Perbuatan Makruh di waktu Maghrib dan Isya

PERBUATAN MAKRUH DI WAKTU MAGHRIB DAN ISYA

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Al-Imam al-Nawāwi rahimahullah ta'ala, di dalam Kitab Minhāj ul-Thālibin, menulis sebagai berikut: 

يكره تسمية المغرب عشاءً والعشاء عتمةً، والنوم قبلها والحديث بعدها الّا في خير والله أعلم....

Dihukumi makruh menamakan waktu maghrib dengan sebutan isya, dan waktu isya' dengan sebutan 'atmah (gelap malam). Juga dihukumi makruh tidur sebelum maghrib atau sebelum Isya, dan berbincang-bincang sesudah Isya, kecuali perbincangan yang berisi kebaikan...wallahu a'lam...

Al-Imam Ibnu Hajar al-Haitsami rahimahullah memberi penjelasan yang cukup panjang, terhadap pendapat Imam al-Nawawi di atas.

Yang ingin disorot di dalam tulisan ini adalah potongan kalimat: 

ويكره...الحديث بعدها

Dihukumi makruh pula bincang-bincang setelah sholat Isya.

Imam Ibnu Hajar al-Haitsami memberi penjelasan sebagai berikut:

او (في خير) كعلم شرعي، او آلة له او قراءة، او ذِكرٍ او مذاكرة آثار الصالحين او إيناس ضيفٍ او زوجة عند زفافها او الملاطفة بها ونحو ذلك

Di antara bincang-bincang dalam kebaikan adalah membicarakan ilmu agama, atau membahas ilmu alat, atau membaca buku-buku agama, atau berdzikir, atau mendiskusikan warisan peninggalan orang-orang saleh (karya pemikirannya), atau menjamu tamu, atau menyenangkan istri pada malam pengantin, atau bercengkerama dengan istri (keluarga) dan lain-lain. (Tuhfat ul-Muhtaj bi Syarh il-Minhaj hal. 804, jilid 1)

$ads={1}

Membaca penjelasan Imam Ibnu Hajar al-Haithami itu, jadi teringat tulisan Hadratus Syaikh Kiai Hasyim Asy'ari rahimahullah, di dalam Kitab Adāb ul-Alim wal Muta'allim sebagai berikut: 

ولا يضيع شيئًا من اوقات عمره في غير ما هو بصدد من العلم والعمل الا ما لا بدّ منه بقدر الضرورة من أكل و شرب او نوم او إستراحة لملل او اداء حقّ زوجة او زائر او تحصيل قوت مما يحتاج اليه.....

Seorang alim (guru) hendaknya tidak membuang sedikitpun waktu untuk hal-hal selain dari menuntut ilmu atau mengamalkannya. Kecuali ia melakukan hal-hal yang memang harus dilakukannya seperti makan, minum, tidur atau istirahat dari kepenatan, atau memenuhi hak istri atau tamu yang datang mengunjunginya. Atau mengupayakan makanan yang ia butuhkan...

=====

Muthala'ah siang hingga sore, yang insya Allah, bermanfaat...

Wa lillāhi l-hamdu wal minnah wa shallallāhu ala Sayyidina Muhammad wa ala alihi wa shahbihi...

Oleh: KH. Abdi Kurnia Djohan

Demikian Artikel " Perbuatan Makruh di waktu Maghrib dan Isya "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama