Tata Cara Mendirikan Sekolah Islam secara Lengkap

TATA CARA MENDIRIKAN SEKOLAH ISLAM SECARA LENGKAP

RUMAH-MUSLIMIN.COM - Malam ini kami diminta oleh para tokoh di daerah Nganjuk untuk memaparkan jika akan mendirikan sekolah baru, sebaiknya bagaimana. Untuk memulai diskusi dan sharing dengan para tokoh kami mencoba membuat daftar pertanyaan di bawah ini. Catatan ini juga kami persembahkan kepada semua saja yang berminat mendirikan sekolah baru. Semoga bermanfaat dan dapat mewujudkan sekolah yang baik. Jika ada yan kurang dari catatan ini, kami mohon untuk dimakluminya.

1. Hal-hal yang dapat dikerjakan, dipersiapkan bila ingin mendirikan lembaga pendidikan baru adalah:

a. Sebaiknya mempersiapkan yayasan yang memiliki visi, dan missi dakwah ilalloh melalui dunia pendidikan. Bukan bisnis, bukan riya', bukan jabatan atau bukan kelanggengan kepentingan keluarga, bukan pekerjaan dengan tujuan materi.

b. Mendaftarkan yayasan ke akte notaris (bila belum memiliki yayasan). Bila sudah tinggal melanjutkan saja. Bila yayasan prosesnya sulit maka cukup lembaga pendidikan yang disyahkan ke notaris sebagai payung hukum.

2. Membahas lokasi beserta bangunannya bila belum memiliki. Bila sudah memiliki kelas atau gedung maka para pengurus tinggal menyiapkan sarana lainnya disesuaikan dengan scedul waktu.

3. Merencanakan siapa pengelola yang diamanahinya yang memiliki visi dan misi dakwah

4. Merencanakan siapa guru yang akan ditunjuk oleh pengelola bersama yayasan

5. Memagangkan calon guru ke lembaga yang memiliki visi dan misi sejalan dengan yayasan,

6. Membuatkan seragam guru diberikan oleh yayasan agar terlihat disiplin, rapi, dan rajin

7. Pelatihan guru tentang kepemimpinan, manajemen, dan pengajaran, kebetulan kami punya silabus pelatihannya tersebut

8. Sosialisasi ke masyarakat

a. Brosur, pamlet, radio, surat kabar (minmal surat pembaca), tokoh-tokoh (para kyai, ustadz atau khotib masjid), dll

b. Seminar pendidikan anak dengan tema : "Pendidikan Terpadu sebagi Upaya Menyiapkan Generasi Pemimpin Bangsa" (umpamanya)

c. Bershilaturrahim ke orang yg memiliki pengaruh atau ke sasaran target (ini dilakukan sesering mungkin).

9. Kapan persiapan dapat dilaksanakan?

a. Magang guru paling lambat dilakukan bulan Maret selambat-lambatnya bulan Mei. Karena pada bulan Juni sekolah sudah hampir mengakhir pembelajaran, banyak yang menyiapkan ujian akhir.

b. Brosur dll-nya harus mulai diedarkan bulan Maret, disosialisasikan bulan Maret atau April hingga Juni

c. Pembentukkan panitia penerimaan siswa baru pada bulan Maret.

d.  Mulai penerimaan bulan April kalau bisa ditutup bulan Juni atau jika kelas sudah penuh.

e.  Pelatihan dan latihan mengajar bagi calon guru pada bulan Juni

f.  Evaluasi cara mengajar calon guru awal bulan Juni dan Juli

g. Pertengahan Juli masuk (semua sudah siap, seragam sudah dipakai dengan atribut lengkap)

10. Sebaiknya berapa orang yang terlibat?

a. 5-15 orang pengurus/pendiri yayasan yang dapat merangkap pengurus. Pengurus yang betul-betul akan bekerja minimal 3 orang.

b. Pengelola dibutuhkan, satu kepala sekolah merangkap guru, dan satu guru pembantu jika hanya 1 kelas. Jika direncanakan dua kelas, tambah saja satu guru atau dua guru bergantung keuangan lembaga.

11. Apa saja yang terpenting dan perlu disiapkan?

$ads={1}

a. Merencanakan RABS (rencana anggaran belanja sekolah) dan menyepakatinya untuk dipenuhi dan dilaksanakan

b.  Merencanakan bentuk lokal, penataan lokal, halaman, mushola dan penataan ruang

c.  Merencanakan warna dan bentuk seragam siswa dan guru

d. Pedoman pengajaran dan silabus pengajaran

c. Lembaran evaluasi guru atau siswa

e.  Buku-buku penunjang seperti buku penghubung, buku tamu, ekspedisi dll

12. Kesulitan apa yang diperkirakan terjadi?

a. Mendapatkan guru yang bervissi dan bermissi untuk dakwah sangat sulit. Biasanya kesulitan pertama jika guru atau pengurus missi dakwahnya kendor akan mempengaruhi kinerjanya. Karena itu syarat menjadi guru perlu ditentukan terlebih dahulu.

b.  Kemampuang guru yang pas-pasan dalam pengelolaan kelas, pengajaran al Qur'an, dan bercerita atau berekspresi

c. Saling curiga antar pengurus masalah dana, masalah tokoh, masalah keterlibatan dll

d.  Pendaftar, peminat untuk masuk ke sekolah baru biasanya sangat sedikit atau sebaliknya terlalu banyak pada tahun-tahun awal jika memang cara sosialisasinya baik.

e.  Pendanaan awal, bila tidak ada yang berinfaq atau dana bantuan dari yayasan, maka sekolah baru akan kekurangan dana dan sulit untuk menjalankan operasional.

f. Penyamaan materi pengajaran, banyak guru baru yang mengajar sesuai kemampuannya sendiri, yaitu basicnya sendiri.

g. Banyak komentar, sindiran, kritik dan cemoohan. Dibutuhkan kesabaran.

h. Guru meninggalkan sekolah (keluar) karena gajinya kurang, selalu ganti guru

 13. Langkah Antisipasinya?

a. Seleksi guru ketat, termasuk seleksi calon pengurus yayasan atau pengelola

b. Pelatihan guru harus intensif

c. Keterbukaan pengelolaan

d. Menggiatkan Sosialisai

e. Yayasan menyiapkan dana untuk membantu operasional

f. Memiliki donatur

g. Memberi gaji standart UMR di daerah masing-masing

h. Pengurus yayasan membuka dialog dengan guru agar tidak terjadi kesalahpahaman

i. Lembaga/ sekolah harus tetap berjalan walau murid awal hanya dapat lima anak. Kita tetap istiqomah.

j. Penggunaan dana agak irit, dan sangat diperlukan semua pengeluaran harus ada buktinya, demikian dana masuk harus terbukukan dengan tertib.

k. Selalu memprogramkan home visit agar siswa dan orang tua siswa krasan.

l. Mau meminta dan menerima saran dari wali siswa atau masyarakat agar mereka tetap terlibat dan bila perlu dilibatkan dalam memikirkan kemajuan sekolahan.

14. Jika udah berjalan maka langkah di bawah ini mungkin bermanfaat

a. Setelah berjalan satu tahun atau setengah tahun, maka perlu dilakukan langkah perizinan secara resmi ke Depag atau Dinas Pendidikan. Perlengkapan perizinan di antaranya:

  1. Foto copy akte Yayasan Taman Pendidikan Rahmat Kediri,
  2. Data pengajar (guru), dan pengelola
  3. Data siswa tahun pertama dalam tahun ajaran 2001/2002
  4. Data sarana dan prasarana,
  5. Denah kelas,
  6. Denah lokasi,
  7. Panduan Program Pengajaran,
  8. Jadwal Pengajaran,

b. Jangan lupa setiap bulan kita mengadakan rapat bersama untuk membahas evaluasi kinerja kita.

c. Memulai menerapkan RABS

$ads={2}

d. Evaluasi keuangan

      15.

      16.

      17.

      18. dll

Berikut kami sertakan contoh pengatur jam sekolah, semoga dari contoh ini dapat dikembangkan sesuai kondisi daerah dan sesuai dengan programnya.

Pembelajaran Hari Senin – Kamis

  1. Selamat datang & Persiapan 06.30 – 07.00 (30 menit)
  2. Apel pagi dan Jasmani 07.00 – 07.15 (15 menit)
  3. Hafalan Juz Amma, Do’a-do’a, Surat Pilihan 07.00 - 07.25 (25 menit )
  4. Qiro’ati (baca tulis) 07.30 – 08.30 (60 menit)
  5. Pelajaran I 08.30 – 09.15 (45 menit)
  6. Snack / Istirahat 09.00 – 09.15 (15 menit)
  7. Pelajaran II 09.15 – 10.00 (45 menit)
  8. Pelajaran III 10.00 – 10.45 (45 menit)
  9. Pelajaran IV 10.45 – 11.30 (45 menit)
  10. Istirahat dan Sholat Dhuhur 11.30 – 12.15 (45
  11. Pelajaran V 12.15 – 13.00 (45 menit)

Hari Jum’at dan Sabtu

08.00 – 08.15 Apel Pagi Senanm Jasmani dan Jalan-jalan

08.15 – 08.30 Tartil / Hafalan Sesuai target program

08.30 – 09.30 Ekskul Sesuai dengan jadwal dan piliha

  1. Renang
  2. Menari
  3. Menyanyi dan Piano
  4. Menggambar dan mewarna
  5. Simpoa, dll
  6. 09.30 – 10.00 Istirahat
  7. 10.00 – 10.30 Makan
  8. 10.30 Pulang Sudah dijemput semua

Notes sederhana diharapkan dapat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mendirikan sekolah baru atau lembaga pendidikan baru. Notes ini boleh diambil, dishare dan digandakan. Silahkan. Kami mohon maaf bila ada yang kurang. Insya Allah, kami juga siap membantu jika ada kesulitan. Jika pendirian sekolah melibatkan pihak lain yang terkait kerja sama modal atau dana maka harus ada perjanjian di awal. Dalam notes ini tidak kami tuliskan.

Oleh: Kyai Mawardi Abu Thoriq

Demikian Artikel " Tata Cara Mendirikan Sekolah Islam secara Lengkap "

Semoga Bermanfaat

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jama'ah - 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama