Sadat Al Qasimiyah Ar Rassiyah al Hasani al 'Alawi al Hasyimi

SADAT AL QASIMIYAH AR RASSIYAH AL HASANI AL 'ALAWI AL HASYIMI

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Telah masyhur bahwa Wahhabi itu tidak mudah mempercayai klaim terhadap suatu qabilah yang mengaku sebagai bagian dari Ahlul Bayt.

Namun bukan berarti Wahhabi ini menafikan adanya Ahlul Bayt di zaman ini.

Mereka hanya mengakui kesayyidan suatu qabilah, apabila qabilah tersebut secara tsabit terbukti sebagai bagian dari Bani Hasyim dengan indikator-indikator ketat yang mereka gunakan untuk menyaring kabar tersebut.

Sehingga tidak bisa seseorang atau sebuah qabilah diakui secara mudah oleh Wahhabi sebagai Ahlul Bayt.

Salah satu qabilah yang diakui oleh Wahhabi sebagai bagian dari Ahlul Bayt atau Bani Hasyim adalah Qabilah para Sadat Al Qasimiyah di Yaman, atau juga disebut Sadat Ar Rassiyah.

Hal tersebut terdapat dalam salah satu kitab Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin yakni Fatawa Ibnu Utsaimin. Beliau menyebut mereka dengan sebutan Muluk al Yaman al Aimmah, yakni para raja-raja dari Yaman dari kelompok imamiyah.

Sadat Al Qasimiyah atau Sadat Ar Rasiyah adalah keturunan dari Al imam Qasim ar Rassi.

Mereka mendirikan daulah di Yaman, bahkan sejak zaman kurun ketiga hijriah.

Keberadaan klan mereka lebih tua daripada klan para Syarif di Hijaz.

$ads={1}

Klan Al Qasimiyah bisa dikatakan sama tuanya dengan klan Idrisiyah di Maroko. Hanya saja, klan Idrisiyah kurang dianggap tsiqah bagi para ulama Wahhabi untuk dimasukkan ke dalam golongan Bani Hasyim, maksudnya tidak sekuat Al Qasimiyah.

Al Qasimiyah atau Ar Rassiyah adalah nisbah kepada Imam Qasim ar Rassi al Hasani.

Beliau adalah Sayyidina Qasim ar Rassi bin Ibrahim Thabathaba bin Ismail ad Dibaj bin Ibrahim al Ghamri bin Hasan al Mutsanna bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib.

Imam Qasim ar Rassi lahir di Madinah pada tahun 169 H. Tahun di mana terjadi tragedi Karbala jilid kedua di Wadi Fakh, salah satu tempat dekat dengan Makkah.

Tragedi terbesar kedua setelah tragedi Karbala di mana para Ahlul Bayt banyak yang meninggal dalam tragedi tersebut.

Tragedi di mana menjadi revolusi terakhir Ahlul Bayt di Hijaz terhadap kekhalifahan Abbasiyah.

Semenjak itu, para Ahlul Bayt melakukan eksodus dari Hijaz menuju ke berbagai penjuru dunia.

Qasim ar Rassi adalah adik dari Muhammad Ibnu Thabathaba, Datuk Sadat Thabathaba'i.

Imam Qasim ar Rassi adalah salah satu ulama dari kalangan Ahlul Bayt yang cemerlang prestasinya.

Qasim ar Rassi berbeda dalam mengambil kebijakan politiknya dari sang kakak.

Muhammad Ibnu Thabathaba memilih jalan mengangkat senjata dan revolusi terhadap Bani Abbas. Dirinya mengumpulkan pengikutnya di Kufah. Namun sama hasilnya seperti para revolusioner Ahlul Bayt yang lain, pada akhirnya dirinya ditumpas dan berhasil dibunuh.

Sedangkan imam Qasim ar Rassi memilih jalan lebih lunak terhadap pemerintah, sebagaimana jalan imam Ja'far ash Shadiq, imam Musa al Kazhim, imam Ali ar Ridha, dan yang semisalnya.

Di usia dewasanya, Imam Qasim ar Rassi hijrah dari Madinah menuju Mesir.

Dan di sanalah beliau mengembangkan ilmu dan dakwahnya.

Secara usia, Imam Qasim ar Rassi adalah sebaya dengan imam Ahmad bin Hambal.

Beliau hidup di zaman para ulama madzhab.

Di zaman beliau hidup imam Malik bin Anas, imam Syafi'i, imam Ahmad bin Hambal, dan yang selainnya.

Dari kalangan Ahlul Bayt, beliau hidup di zaman Imam Ali ar Ridha, imam Muhammad al Jawad, imam Ali Uraidhi, imam Ali al Hadi, imam Hasan al Askari, dan yang selainnya.

Imam Qasim ar Rassi adalah Imam Mujtahid Madzhab Zaidiyah. Beliau mendapatkan gelar An Najmu ali ar Rasul, yakni bintangnya keluarga sang Rasul, karena kedalaman dan keluasan ilmunya.

Imam Qasim ar Rassi meninggal pada tahun 246 Hijriyah, satu tahun setelah kelahiran cucunya, Yahya bin Husein bin Qasim ar Rassi.

Yahya inilah yang nantinya setelah dewasa hijrah menuju Yaman dan mendirikan daulah Al Qasimiyah atau daulah Al Hadawiyah di Yaman.

Yahya bin Husein bin Qasim ar Rassi adalah Imam Zaidiyah pertama di Yaman, sekaligus raja pertama dari Sadat al Qasimiyah.

Gelarnya adalah Al Hadi ilal Haq, kunyah-nya adalah Abul Husein.

$ads={2}

Dan Daulah-nya adalah Daulah Hadawiyah dengan ajaran resminya adalah Zaidiyah.

Para imam dan para raja Zaidiyah di Daulah Hadawiyah selanjutnya, seluruhnya berasal dari keturunan Imam Yahya bin Husein bin Qasim ar Rassi.

Daulah Bani Rassiyah atau Al Qasimiyah atau Hadawiyah berakhir pada tahun 1962 Masehi, di mana saat itu Yaman berubah menjadi Republik.

Raja terakhir dari Daulah Rassiyah adalah Sayyid Muhammad al Badr dengan gelar Malik Al Manshur billah.

Adapun cabang dari marga Ar Rassiyah antara lain adalah al Mutawakkiiliyah, al Hamidiyah, dan Al Houtsi.

Yang paling sering kita dengar adalah Al Houtsi, karena terkenal dengan gerakan Syiah Houtsi di Yaman. 

Itulah sekilas tentang Sadat Al Qasimiyah atau Ar Rassiyah. Dengan daulah beraliran Zaidiyah-nya yang begitu lama bertahan.

Dari awal berdiri kita anggap saja tahun 300 Hijriyah, sampai sekarang tahun 1400 Hijriyah, masih eksis dan sedang terus berperang untuk mengembalikan kekuasaannya.

ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَ ﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠٰﻰ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَ ﻋَﻠٰﻰ ﺁﻝِ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ

Pict :

Raja Mamlakah Al Mutawakkiiliyah Al Qasimiyah Ar Rassiyah Yaman

Sayyid Ahmad (Al Hakim bi Amrillah) bin Yahya (Hamiduddin) bin Muhammad (Al Manshur billah) bin Yahya ar Rassi al Hasani, beserta para Sadat Al Qasimiyah Ar Rassiyah.

Raja Kerajaan Saudi Arabia, Malik Saud bin Abdul Aziz al Saud

Oleh: EL Mujtaba

Demikian Artikel " Sadat Al Qasimiyah Ar Rassiyah al Hasani al 'Alawi al Hasyimi "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah -

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama