Sisi lain dari kehidupan Rumah Tangga Rasulullah SAW

SISI LAIN DARI KEHIDUPAN RUMAH TANGGA RASULULLAH SAW

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Terlepas dari pro kontra tentang lirik lagu ‘Aisyah Isteri Rasulullah’, sebenarnya ada hal menarik yang sayang untuk diabaikan. Bahwa sesungguhnya banyak sisi kehidupan Rasulullah Saw yang belum kita ketahui. Terutama kehidupan rumah tangganya. Ternyata beliau tidak hanya seorang pribadi yang berwibawa, tokoh sosok yang tegas dan tokoh yang disegani, tapi juga seorang suami yang romantis.

Saya pribadi memang belum menemukan riwayat kalau Rasulullah Saw pernah minum di bekas mulut Sayyidah Aisyah. Tapi melihat bagaimana sayangnya beliau kepada isteri-isterinya, apalagi kepada Aisyah, saya kira hal itu sangat mungkin terjadi. 

Bukankah sesuatu yang luar biasa, ketika seorang pemimpin yang bekas minumnya diperebutkan para sahabatnya, ternyata minum di bekas mulut isterinya sendiri.

$ads={1}

Saya membayangkan, alangkah bahagianya isteri yang mendapatkan suami semesra itu. Kesibukannya mengurus umat, memperjuangkan agama, menghadapi musuh, membina umat dan seterusnya, tidak membuatnya kehilangan keromantisan dengan isterinya di rumah. 

Bukankah tidak sedikit tokoh terkenal, orang-orang besar, sosok berpengaruh dan aktivis berbagai organisasi, sangat ramah dengan koleganya, partner usahanya, para penggemarnya dan seterusnya, tapi saat pulang ke rumah, muka masam yang didapatkan isterinya. Padahal, sang isterilah yang menyiapkan segala-galanya di rumah untuk kenyamanan dan ketenangannya.

Tak heran kalau sebagian dari ‘orang-orang besar’ itu berhasil di luar tapi gagal di dalam. Didekati orang lain tapi dijauhi anak isteri. Dicintai penggemar tapi dibenci orang dekat.

Saya juga belum menemukan riwayat kalau Rasulullah Saw pernah mencubit sayang hidung Sayyidah Aisyah. Tapi membaca kebesaran hati beliau dan rasa sayangnya pada umat manusia, termasuk orang-orang yang membencinya, saya kira tak mustahil hal itu dilakukannya.

Ah, andaikan saja pasangan suami-isteri seromantis itu di usia kesepuluh atau dua puluh tahun pernikahannya, seolah-olah mereka dalam masa pacaran.

Ah, andaikan saja kealpaan isteri dibalas dengan satu cubitan manis oleh suaminya. Andaikan saja beban berat isteri dihibur dengan satu pelukan hangat oleh sang suami. Andaikan saja kelelahan suami dalam mencari nafkah dan keletihan isteri mengurus rumah berubah menjadi kenikmatan tak terkira ketika sepasang kekasih itu minum teh bersama ditemani sepiring goreng pisang sambil bernostalgia masa kecil.

$ads={2}

Mungkin benar lirik lagu itu bermasalah dari segi etika dan kepatutan. Tapi mari lihat sisi lain yang mungkin positif. Bahwa ternyata kebesaran seorang tokoh bukan ditentukan oleh bagaimana ia dalam pandangan orang banyak –yang tak mengenalnya secara dekat- melainkan bagaimana ia dalam pandangan isteri dan anaknya. Bahwa, untuk menjadi pemimpin yang sukses mesti sukses terlebih dahulu memimpin rumah tangga. Bahwa, tugas-tugas besar hanya mampu diemban oleh pribadi yang besar, dan itu tampak pertama kali dari lingkungan yang terkecil ; keluarga. 

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي (رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح)

Orang terbaik adalah yang paling baik pada keluarganya. Dan aku orang paling baik pada keluargaku.

Oleh: Ustadz Yendri Junaidi

Demikian Artikel " Sisi lain dari kehidupan Rumah Tangga Rasulullah SAW "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama