﺼﻠﻮﻥ ﻭﻳﺘﺼﺪﻗﻮﻥ ﻭﻫﻢ ﻳﺨﺎﻓﻮﻥ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻘﺒﻞ ﻣﻨﻬﻢ 

“Bukan, wahai putri Ash Shiddiq. Akan tetapi mereka adalah orang orang yang berpuasa, shalat, dan bersedekah. Namun mereka merasa khawatir amalnya tidak diterima.”

$ads={1}

(HR Tirmidzi dan Ibnu Majah, hadits shahih)

Orang-orang mukmin khawatir tidak diterima amal ibadahnya bukan karena mereka berburuk sangka kepada Allah. Namum karena mereka merasa belum melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya.

Lalu kekhawatiran tersebut membangkitkan kesungguhan untuk terus memperbaiki ibadahnya.

Hasan al Bashri rahimahullah berkata,

"Orang-orang mukmin melakukan perbuatan baik, dan mereka takut jika amalan itu tidak menyelamatkan mereka dari siksa Tuhannya.

Sesunguhnya orang-orang mukmin mengumpulkan banyak kebaikan dan mereka takut kepada Tuhannya, sedangkan orang munafik mengumpulkan keburukan dan mereka merasa aman dengan keburukan itu."

Sahl bin Abdullah rahimahullah pernah berkata,

"Takutnya para Shiddiqin kepada su'ul khatimah di setiap saat dan gerakan mereka, dan mereka itulah yang Allah kepada mereka dalam ayat ini."

Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

"Dianjurkannya meminta ampunan pada malam Lailatul Qadar, setelah usaha dan kerja keras melakukan amala shalih pada malam-malam akhir dari ramadhan, tidak lain adalah karena mereka yang mengetahui keadaan dirinya sekalipun telah beramal yang banyak, tapi mereka seakan-akan tidak melihat apapun dari amalannya itu, sehingga mereka kembali kepada Tuhannya dengan memohon ampunan bagaikan orang yang berlumuran dosa."

Jika ayat ini ditelaah dengan baik, setidaknya akan diketahui bahwa orang-orang shalih tidak takut pada sesuatu apapun melainkan pada dua hal :

1) Takut jika amalan tidak diterima.

2) Takut jika hati kembali rusak setelah sebelumnya mendapatkan hidayah.

Al Qur'an mengarjakan kepada kita agar tidak merasa cukup dengan banyaknya puasa dan zakat yang sudah kita kerjakan dan tunaikan, melainkan senantiasa takut kepada Allah dan terus menambah ketaatan kepada-Nya.

$ads={2}

Dan orang-orang yang bersegera dalam kebaikan, maka mereka itulah yang juga akan mendapatkan kebaikan (yakni masuk ke dalam surga) dengan segera.

ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَ ﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠٰﻰ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَ ﻋَﻠٰﻰ ﺁﻝِ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ

Pict : Al muhaddits as sayyid Usamah bin Sa'id Mansi al Hasani al Maliki al Makki

Oleh: EL Mujtaba

Demikian Artikel " Merasa Khawatir Amal Ibadah Tidak Diterima oleh Allah SWT "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama